Saat Bi jamuran | Foto Doc. Pribadi

Asmarainjogja.id  -- Memang kasihan jika kucing kesayangan kita diserang jamur (ringworm)  yang menyebabkan kulitnya kemerah-merahan sampai luka. Kucing yang menderita jamur akan selalu menggaruk-garuk jamur tersebut di bagian kulitnya yang terinveksi. 

Bahkan jamur itu juga bisa merontokkan bulu-bulu yang ada pada kucing. Jadi kucing peliharaan kita akan mengalami kebotakan. Terlebih lagi bagi kucing yang memiliki bulu yang panjang, seperti kucing persia.

Sialnya, jamur kucing itu cepat sekali penyebarannya ke bagian tubuh kucing lainnya. Misalnya jika jamur menempel di kepalanya, dalam tempo beberapa minggu, bahkan hitungan hari, sudah menjangkit ke pipinya, ke bagian bawah telinganya, ke perut kucing, kaki, juga sampai ke ekor kucing.

Kita tentu sulit membayangkan bagaimana menderitanya makhluk berbulu manis itu saat jamur sedang gatal-gatalnya di kulit kucing. Kucing itu menggaruk-garuk dan menjilatinya setiap saat. Sudah menjadi tabiat jamur, yang begitu cepat menyebar karena kuku-kuku kucing itu terkena sisa-sisa jamur. Dan kemudian kuku kucing menularkan ke bagian tubuh kucing lainnya.



Nah, begitulah proses penyebaran jamur kucing yang begitu masif. Kucing yang menderita ini juga menyebarkan ‘virus’  jamurnya ke kucing lainnya. Seperti kucing jamuran yang kawin dengan kucing sehat, tak sampai seminggu, kucing yang sehat itu pun tertular jamur.

Banyak faktor penyebab kucing jamuran, salah satunya seperti yang diuraikan di atas, tertular dari kucing lainnya dari fisik. Tapi bisa juga dari lingkungan kucing itu sendiri. Mungkin karena si pemelihara kucing tidak menjaga kebersihan. Dan ini ditekankan agar si pemilahara kucing selalu sensitif terhadap kucing peliharaannya.

Sama halnya dengan manusia, jamur itu jika tidak diobati akan terus tumbuh dan berkembang. Tidak ada istilah sehat dengan sendirinya. Maka mau tak mau kita sebagai pencinta kucing meski memberikan obat yang mujarab agar sembuh.

Pengalaman penulis dalam mengobati kucing yang bernama Bi mungkin bisa dijadikan refrensi bagi pembaca di sini. Awalnya penulis diberi seekor kucing oleh teman se kos.  Kitten  betina itu umurnya masih empat bulan, saat lucu-lucunya memang. Ketika penulis menerima si kitten itu tampak kurang terawat. Boleh dibilang kotor. Tak heran ada jamur di bagian kepala dan wajahnya.

Iihhh… jorok sekali rasanya saat mengelusnya. Apalagi ingin menciumnya. Saat itu adalah pengalaman penulis melihara kitten yang kedua kalinya. Sedangkan yang pertama gagal, kitten meninggal karena sakit. Nah, yang kedua kali ini penulis tidak ingin menyesal yang kesekian kalinya.

Oleh sebab itulah pemeliharaan anak kucing kali itu harus benar-benar ekstra untuk membesarkannya dengan baik. Apes, dalam beberapa minggu saja si kitten yang diberi nama Bi oleh Rizka mendadak tidak mau makan, dan lemas.

Harus diakui penulis pula, minimnya pengalaman mengurus kucing bagi penulis menjadi momentum kepanikan yang luar biasa. Tidak mau mati seperti kucing sebelumnya, maka si Bi yang tergulai lemas itu harus di bawa ke rumah sakit hewan di Yogyakarta pada pukul sekitar 1 pagi.

Baca juga:

Sikap dan Kemampuan Kucing Ini Harus Dipahami Betul bagi Pemiliknya

Mau Pelihara Kucing Anggora Premium? Ini yang Harus Disiapkan!

Enam Keistimewaan Kucing Ini Membuat Anda Ingin Memeliharanya

Kucing Kejang-Kejang dan Hilang Ingatan Seperti Manusia

Sebelum diperiksa, dokter bertanya, “Mulai kapan Bi tidak selera makan?” 

Terus penulis jawab, “Sejak diberikan salep anti jamur di wajahnya.”

“Oh, begitu. Bentar, saya periksa dulu,” kata dokter.

Yang paling penulis ingat saat Bi diperiksa adalah saat benda   dimasukkan ke dalam dubur Bi.

“Maaf, ya, Bi,” kata dokter itu sebelum menusukkan alat pendeteksi penyakit.

Meongggg! Bi sempat menjerit dan marah.

Selanjutnya dokter membawa alat itu ke ruang periksanya, dan kami dipersilahkan menunggu. Bi yang terkulai lemas itu kami masukkan lagi ke dalam keranjang.

Jelang beberapa menit kemudian dokter kembali membawa hasil diagnosisnya. Dengan membawa hasil foto dari smartphonennya, dia menjelaskan Bi tertular cacing di perutnya.

“Apa kotoran Bi ada cacingnya?” tanya dokter.

“Ya, saat saya membersihkan kotoran Bi memang terlihat cacing bercampur dengan kotorannya,” jawab penulis, “mungkin juga saat Bi muntah ada cacing dalam muntahannya itu.”

Singkat cerita dokter menjelaskan bagaimana kucing tertular cacing, mulai dari induknya sampai lingkungan. Sedangkan Bi tampat serius memerhatikan dokter menjelaskan. Bi seolah-olah paham betul apa yang diterangkan.

Jadi Bi tidak mau makan bukan karena setelah diberikan salep anti jamur, tapi karena cacingan. Soal jamur Bi, kami juga sempat konsultasi dengan salon kucing dan petshop. Di sana kami mendapat pencerahan untuk mengobati jamur dengan mengerik jamur itu sampai tampak kemerahan kulitnya dan kemudian diolesi dengan salep jamur.

Tak lupa pula Bi harus terapi seminggu 2 kali, yaitu membawa ke salon kucing agar dimandikan dengan obat anti jamur.

Sedangkan dari penjelasan dokter hewan yang juga mengobati cacing Bi, untuk mengobati jamur pada kucing itu sangat mudah. Cukup diolesi dengan betadine saja. Pemakaiannya 3 X sehari, diolesi tipis pada bagian yang terkena jamur.

Memang ragu, kok obat jamur kucing malah betadine. Penulis sempat ngobrol dengan Rizka, “Masa iya, obati jamur Bi pakai betadine.”

Rizka jawab santai, “Dokter lebih tahu dari kita. Sudah turuti saja kata dokter itu.”

Jamur Bi mulai hilang saat diolesi dengan betadine | Foto Doc. pribadi

Sebelum mengobati jamur Bi, kami fokus dulu dalam penyembuhan cacing yang ada di perut Bi. Setelah beberapa minggu kemudian, Bi benar-benar sembuh setelah minum obat yang dianjurkan dokter.

Untuk mengobati jamur Bi, kami mengerik jamur di jidat Bi, pipi, hidung, telinga, perut, dan bagian-bagian lain yang terkena jamur. Rutin kami olesi betadine sesuai perintah dokter. Alhmadulillah, jamur Bi mulai menghilang dalam beberapa pekan, ia tampak jauh lebib cantik dan sehat bugar dari sebelumnya.

Ternyata mengobati jamur pada kucing itu sangat mudah, tidak perlu biaya mahal, seperti beli salep anti jamur di petshop, atau terapi mandi rutin ke salon kucing. Cukup dengan beli betadine yang harganya cuma lima ribuan, hehehe.

Nah, teman-teman sekomunitas pecinta kucing Indonesia yang masih bingung bagaimana mengobati jamur pada kucing kesayangannya, mungkin pengalaman ini bisa jadi refrensi.  [Asmara Dewo]

Baca juga:

Pengalaman Mengobati Kucing Cacingan

Enam Keistimewaan Kucing Ini Membuat Anda Ingin Memeliharanya

Kucing Kejang-Kejang dan Hilang Ingatan Seperti Manusia 

Tonton juga aksi Bi kabur dari kandang!



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas