Ilustrasi menggosip | Foto Istockphoto

Asmarainjogja.id – Perempuan dalam pergaulannya selalu diidentikkan dengan bergosip. Jika sudah berkumpul, baik 2 orang, 3 orang, atau lebih paling seru menceritakan orang lain. Mulai dari kebaikannya, sampai keburukannya. Apakah ini sudah menjadi budaya, suka sekali mengurusi kehidupan orang lain?

Miris memang, memahami cara berpikir tipe perempuan yang suka bergosip. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, siapa, sih, manusia yang tak punya kesalahan dan keburukan? Nyaris, semua manusia selalu salah. Namun kabar baiknya adalah manusia juga dituntut agar selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Menjadi lebih baik, ini adalah proses pendewasaan dalam hidup. Dewasa bukan sekadar umur yang semakin tua, tapi pola pikirnya, cara bertutur kata, dan berprilaku dalam sehari-hari. Menggelikan sekali bukan, jika sudah tua, tapi tingkah laku seperti anak-anak? Bicara sok diimut-imuti, kesehariannya manjanya bukan main, cara berpikirnya tak ubahnya ABG lagi yang sedang puberitas.

Tak bisakah kita hidup tanpa bergosip sehariii saja? Ternyata bisa! Ini tentu bagi yang mau move on, kalau tidak, ya, begitu saja terus. Si Princes Gosip. Mencongkel-congkel keburukan orang lain, tak perduli sahabat sendiri, tak perduli orang yang sudah berbuat baik padanya, dan tak perduli sebesar apa kasih sayangnya, namun bagi si penggosip pandangannya sudah buta menilai kebaikan orang lain. Merasa, hanya dirinyalah yang paling baik di bawah kolong langit ini.

Lalu bagaimana menghindari bergosip bagi yang sudah mendarah daging ini? Itu mudah saja, berikut 3 tips jitu agar terhindar dari penyakit suka menggosip:

1. Memanfaatkan waktu dan menyibukkan diri

Rata-rata perempuan yang suka menggosip itu mempunyai waktu yang luang. Bisa dikatakan tidak sibuk dalam kesehariannya. Kalau sibuk dalam sehari-harinya tidak mungkin sempat membicarakan orang lain, apalagi menggali keburukan orang lain untuk disebarluaskan. Coba bayangkan rutinitas kita padat, seperti belajar dengan tekun, bekerja dengan baik, fokus terhadap impian, hari-hari itu sangat melelahkan, bukan?  

Jadi sangat mustahil di waktu yang sangat sempit, kita menyempatkan diri untuk mengurusi orang lain, ya, urus pribadi sendiri saja sudah kocar-kacir. Perempuan modern yang super sibuk selalu memanfaatkan waktu dengan baik, tidak rela barang semenit pun waktunya sia-sia yang bukan untuk kebaikan. Lain halnya dengan perempuan yang berpikir dangkal, ketinggalan zaman, waktu baginya hanya mengurusi keburukan orang lain. Tak heran, tipe perempuan seperti ini prestasinya 0 besar.

Baca juga:

Ini Alasannya Kenapa Wanita Suka Merumpi

Indonesia Akan Terus Membusuk, Jika Kaum Mudanya Suka Bergosip

Menjaga Diri di Tengah Keramaian by Padusi Hijab

2. Menghargai waktu yang diberikan Allah SWT

Manusia kerap lupa dan terbuai oleh waktu yang diberikan Allah SWT. Kita sebagai manusia selalu berpikir masih ada waktu, masih bisa dikerjakan esok hari, dan segala macam alasan lainnya yang gemar mengulur waktu. Begitu seterusnya cara memahami waktu. Padahal ini adalah kekeliruan dan kerugian terbesar dalam hidup. Ingat, waktu yang sudah berlalu, barang sedetik pun tak bisa kembali lagi.

Dengan jelas sekali di kitab suci umat Islam menjelaskan, manusia dalam kerugian, kecuali bagi orang-orang bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Untuk ibadah, kehidupan dunia, dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Silahkan kita bergaul pada siapa saja, berteman dengan siapa saja, selagi untuk kebaikan, tentu itu sangat baik sesama makhluk sosial.

Nah, jadi perempuan yang suka menggosip itu adalah orang-orang yang merugi. Tidak bisa menghargai waktu dari Sang Waktu. Jangankan menghargai waktu, mengatur waktu saja tidak bisa. Bertambah-tambah pulalah kerugian dalam hidupnya. Hargai dan manfaatkan waktu dengan bijak, mak tak sempat menyebarkan keburukan orang lain.

3. Pandanglah orang lain dari persepsi kebaikan

Bisa jadi kita sebagi makhluk yang doif dan penuh dosa ini keliru menilai orang lain. Alhasil orang lain selalu buruk dipandang. Ini dasarnya karena di kepala kita bersarang pikiran negatif, hanya secuil pikiran positif yang ada di kepala. Pada pikiran orang negatif, bicara dan tingkah lakunya dipengaruhi kenegatifan.

Apakah bisa membuang pemikiran negatif yang sudah bercokol bertahun-tahun di kepala? Tentu bisa, ladies! Mulailah mengonsumsi hal-hal kebaikan dalam hidup. Entah itu dari indra penglihatan, indra pendengaran, pastikan apa yang kita lihat dan dengar selalu bernilai kebaikan. Dengan begitu, pelan-pelan pikiran positif akan mendominasi pikiran negatif. Dalam jangka panjangnya sama sekali pikiran negatif hanya secuil yang nyangkut di kepala kita.

Ketika kita sudah  menyimpan pikiran-pikiran positif itu untuk berpikir dan bertindak, maka kita pun menilai orang lain mengutamakan persepsi kebaikan terlebih dahulu. Jadi kita tidak mudah menuduh orang lain itu buruk, yang kemudian kita bicarakan dan sebarluaskan keburukannya kepada orang lain lagi.

Tiga poin yang diuraikan di atas cukup sederhana, dan mudah dipraktikkan. Kalau kaum hawa masih belum bisa move on juga, itu tanda-tanda perempuan ketinggalan zaman. Cantik itu tidak suka menjelek-jelekkan orang lain, ladies. Kan sayang sudah cantik, eh, suka bergosip, bagaimana bisa menjaga kecantikannya? Kan cantik bukan sekadar wajah yang menawan, tapi perangainya juga menentukan dan menyempurnakan. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Cara Meraih Kebahagiaan Sejati

Memahami Cara Berpikir dan Ucapan Seseorang

Ingin Tahu Karakter Sahabatmu? Ajaklah Mendaki Gunung!

Gabung di Twitter kami:   

Video populer:

 

Video terbaru:



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas