Tebing Breksi yang berdinding eksotis | Foto AIJ

Asmarainjogja.id-Objek wisata ada yang sengaja dibangun, dan ada pula terjadi dengan begitu saja. Misalnya suatu daerah yang dikaruniakan keindahan alam, karena keeksotisannya itu pula warga setempat dan pemerintah bahu-membahu menjaga dan melestarikannya.

Sebuah objek wisata di Yogyakarta, tanpa sengaja menjadi populer  di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Dataran tinggi di Timur Yogyakarta ini mendadak heboh setahun yang lalu.

Bagaimana tidak? Dikira warga hanya sekadar bukit biasa yang digali untuk mencari batuan Breksi, namun mengandung endapan abu vulkanik dari gunung api sekitar 20 jutaan tahun lalu. Diduga pula endapan abu vulkanik itu dari Gunung Api Purba Nglanggeran, yang kini sebagai geosida kawasan Geopark Gunung Sewu yang diakui Unesco.

Tebing Breksi kini semakin ramai dikunjungi, karena lokasinya yang berdekatan dengan Candi IJo, Candi Barong, dan Istana Ratu Boko. Setiap pengunjung yang pulang dari Candi Ijo, tak sungkan-sungkan untuk singgah di objek wisata yang baru ini. Karena memang  lokasinya searah dengan Candi Ijo.

Bentuk Tebing Breksi terpotong-potong, mungkin karena galian oleh warga di masa itu. Saat ingin menaiki tebing, tampak tebing yang sudah terbelah  itu berbentuk sebuah gerbang selamat datang pada pengunjung. Entah disengaja dibuat seperti itu, atau memang karena pengaruh galian tebing ini dulu. Namun bagi saya itu benar-benar eksotis. 

Tebing BreksiGerbang selamat datang di Tebing Breksi | Foto AIJ

Bagian dinding sebelah kiri tampak ornamen yang dipahat berbentuk wayang. Namun sepertinya juga ornamen tersebut belum selesai, dan kedepanya saya pikir dinding-dinding Tebing Breksi akan dihiasi ornamen-ornamen menarik lainnya. Saya terus menaiki anak tangga menuju puncak tebing, terlihat eskavator sibuk menggali tanah yang berlatar belakang Gunung Merapi. Sepertinya pemerintah tampak serius melestarikan objek wisata yang baru digarap ini.

Di puncak tebing, suguhan pemandangan kota tampak terlihat dari sini. dan juga landainya Gunung Merapi, bisa tampak pula  dari puncak Tebing Breksi. Tapi saat saya berkunjung cuaca kurang begitu cerah, pemandangan cantik di depan mata terhalang oleh kabut sore.

Kalau sahabat muda berkunjung ke sini, datanglah pada sore hari. Karena kalau siang pasti panasnya minta ampun. Tak ada pepohonan yang rindang  memayungi objek wisata ini. Lagian kalau sore hari kamu  juga bisa menyaksikan matahari tenggelam di langit senja barat.

Selain tempat foto yang berkesan dramatis karena potongan-potongan tebing itu, di lokasi  Tebing Breksi juga  terdapat sebuah lapangan. Kursi yang berbanjar panjang itu berbentuk setengah lingkaran, yang mengarah satu titik. Ya itulah lapangan terbuka bernama Tlatar Seneng yang digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya. 

Lapangan di Tebing BreksiTlatar Seneng, sebuah lapangan terbuka di Tebing Breksi | Foto AIJ

Tebing Breksi sebagai cagar budaya yang baru dimiliki Yogyakarta ini sudah sepatutnya kamu kunjungi sahabat muda. Biaya masuk ke sini  seikhlas hati, dan hanya membayar uang parkir saja. Bagi kamu yang suka bertualang juga cocok ke sini, keunikan tebing yang terpotong eksotis ini akan selalu berkesan.

Rute menuju ke Tebing Breksi kalau dari Jalan Yogyakarta-Solo, ikuti arah jalan Piyungan (Wonosari), terus saja sekitar 2  km, dan lihat plang tanda arah menuju Candi Ijo. Dan silahkan bertanya juga pada warga sekitar![]

Penulis:  Asmara Dewo 

Yuk, gabung di Media Sosial

Baca juga:  Bagi Kaum Pemburu Candi, Sudah Pernah ke Candi Ijo Belum?

kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube

 








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (2)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas