Candi Banyunibo dalam keindahannya | Foto AIJ

Asmarainjogja.id-Permadani hijau terbentang luas tepat di depan candi itu, petakan sawah milik warga begitu subur, sedap  dipandang mata, dan menyejukkan hati yang menatapnya.

Di belakang candi gugusan perbukitan seolah menjadi benteng agar candi beraliran Budha itu selalu terjaga, dan terawat.  Siulan angin  mendesahkan dedaunan  saat kami  memasuki pelataran candi yang dikelilingi hamparan alam hijau yang begitu memesona.

Candi Banyunibo mengarah ke matahari terbenam, di sekitarnya hanya reruntuhan bebatuan candi perwara (candi pendamping). Kini ia hanya tunggal, dan masih kokoh tegap berdiri menyambut pengunjung yang ingin menghampirinya. Saat memasuki ke candi kami disambut makara sebelum menaiki anak tangga. Di candi itu terdapat ukiran yang indah, relief, dan arca pada relung tubuh candi.

Pesona Candi Banyunibo buat kamu  jatuh cinta | Foto AIJ

Semakin penasaran, kaki kami pun melangkah sembari mengamati keelokan candi yang dibangun sekitar abad ke-9 ini. Kami melihat relief seperti seorang ibu (Citra Hariti: Dewi Kesuburan) yang dikerumuni anak-anaknya, dan tepat di depan itu pula ada relief seorang pria (Vaisravana: suami Citra hariti) yang tampak duduk. Di dalam candi semilir udara keluar masuk, terdapat jendela di sana, sehingga tidak membuat pengap dan bau lembab ruangan. Dan ada juga kalamakara yang menghiasi relung di dalam ruangan candi tersebut.

Untuk mengitari Candi Banyunibo tak perlu lagi turun ke bawah, kami bisa menikmati setiap ornament dari atas candi, ya sebab candi ini memiliki teras dengan ukuran sekitar 1 meter. Di dinding luar terdapat banyak arca, seperti: arca   Dewi Tara, dan arca lainnya untuk pemujaan dewa-dewi umat agama Budha. Namun uniknya, di sebalah kiri (selatan) halaman candi, terdapat arca nandi (sapi), sapi menurut kepercayaan umat Hindu adalah kendaraannya Dewa Wisnu. Jadi pertanyaanya, kok bisa ada arca nandi di Candi Banyunibo?

Candi BanyuniboCandi Banyunibo tampak elok dari samping | Foto AIJ

Sementara pada Candi Banyunibo itu sendiri tidak ada arca, relief, ornamen, yang menggambarkan corak Hindu. Ahhh… sudahlah kita lanjutkan lagi. Nah, atap candi ini berbentuk kubah, seperti di wihara-wihara biksu, yang dimahkotai stupa dengan ukuran yang cukup besar. Ukuran candi sekitar 15 meter x 14 meter, dengan ketinggian 14 meter, serta kaki candi yang dibangun di atas batu lebih 2,5 meter, membuat Candi Banyunibo tampak megah dan indah.

Pertama kali candi ini ditemukan dalam keadaan runtuh pada tahun 1940, lalu pada tahun 1943 dipugar dan direkontruksi, dan selesai pada tahun 1978. Jadi, untuk bisa kita lihat dan nikmati sekarang secara utuh membutuhkan waktu 38 tahun. Wow… penyelamatan situs sejarah yang mengagumkan, bukan? Nah, sekarang, walaupun beberapa arca dan relief di candi ini tak utuh lagi, namun tidak mengurangi keindahan Candi Banyunibo itu sendiri. Bukankah selalu ada keindahan di balik kekurangan?

Candi BanyuniboCandi Banyunibo dari belakang, dan tampak pula reruntuhan batu candi | Foto AIJ

Saat kami berkunjung, tak ada biaya masuk, hanya mengisi buku tamu. Padahal di plang depan candi, tertulis dewasa Rp 2.000, sedangkan anak-anak Rp 1.000. Mumpung dapat objek wisata gratis, harus dimanfatin dengan baik deh, hehehe.

Lokasi Candi Banyunibo berada di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Nah, bagi sahabat travel yang suka banget nih  memburu candi, sudah tentunya Candi Banyunibo masuk daftar petualangan berikutnya.

Rute ke Candi Banyunibo dari Jalan Yogyakarta-Solo, depan Candi Prambanan. Di pertigaan lampu merah, Pasar Prambanan, ada jalan menuju Wonosari (Piyungan), lalu ikuti terus jalan tersebut sekitar 2 km. Nanti di sebelah kiri terdapat plang Istana Ratu Boko dan Candi Banyunibo, ikuti saja arah tanda ke Candi Banyunibo, pasti sampai deh. Kalau bingung, ya tanya warga![]

Penulis:  Asmara Dewo 

Baca juga: Singgahlah ke Candi Barong di Perbukitan Batur Agung 

Bagi Kaum Pemburu Candi, Sudah Pernah ke Candi Ijo Belum?

Candi Gebang si Mungil Menawan dalam Kombinasi Hindu dan Budha

Seutas Senyuman di Bukit Teletubies

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas