Menulis di Perpustakaan Kota Yogyakarta | Doc. Bintang Inspirasi

Asmarainjogja.id--Yogyakarta takkan pernah ada habisnya jika kita bicarakan, salah satu yang menarik untuk diulas yaitu pendidikannya. Ya, tak bisa kita pungkiri kalau daerah istimewa Indonesia ini memang kota pelajar. Banyak mahasiswa yang hadir di sini saling berlomba-lomba untuk mengemban ilmu. Kita akan menemukan banyak sekali pemuda-pemudi dari berbagai pelosok negeri di sini.

Apa gunanya kita sebagai mahasiswa kalau tugas sebagai mahasiswa saja tidak dilaksanakan. Apakah kalian sudah banyak membaca buku atau kalian malas membaca buku? Kesalahan yang sangat luar biasa dan sungguh ironis jika mahasiswa tak suka membaca.

Padahal membaca adalah salah satu hak kemerdekaan setiap manusia dan tak ada larangan dari pihak  manapun.  Sangat dianjurkan untuk gemar membaca. Budaya membaca  bagi pemerintah dan mulai ditanamkan sejak usia dini.

Semakin kita banyak membaca maka semakin banyak ilmu pengetahuan yang kita dapat. Guru terbaik yang kita miliki adalah buku. Janganlah pernah bosan dan teruslah mencari sumber-sumber informasi yang valid agar suatu saat nanti apa yang kita dapatkan di sebarluaskan sebagai bahan informasi untuk khalayak ramai.

Di kota pendidikan ini banyak sekali tempat untuk belajar. Banyak kampus-kampus besar yang memiliki perpustakaan yang sangat aman, nyaman, dan lengkap. Tak ada larangan jika kalian dari kampus yang berbeda untuk berkunjung ke perpustakaan. Selain di kampus pemerintah daerah,  juga menyiapkan perpustakaan umum yang dapat digunakan pada siapapun yang hendak membaca di sana.

Salah satu perpustakaan yang   ada di Kota Yogyakarta terletak di Jalan Suroto, Kotabaru Yogyakarta. Lokasinya yang strategis di pinggir jalan raya. Fasilitas yang disediakan sesuai dengan keinginan masyarakat, sebab disediakan tempat outdoor. Yang mana tempat ini digunakan untuk pengunjung perpustakaan tak cuma untuk membaca. Namun dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas kuliah yang berhubungan dengan ketik-mengetik.

Datang kesana hanya perlu membawa laptop dan charger. Tak perlu takut kehabisan daya, sebab di sana di sediakan tempat pengisi daya baterai. Beruntung bagi kalian yang kebagian tempat duduk kosong. Karena biasanya ruangan outdoor  selalu penuh.

Wajar saja kalau kalian yang datang jarang kebagian tempat karena memang ruangan tersebut kurang banyak, mungkin karena faktor lokasinya yang menurut saya kurang luas karena dibagi dengan tempat parkir.

Sebenarnya ada juga perpustakaan yang lebih besar dari Perpustakaan kota yakni Perpustakaan Provinsi. Alangkah lebih baik jika kalian berkunjung ke semua perpustakaan yang ada di Kota pendidikan ini.

Tak ada yang bisa menghalangi kalian untuk menyerap ilmu, fasilitas yang ada sudah cukup untuk kalian merasakan nikmatnya membaca seperti memakan makanan yang kalian sukai. Jangan hanya merasakan nikmatnya saja namun manfatnya juga harus terasa.

Janganlah kalian datang ke perpustakaan jikalau ada tugas kuliah saja. Namun manfaatkan waktu kosong kalian diisi dengan membaca. Memang,  membaca tak harus datang ke perpustakaan,  namun bisa juga dimana saja asal ada bahan bacaannya.

Bintang Inspirasi

Tapi lagi-lagi kalau kita membaca di sana ada makna tersirat yang kita rasakan. Kita akan lebih bisa mengamati bahwa tak hanya kalangan mahasiswa saja yang ada di sana. Bahkan orang tua yang sudah berambut putih pun masih semangat datang membawa cucunya. Menarik bukan?

Kalau dibandingkan masa-masa dulu ketika duduk di bangku SMA, waktu  hanya dihabiskan untuk bermain-main saja. Bersyukur sekarang  berada di sini, Yogyakarta dengan keistimewaannya. Mungkin dulu saya  hanyalah seorang anak kampung yang suka bertualang ke dalam hutan. Karena  tak bisa ditemukan ruang membaca selain di sekolah. Itupun fasilitas yang seadanya, sangat jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Maka manfaatkanlah waktumu,  apalagi kalian yang lagi di  perantauan.

Dengan dikelilingi pohon-pohon besar dan tanaman-tanaman kecil,  menambah indah suasana kota. Panas matahari tak langsung menembus tulang dan membakar kulit. Disediakan tempat duduk di pinggiran jalan mungkin saja akan menarik keinginan siapapun untuk sekadar duduk dan mengamati kondisi sekitar.

Jika yang membawa kamera bisa menjadi fotografer jalanan, yang membawa laptop menjadi seorang penulis jalanan.  Bahkan membawa buku gambar dan pensil bisa menjadi seorang seniman jalanan. Ekspresikanlah dirimu dan latihlah bakatmu agar mempertajam kemampuan yang   dimiliiki.

Namun ada sedikit masukan yang saya sampaikan kepada pemerintah setempat yang membidangi taman kota. Alangkah lebih baiknya jika tanaman kecil yang tumbuh dibawah pohon besar diganti dengan tanaman yang memiliki nilai ekonomis, tanaman lidah buaya misalnya.

Mengapa saya usulkan menaman Lidah Buaya, karena tumbuhan tersebut memiliki nilai ekonomis dan juga bisa menjadi pemanis kawasan kota. Karena tumbuhan tersebut jika sudah besar maka akan berkembang, nah itu bisa di panen selama tiga bulan sekali hasilnya bisa dijual.

Jika kalian hendak berkunjung Perpustakaan Kota Yogyakarta ajaklah,  saudara maupun teman kalian. Ajaklah mereka kepada hal-hal yang positif. Membaca adalah salah satu sumber referensi jika kalian ingin menjadi seorang penulis. Datang dan bawa laptop kalian ke  sana dan mulailah belajar menulis.

Fasilitas yang disediakan sudah cukup baik menurut saya. Apalagi yang lebih baik menurut kalian kalau bukan wifi? Masuk ke dalam,  lalu isi nama kalian di buku tamu,  dan   kalian akan diberikan pasword  dan sandi wifi perpustkaan. Tak bisa dipungkiri bahwa hidup ini terasa lengkap kalau wifi tersambung ke laptop ataupun handphone  kalian. Dan pada akhirnya kalian akan betah berlama-lama disana.

Failitas lainnya yaitu Musholla juga tersedia di  sana, bagi yang ingin sholat tak perlu bingung-bingung mencari Masjid. Toilet umum juga disediakan, air minum juga ada disana. Bagaimana? Sangat memuaskan bukan?

Saya mencoba bertanya kepada salah satu petugas keamanan di sana. Rexima Da Marcell, nama salah satu petugas yang sempat saya tanya. Yang sudah tiga bulan bekerja disana. “Perpustakaan selalu ramai setiap harinya,  bahkan pengunjung tak kebagian tempat parkir,” katanya.

Saya  terus bertanya lagi. Kali ini pertanyaannya tentang jam buka sampai tutup perpustakaan. “Kalau buka mulai pukul delapan pagi dan tutup sampai pukul sepuluh malam.  Namun itu yang di ruangan dalam mas,” lanjutnya, sembari mempersilahkan motor yang masu,  “dan untuk ruangan terbuka atau outdoor bisa digunakan sampai pukul empat pagi,” pungkasnya.

Kali ini mata  sayatertuju pada gerombolan anak sekolah yang masih memakai seragam keluar dari perpustakaan. Mereka mengambl handpone  dari sakunya dan ternyata  mereka mencoba memesan ojek online.

Saya agak heran melihat fenomena ini, apa tidak sebaiknya mereka naik alat transportasi umum saja? Karena yang saya  tahu selama ini ada bus Trans Jogja yang melaju dijalanan kota. Ternyata saya  menemukan kejanggalan, yaitu di depan gedung perpustakaan kota ini tak tersedia halte bus. Sebaiknya pemerintah setempat segera menyediakan halte bus agar mempermudah pengunjung  ke  sana dan berombongan.

Sekian ulasan saya tentang Perpustakaan Kota Yogyakarta. Semoga dengan ini ini semangat kalian semakin bertambah untuk mencintai budaya literasi. Salam dari saya salam literasi dari komunitas menulis Bintang Inspirasi.

Penulis: Angin, anggota Komunitas Menulis Bintang Inspirasi

Baca juga tulisan Angin lainnya:

Misteri Pasar Beringharjo Yogyakarta 

Suasana di Titik Nol Kilometer Yogyakarta 

Pentingnya bagi Mahasiswa dalam Berorganisasi di Kampus 

Pantai Siung yang Buat Tersanjung 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas