Menulis di Perpustakaan Kota Yogyakarta | Doc. Bintang Inspirasi

Asmarainjogja.id--Di siang hari dengan panas yang menyengat ini, kami berlima sedang melanjutkan agenda menulis lagi. Tata cara menulisnya masih sama dengan minggu kemarin atau tulisan sebelumnya, yaitu menulis secara langsung dengan melihat satu objek tertentu. Nah kali ini, kami dari Komunitas Bintang Inspirasi sedang melanjutkan agenda belajar menulis dengan mencari inspirasi di Perpustakaan Kota Yogyakarta. Perpustakaan ini, terletak di Jalan Suroto Yogyakarta. Bangunan berisi ilmu pengetahuan tersebut terletak di sebelah barat Jalan Suroto, jika kita berada di bagian selatan.

Jalan Suroto, memiliki panjang jalan sekitar satu kilometer. Dibagi menjadi dua badan jalan ke utara dan selatan. Ditengah badan jalan tersebut, terdapat taman kecil yang dilengkapi dengan tanaman-tanaman hias, dan juga pohon-pohon besar yang amat indah jika dipandang saat malam hari. Jalan yang berada di utara Stadion Kridosono ini pun banyak sekali bangunan lainnya, seperti Stikes Bethesda Yogyakarta, Graha LBC, cafe untuk anak-anak milenial yaitu Silol Kopi, dan rumah bergaya Eropa,  yaitu Clemme.

Tetapi, yang menjadi pusat perhatian tulisan kali ini adalah Perpustakaan Kota Yogyakarta. Berisi puluhan ribu buku, mulai dari buku pelajaran Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Juga banyak sekali novel yang ditulis oleh penulis terkenal, dan buku disini diperbaharui setiap bulannya. Gedung dua lantai ini memiliki luas sekitar satu hektar. Cat berwarna seperti pelangi yang muncul setelah hujan.

Merah, kuning, hijau, dan juga biru. Bagian luar, dilengkapi dengan parkiran motor, mobil, dan juga sepeda yang menyatu dengan ruang untuk belajar. Dan di bagian luar perpustakaan, di desain bersentuhan langsung dengan alam atau outdoor.  Sebab ada kursi yang terbuat dari besi putih, lalu diatasnya diberi bantalan busa berwarna hijau tua, sama dengan warna kursi. Berbentuk persegi panjang, dan muat untuk di duduki enam orang dewasa. Menjadi cukup mengecewakan karena kursi tersebut tidak anti karat.

Di depan kursi tersebut, terdapat meja yang berbentuk persegi panjang yang menyerupai kursi di belakangnnya. Terbuat dari kayu yang cukup kokoh karena tertancap di tanah. Dan meja ini pun dilengkapi dengan terminal listrik atau colokan untuk mengisi daya laptop, handphone, atau barang elektronik lainnya. Tidak lupa, dilengkapi dengan atap yang terbuat dari besi atau seng yang tentu tujuannya untuk melindungi saat diguyur oleh hujan.

  Ada dua meja belajar atau untuk membaca buku yang cukup unik di bangunan jendela dunia ini, yaitu meja besar berbentuk lingkaran. Terbuat dari kayu, sama dengan meja belajar sebelumnya. Lalu ditopang dengan pondasi yang terbuat dari semen. Berbentuk lingkaran juga. Namun, lebih kecil dari pada lingkaran meja belajar yang ada di atasnya. Lalu, di tengah-tengah meja tersebut terdapat besi putih yang menjulur keatas. Tingginya sekitar lima meter.

Bintang Inspirasi

Selanjutnya, di atas besi putih terdapat payung besar yang juga berbentuk lingkaran, namun lebih besar dari meja yang ada dibawahnya. Dicat berwarna hijau di bagian pinggir lingkaran, dan putih bersih di bagian atasnya. Di bawah payung besar tersebut, lebih tepatnya sebelah pinggirnya ada semacam jaring yang dibuat setengah lingkaran, menyerupai jaring yang dibawa oleh nelayan saat mencari ikan. Terbuat dari besi juga, dengan warna hijau tua. Payung dan jaring-jaring tersebut dibuat khusus untuk melindungi pengunjung dikala hujan melanda kota pelopor gudeng ini.

Di luar perpustakaan juga banyak sekali pohon dan tanaman yang menghiasi ruang belajar outdoor ini. Seperti pohon pinang, yang memiliki bentuk seperti pohon kelapa dengan tinggi sekitar 20 meter. Pohon ini mengelilingi setengah dari Perpustakaan Kota Yogyakarta. Kalau tidak salah, ada juga pohon tanjung yang berbentuk semacam pohon beringin.

Tingginya sama dengan pohon pinang, yaitu 20 meter dan juga mengelilingi setengah dari perpustakaan kota Mataram Islam ini. Tetapi, ada pohon tanjung yang cukup besar berada di tengah-tengah parkiran. Panjangnya sekitar 30 meter. Jelas lebih tinggi dari pohon-pohon yang lain. Dan juga, banyak tanaman-tanaman yang menghiasi ruang belajar outdoor, sangat jelas mempercantik dan memanjakan mata para pengunjung.

Di sebelah paling barat Perpustakaan Kota Yogyakarta ini, kira-kira ada 50 lebih loker atau lemari untuk menyimpan barang-barang para pengunjung. Yang tentunya dijaga ketat oleh satpam dan CCTV  yang selalu siap siaga memantau sampai perpustakaan itu tutup di malam hari. Di depan loker tersebut, lebih tepatnya selatan loker ada kantin yang dibuat seperti angkringan. Nah, bagi kalian yang belum pernah ke Yogyakarta pasti asing bahkan tidak tahu apa itu angkringan.

Angkringan adalah sebuah gerobak yang disulap menjadi warung makan. Jadi, di gudang ilmu pengetahuan ini juga terdapat kantin atau angkringan yang menjual makanan dan minuman bagi para pengunjung. Dan tentu, harganya sangat terjangkau. Cocok bagi para pengunjung, karena mayoritas yang datang ke perpustakaan ini adalah pelajar atau mahasiswa.

Jika kita memperhatikan secara jeli, ada sekitar 12 tempat sampah yang bersebaran di samping meja belajar. Ada juga tempat sampah yang berada di tengah parkiran motor. Tempat atau tong sampah tersebut memang khusus dibuat agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, pihak perpustakaan pun membuat tiga jenis wadah atau tempat untuk membuang sampah. Pertama, wadah berwarna hijau untuk sampah organik. Kedua, wadah berwarna merah untuk sampah plastik. Ketiga, berwarna kuning untuk sampah kertas.

Sehingga, cita-cita yang diinginkan oleh pihak perpustakaan yaitu menciptakan ruang belajar yang bersih dan nyaman pun sangat terealisasi dengan baik. Karena, sejauh mata memandang ruang belajar di luar di Perpustakaan Kota Yogyakarta ini sangat dijaga. Baik infrstruktur, sarana, dan prasarananya.

Dan bagi kalian yang penasaran bagaimana  serunya belajar sambil menyatu dengan alam, silahkan langsung berkunjung kesini. Karena Perpustakaan Kota Yogyakarta buka setiap hari. Khusus hari senin dibuka pukul 13.00 WIB, hari selasa sampai kamis dibuka pukul 08.00 WIB, dan hari jum’at sampai minggu dibuka pukul 09.00 WIB, dan tutup pada malam hari, pukul 23.00 WIB. Jadi, jangan sia-siakan waktu anda, segera datang kesini sebelum membaca itu dilarang. []

Penulis:  Almeyda Arjuna Sjaiful, Anggota Komunitas Menulisn Bintang Inspirasi 

Baca juga karya  Almeyda Arjuna Sjaiful lainnya:?(

Pasar Beringharjo: Pasar Resik, Atine Becik, Rejekine Apik

Apa Kabar Gerakan Mahasiswa Sekarang?

Pendidikan? Bisnis yang Tidak Pernah Rugi



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas