Pakaian Burkini yang biasa digunakan di pantai | Foto Getty

Asmarainjogja.id – Kamis, 2 September 2016 Pengadilan Nice membatalkan pelarangan berpakaian Burkini di Perancis. Pengadilan Administrasi Tertinggi tersebut meyatakan bahwa pakaian burkini tidak mengganggu ketertiban umum.

Hakim di Pengadilan Nice mengatakan serangan teror pada tanggal 14 Juli di Riviera, Kota Resor Perancis, tidak memberikan alasan yang cukup untuk membenarkan larangan tersebut.

PTUN Kota Nice  memutuskan: “Dengan tidak adanya risiko tersebut, emosi dan kekhawatiran yang dihasilkan dari serangan teroris, dan terutama dari serangan pada 14 Juli, alasan yang cukup untuk membenarkan secara hukum larangan tersebut,” seperti yang dikutip dari laman Guardian.

Sebelumnya larangan berpakaian bukini diumumkan di 30 kota Perancis, terutama di Selatan dan Timur Perancis.

Pengadilan juga mengatakan burkini tidak menimbulkan risiko untuk, “kebersihan, kesopanan atau keselamatan saat berenang.”

Kehebohan larangan berpakaian bukini ini mencuat saat seorang wanita berjilbab dipaksa membuka pakaian bukininya oleh polisi saat di Pantai Nice.

Burkini adalah pakaian wanita yang menutup aurat untuk kegiatan berolahraga, atau saat sedang di pantai. Pertama kali bukini ini dirancang oleh seorang wanita bernama Aheeda Zanetti. [Asmara Dewo]



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas