Ilustrasi Penantang | Foto taken from alphacoders.com

Asmarainjogja.id – Ada yang gagal, ada yang berhasil. Ada yang lulus, ada yang belum lulus. Ada yang menang, ada yang kalah. Terakhir, ada pecundang, ada penantang. Saya bilang ke kamu, guys, penantang. Ya, apa itu penantang?

Penantang secara sederhana adalah orang yang menantang sesuatu, baik dalam kompetisi maupun ujian kehidupan. Misalnya kamu belum lulus ujian masuk ke perguruan tinggi, kamu masih bisa mencoba di gelombang berikutnya. Kalau belum lulus juga, dicoba lagi. Pertanyaannya adalah sampai kapan terus mencoba? Jawabannya adalah sampai kamu lulus.

Inilah yang saya maksud penantang sejati, terus melawan meskipun kalah. Selalu mengikuti kompetisi walaupun gugur. Tidak pernah menyerah sebelum berhasil. Lalu bagaimana dengan kamu? Siapkah kamu maju lagi ketika kalah? Kalau kamu menyerah, padahal baru sekali gugur, kamu dianggap peundang. Catat! Pecundang.

“Hei, Bro, kamu sombong banget! Bilangin orang lain pecundang”, mungkin kamu berpendapat seperti itu ke saya. Well, itu tidak masalah, setidaknya saya sudah memberikan motivasi ke kamu yang belum berhasil agar selalu bangkit. Lagi… lagi… dan bangkit lagi. Apakah kamu sadar, hanya semangat dan impianlah kunci menggapai keberhasilan.

Dan kamu bisa menyaksikan track record seseorang ketika ia berhasil dalam perjuangannya. Apakah ia punya mental tempe? Yang sekali kalah langsung menyerah. Tidak ada, guys, tidak ada! Sekarang kamu bisa meniru mental pemenang seperti dia. Memang harus seperti itu kalau mau berhasil sesuai harapan kamu.

Berjuang Sama-sama, Sukses Sendiri-sendiri, ini apa maksudnya? Mungkin kamu beranggapan ini motivasi yang jahat. Saya bilang, sih, tidak. Begini contohnya ketika kalian mengikuti ujian untuk penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi. Kalian bersahabat baik 6 orang, nah, ternyata saat mengikuti tes itu yang diterima hanya 2 orang.

Kalian yang berjuang itu sebanyak 6 orang, dan yang berhasil 2 orang. Inilah yang saya maksud berjuang sama-sama, sukses sendiri-sendiri. Dalam belajar mungkin kalian sama-sama menyelesaikan soal, dalam mengikuti ujian juga mungkin satu ruangan di bawah pelatih yang sama, tapi hasilnya bisa saja tidak sama. Why? Sebab setiap orang punya kecerdasannya masing-masing, dan yang tak kalah penting adalah soal kepribadian juga berbeda.

Terkadang memang ada kelulusan itu juga dinilai dari karakter si peserta, jadi bukan hanya soal kecerdasan saja.

Itu hanya satu kasus saja, masih banyak kasus yang lain, namun untuk memahami inti perjuangannya, ya, sama. Pesan saya andai kamu lulus, jangan sombong pada teman kamu yang belum lulus. Lebih baiknya lagi ialah selalu memotivasinya dan memberikan trik belajar, dan masukan positif agar dia bisa lulus juga di ujian berikutnya.

Sedangkan kalau kamu belum lulus, cobalah evaluasi diri, cari kekurangan diri, ubah mindsetnya, dan terima saran dari orang lain. Boleh jadi kecerdasan yang selama ini membuat kita lupa diri, alias sombong. Padahal karakter juga menentukan nasib kita sekarang dan di masa yang akan datang. Tapi, jangan pula langsung down! Seperti yang sudah saya bilang di awal tadi, kamu bisa menjadi penantang sejati, ikut ujian lagi sampai lulus.

Ingat-ingat ini! Yang bisa menolong kamu hanya kamu sendiri, yang lain tidak bisa. Sekadar dukungan dan doa, mungkin iya. Meskipun itu orangtua kamu. Tapi keputusan memang kamu yang menentukan sendiri. Selain itu, cobalah selalu berpikiran positif terhadap masalah. Pikiran positif itu sangat penting dalam kemajuan kepribadian kita.

Jika ujian lalu kamu belum berhasil, boleh jadi itu ujian kesabaran yang diberikan Allah SWT ke kamu. Bisakah kamu menjadi orang yang sabar ketika kalah? Dan tetapkah menjadi sabar jika menjadi seorang pemenang? Ini jika kamu nanti lulus. Selain itu semakin banyak mengalami kegagalan, mental kamu akan semakin terasah, kamu akan semakin kuat setiap kali menerima kegagalan. Ibaratnya kamu sudah terbiasa dengan kegagalan. Jadi hal yang biasa kalau kamu menerima kekalahan.

Bayangkan kegagalan kamu sudah yang ke-10 kalinya, kan, kamu tidak syok lagi jika gagal yang ke-11? Ya, bisa saja kamu semakin menikmati permainan kehidupan ini. Gagal, coba lagi. Gagal lagi, ya, dicoba lagi. Begitu seterusnya, guys. Jika cukup lelah, tak ada salahnya beristirahat sejenak, juga sudah fit perjuangan boleh dilanjutkan.

By the way, friends, saya bisa bicara blak-blakan begini karena banyak gagalnya juga, hahaha. So, tahu benar karakter si kalah. Bahkan yang menggelikan lagi suka mencari kambing hitam. Saya tuduh orang lain karena kegagalan saya. Jelek banget, ya, sifat saya? Namun, berjalannya waktu, pematangan pemahaman kehidupan mengubah mindset saya, eh, ternyata kegagalan itu karena segudang kedunguan saya.

Baiklah, sejak saat itu saya terus belajar untuk mencapai impian saya. Kalah, dicoba lagi. Begitu seterusnya. Toh, meskipun saya tetap kalah, setidaknya saya bukan si pecundang, karena saya si penantang sejati. Bagaimana dengan kamu, guys? Siapkah menjadi penantang sejati? [Asmara Dewo]

Baca juga:

Perjuangan Gadis Traveler Menjadi Mahasiswi Magister UGM

Merekalah Orang yang Paling Ikhlas Menyayangimu

Masih Anak-anak Bekerja Pakai Otot, Sudah Dewasa Pakai Otak



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas