Rizka Wahyuni di Pintoe Langit Dahromo | Asmarainjogja

Asmarainjogja.id – Orang lain mungkin tahu apa yang kita lakukan kemarin dan hari ini, tapi mereka tidak pernah tahu apa yang kita lakukan esok. Orang lain beranggapan buruk karena belum tahu apa target hidup kita. Suara-suara sumbang pun memanaskan telinga. Sakit kalau dimasukkan ke hati. Inginnya malas mendengar, tapi apa mau dikata telinga kita terpaksa mendengar.

“Lihat, tuh, kerjanya cuma main-main terus. Nggak bagus kayak gitu!” Ini komentar paling positif dari anggapan orang yang suka menjudge orang lain. Padahal yang tahu betul secara detail kehidupan itu, ya, pemainnya sendiri. Orang lain hanya penonton. Tinggal tunggu saja endingnya, happy or sad.

Nah, kata “main-main” ini maksudnya apa? Orang awan tentu menilai melakukan sesuatu yang tidak berguna, hanya untuk kesenangan pribadi saja. Benarkah demikian? Tidak seluruhnya benar, harus ditelisik lebih jauh lagi. Saya ambil contoh yang kerap kami alami sendiri, yaitu aktivitas setiap pekan traveling di Yogyakarta.

Cukup banyak orang-orang di sekitar menganggap traveling kami hanya happy-happy saja, habiskan uang, dan menyia-nyiakan waktu. Bahkan menganggap sepele soal akademik kami. Baik, karena saya yang bukan seorang akademikus, mungkin ada benarnya. Namun kalau ditujukan ke rekan traveling saya, Rizka Wahyuni, sepertinya tidak tepat. Bukan membanggakan dia, kalau diikuti jejak pendidikan dia prestasinya cukup bagus.

Nah, yang terakhir ini dia bisa diterima menjadi mahasiswi di Program Studi S2 ILMU KEDOKTERAN GIGI Fakultas Kedokteran Gigi Universtitas Gajah Mada. Saya pikir rata-rata generasi muda saat ini memimpikan bisa kuliah di UGM. Ya, salah satu universitas terbaik di Indonesia yang diakui dunia. Tak heran adik-adik kita berbondong-bondong ikuti kompetesi ketat di Kota Pendidikan ini.

Bukan perkara gampang bisa lolos ujian seleksi dari UGM. Saya cukup tahu itu, teman-teman seperjuangan Rizka juga banyak yang belum lulus. Sebuah keberentungan tentunya bagi gadis penyuka traveling ini. Dan pastinya berkat ridho Allah SWT, orangtua, dukungan teman-teman, terkahir belajar gigih dari Rizka sendiri.

Untuk bisa lolos dari penerimaan seleksi, Rizka sejak kuliah keperawatan di Poltekkes Kemenkes Bukittinggi juga selalu mendapatkan nilai yang baik. Hingga prestasi itu terus berlanjut sampai di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Nah, pada akirnya diterimalah dia menjadi keluarga besar Mahasiswa Gajah Mada.

Tampak dari luar, Rizka memang selalu main-main, traveling setiap akhir pekan, dan bekerja di hari Jumat dan Sabtu. Nah, ketika masih kuliah di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta tentunya belajar tekun setiap saat sembari berbisnis hijab kecil-kecilan. Selain itu Rizka juga ikut les Bahasa Inggris guna mendapatkan nilai yang baik.

Apa artinya semua itu? Saya bilang ini adalah proses kesukesan, dari satu tangga terendah ke tangga yang lebih tinggi lagi. Dan proses itu sendiri merupakan uraian kehidupan masa lalu dan sekarang, hingga membentuk sebuah perwujudan. Ini tentu saja belum final, masih ada pembentukan-pembentukan yang lebih hebat lagi pastinya. Itu bisa terjadi jika Rizka terus belajar dan bekerja keras untuk menggapai impiannya.

Lalu apa hubungan prestasi dengan traveling? Menurut hemat saya begini, traveling adalah salah satu cara  untuk menyegarkan otak, mencari ide-ide baru, memahami lebih jauh kehidupan yang belum pernah ditemukan. Sebagai manusia kita memang mudah bosan dengan rutinitas sehari-hari, misalnya bekerja atau belajar penuh dari hari Senin sampai Sabtu. Nah pada hari Minggu itulah saatnya untuk mengistirahatkan pikiran, tenaga dan mencari kesenangan dengan cara traveling.

Kalau kita sudah bahagia akan mudah sekali menjalankan aktivitas-aktivitas selanjutnya. Jadi pada saat hari Senin ketika beraktivitas di awal pekan semangat bekerja kita kembali terisi. Seperti di-charge istilahnya kalau traveling setiap pekan itu. Hasilnya adalah belajar dan bekerja kita tetap normal dan semakin hari membaik, terus meningkat.

Bandingkan dengan orang-orang yang selalu sedihhhh terus? Jangankan semangat belajar atau bekerja, semangat hidup saja sudah memprihatinkan. Kita tentu kasihan pada mereka yang tidak bisa mencari kesenangan sendiri. Sebaiknya kalau punya teman seperti ini cobalah disarankan untuk piknik sekali saja dalam 2 pekan. Lalu lihat hasilnya!

Nah, traveling itu juga tidak harus ke luar kota, apalagi sampai ke luar negeri. Sungguh tidak perlu seperti itu, cukupkah traveling di sekitar daerah kita saja. Yang penting kita bisa menikmati perjalanannya, dan terlebih lagi bisa dengan sahabat-sahabat terbaik. Benar kawan itu sangat menyenangkan.

Terakhir ini paling penting, salah satu tujuan kami traveling adalah untuk lebih menggeliatkan wisata di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Karena kami memang tinggal di Kota Kesultanan ini. Secara pribadi saya menilai, salah satu harapan bagi warga sekitar yang ada objek wisatanya, ya, dengan pengunjungnya.

Kalau ramai pengunjung di wisata itu sudah pasti warga sekitar bisa mendapatkan keuntungan langsung. Misalnya bagi ibu-ibu yang membuka warung di objek wisata, bapak-bapak yang juga menjadi salah satu anggota pengelola, atau juga pemuda yang mengelola parkir. Semua imbas keuntungan ini jika pengunjungnya ramai.

Sebab itu pula saat traveling tidak hanya mendokumentasikan aksi happy-happy kami saja, tapi lebih ke bagaimana agar yang membaca atau melihat traveling kami bisa tertarik untuk berkunjung ke sana. Boleh jadi keberhasilan demi keberhasilan yang Rizka raih selama ini karena turut membuka keran rezeki orang lain. Ya, siapa tahu begitu. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Merekalah Orang yang Paling Ikhlas Menyayangimu

Masih Anak-anak Bekerja Pakai Otot, Sudah Dewasa Pakai Otak

 

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas