Foto Ilustrasi Flickr

Oleh: Rizka Wahyuni

 

Deru napas kian panjang  sengau

Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan

Sedih?

Bahagia?

 

Lalu tertawa dalam tangis

Semua jadi satu di rintik tadi sore

Apakah semua rindu sudah menggunung?

Lalu tak bisa di tahan lagi

 

Semakin di tahan semakin menuntahkan segalanya

Semua tercampur aduk dengan rintik hujan tadi sore

Tak dapat di mengerti

Sekalipun mata  tak bisa di bohongi

 

Semua semakin terasa

Semua menumpuk

Lalu terbakar

Salahkah?

 

Tenang!

Tidak ada yang salah

Tangisan adalah cara anak manusia  mengungkap rasa

Wajah lelah kian jelas

 

Tertawakah engkau angin padanya?

Terlalu lemahkah gadis bermata sayu?

Aku rasa tidak!

Barangkali hanya bosan dengan dunia yang selalu menghamba

 

Atau tidak ada

Tempat   rasa yang kian hilang?

Barang kali iya atau tidak

Lelahnnya semakin terukir di balik senyum dusta

 

Tenanglah!

Pejamkan mata sekejam

Lalu tertidur sejenak

Melupakan penat yang tak pernah lenyap.

 

Yogyakarta, 22 Mei 2016

Puisi lainnya:  Menjemput Cinta di Balik Bukit Barisan 

Hujan, Terima Kasih atas Kerinduanmu 

Balasan Cinta



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas