Suasana Titik Nol Kilometer | Doc. Bintang Inspirasi

Asmarainjogja.id -- Yogyakarta, mungkin ketika mendengar kata tersebut langsung terbesit tentang pendidikan, wisata bahkan kebudayaannya. Yah, tentu saja Yogyakarta memiliki itu semua dan menjadi impian banyak orang untuk bisa mengunjunginya. Jadi buat kalian yang bingung-bingung mencar tempat wiata maka datang saja ke Yogyakarta.

Beruntung bagi kalian yang bisa langsung bersentuhan dengan salah satu provinsi di Pulau Jawa bagian tengah yang lebih ke sisi selatan ini. Yogyakarta menjadi salah satu destinasi Pariwisata yang banyak dikunjungi baik dari dalam negeri,  maupun luar negeri. Beragam tempat wisata yang banyak di sana salah satunya adalah Titik Nol Kilometer  Yogyakarta.

Titik Nol Kilometer  berada di sebelah utara Alun-Alun Utara yang berhadapan langsung dengan Kraton Yogyakarta.  Juga diantara dua bangunan lawas yakni Kantor POS Indonesia dan Kantor Bank Negara Indonesia. Di bagian Barat laut terdapat bangunan Istana Negara dan di  bagian timur laut terdapat bangunan Benteng Vredeburg,  serta Monumen Serangan Umum Satu Maret.

Di sekitaran Titik Nol Kilometer  Yogyakarta kita akan menemukan beragam tempat dan fasilitas yang digunakan untuk umum. Banyak orang-orang yang datang ke sini untuk bersantai dan berswa foto. Selain itu  mereka yang berkunjung  ke sini untuk melakukan eksperimen karena tempatnya yang selalu ramai dan tiada matinya.

Beragam fasilitas seperti tempat duduk juga tersedia, baik kursi panjang maupun   model bentuk tempat duduk yang model bulat dan pipih. Untuk tempat duduk kursi panjang di sediakan sepanjang jalan mulai dari Malioboro sampai Titik Nol Kilometer. Kursi-kursi panjang tersebut terbuat dari kayu yang panjangnya 100 cm  dan lebarnya 30 cm dan bagian ujungnya di sekat dengan besi kuat berwarna hitam yang berkapasitas empat orang.

Untuk tempat duduk yang yang model bulat seperti telur dan pipi juga ditempatkan mulai dari sepanjang Jalan Maliobro sampai Titik Nol Kilometer  sehingga mempercantik kawasan Titik Nol Kilometer  Yogyakarta. Tempat-tempat duduk tersebut terbuat dari bahan keramik berwarna krim yang di rekatkan dengan lantai, sehingga menempel dan takkan terlepas.

Selain itu kawasan Titik Nol Kilometer  juga disediakan jalur bagi pejalan kaki penyandang disabilitas tunanetra dari Jalan Malioboro sampai Titik Nol Km. Tidak hanya di kawasan ini saja yang disediakan tempat pejalan kaki penyandang disabilitas,  namun   di tempat-tempat yang lainnya juga, baik yang ke arah toilet sampai ke halte bus.

Bahan material yang terbuat untuk jalur tersebut terbuat dari baja, yang mana bahan material ini tidak mudah berkarat. Untuk ukurannya yaitu panjang 15 cm dan lebar 10 cm. Para tunanetra biasanya menggunakan jalur tersebut juga untuk mencari nafkah sehari-hari. Ada yang mengamen dengan menyusuri jalan khusus tersebut dan ada juga yang menjajakan dagangannya kepada para pengunjung.

Walaupun di tengah hiruk-pikuk kota dengan berbagai macam kendaraan berlalu lalang, baik itu becak motor, becak sepeda, sepeda motor, mobil bahkan Andong. Namun suasana Titik Nol Kilometer  tetap terasa sejuk, sebab disekelilingnya masih ada banyak pohon-pohon besar untuk mengurangi  polusi udara. Dan paling banyak yang ditemukan yaitu pohon beringin.

Saat ini sebagian pohon-pohon yang sudah tua ditumbang dan diganti dengan pohon-pohon baru sehingga saat ini wajah Titik Nol Kilometer  terasa seperti baru dan asing bagi yang sudah sering berkunjung kesana.

Di sepanjang kawasan Malioboro sampai Titik Nol Kilometer  juga biasanya akan kita temukan pasukan keamanan dan ketertiban dari Mataram, yang mempunyai ciri khas tersendiri yang sedikit berbeda dari security. Sebab tim keamanan dan ketertiban ini memakai seragam yang berbeda dan identik dengan budaya Jawa karena terkadang ada yang memakai blangkon.

Di dekat kawasan Titik Nol Kilometer  kita tidak akan bisa menemukan Minimarket, sebab jika kita berkunjung kesana akan banyak kita temukan pedagang asongan yang menjual minuman air putih, kopi panas, es teh, es rasa dan lain-lain. Hal ini bertujan agar rakyat kecil dapat mengais rezeki untuk mendongkrak perekonomin mereka.

  Namun, yang harus kita pahami disini adalah para pedagang asongan tersebut sudah terdata dan terstruktur dengan memakai pakaian khusus yang seragam. Yang menandakan bahwa mereka legal dan tidak harus kejar-kejaran dengan Satuan Polisi Pamong Praja,  maupun pasukan khusus keamanan dan ketertiban Mataram.

Fungsi lain dari Titik Nol Kilometer Yogykarta salah satunya yaitu tempat untuk menyampaikan aspirasi.  Biasanya dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum untuk menyampikan tuntutan-tuntutan dan pesan kepada pemerintah. Dan tempat ini akan sangat ramai dan meriah jika memperingati hari-hari besar seperti Hari Buruh.

Ketika sedang berkunjung saat malam hari ke Titik Nol Kilometer  maka jangan ragu dengan pencahayaan di  sana. Karena cahaya dan lampu-lampu yang tersedia sudah cukup untuk memperindah spot  foto di malam hari. Cahaya lampu yang berada di atas tiang-tiang berwarna hijau berpadu krim dan juga cahaya lampu yang berada di bawah lantai yang tertanam di  bawah tanah.

Fungsi lain dari Titik Nol Km yogyakarta yaitu tempat bagi para mahasiwa untuk berdiskusi di malam hari dengan duduk melingkar sembari menikmati kopi panas dari pedagang asongan. Bisanya banyak mahasiswa yang suka berorganisasi menjalankan agendanya di sana. Karena tempat ini sangat nyaman dan aman bahkan tergolong lebih hemat secara ekonomis jika dibandingkan berdiskusi di cafe-cafe.

Kalau kita lihat akhir-akhir ini banyak video-video yang beredar baik di Instagram maupun di Youtube, anak-anak muda yang suka melakukan prank  itu banyak dilakukan di Titik Nol Kilometer. Nah, bagi kalian yang sedang asyik duduk-duduk dan menikmati susana Titik Nol Kilometer  maka jangan kaget jika kalian menjadi korban keusilan mereka.

Titik Nol Kilometer  Yogyakarta   aktif dua puluh empat jam dan tidak  ada matinya.  Biasanya anak-anak kuliah yang sedang libur,  apalagi yang hobinya begadang tempat ini salah satu favorit meraka. Sembari memainkan gitar dan bernyanyi bersama kawan-kawan dan terlihat suasana ini sangat harmonis.

Apalagi kalau kita sedang beruntung,  tak jarang sering ada musisi jalanan yang membuat acara kecil-kecilan dengan memainkan gitar dan perkusi membawakan beberapa lagu. Pengunjung akan terhibur dengan penampilan mereka yang terbawa suasana dan ikut bernyanyi.

Saat pagi hari paling cocok buat  jogging dan bersepada di kawasan Titik Nol Kilometer. Pada pagi hari udara terasa masih segar dan kendaraan bermotor juga masih sedikit jumlahnya. Suasana sunyi ini membuat kita semakin bersemangat untuk berolahraga.

Bangunan klasik yang sejajar mulai dari Gedung   Bank Negara Indonesia, Gedung POS Indonesia Sampai dengan Gedung Bank Indonesia merupakan bangunan buatan Belanda. Dan sering dijadikan objek menggambar   mahasiswa arsitek dari berbagai kampus.

Itulah tadi sedikit deskripsi  tentang Titik Nol Kilometer  Yogyakarta. Bagi kalian yang bingung untuk mengisi waktu liburan, maka sempatkanlah berkunjung ke Titik Nol Kilometer. Ajak sekalian pacar kalian  bagi  yang punya pacar,  dan keluarga bagi yang sudah berkeluarga. Nah  yang  jomblo tidak dilarang kok datang kesini.

Penulis: ANGIN, Anggota Komunitas Menulis Bintang Inspirasi   

Baca juga tulisan Angin lainnya:

Pentingnya bagi Mahasiswa dalam Berorganisasi di Kampus 

Pantai Siung yang Buat Tersanjung

Bintang Inspirasi



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas