Tol Laut (jembatan gantung) di Pantai Timang

Asmarainjogja.id – Di bagian selatan Kota Yogyakarta memang selalu menarik wisatawan lewat wisatanya. Kali ini Pantai Timang baru membuat “tol laut” dari bibir pantai ke Pulau Panjang. Tol laut ini juga menarik wisatawan dari Negeri Jiran. Tak heran setiap akhir pekan ramai wisatawan Malaysia ke Pantai Timang yang berada di Dusun Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta tersebut.

Jika selama ini warga atau wisatawan menuju ke Pulau Panjang menggunakan kereta gantung (gondola), tapi sekarang sudah ada “tol laut”, yang tentunya lebih mempermudah lagi. Wisatawan naik gondola dikenakan biaya Rp 150.000 menyebrang ke pulau tersebut. Sedangkan naik “tol laut” hanya Rp 100.000.

Bagi wisatawan yang tidak berani menyebrang naik tol laut, dan hanya berfoto  dikenakan biaya dari Rp 10.000 sampai 20.000. Soal keamanan tampaknya memang terjamin, hanya saja yang dibutuhkan adalah nyali. Sebab di tengah pantai, ombaknya sangat ganas. Bahkan saking derasnya ombak samudera hindia itu bisa menghantam tepat jembatan itu. Bisa dibayangkan bagaimana jika ada wisatawan yang sedang melintas.

Tol Laut Pantai Timang

Berfoto berlatar "Tol Laut" di Pantai Timang | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Minggu, 26 Maret 2017, sore itu gerimis membuat jalan sangat licin. Batu-batu cadas akses jalan menuju Pantai Timang semakin licin ketika diguyur air langit dan ramainya lalu lalang kendaraan warga dan wisatawan. Berkali-kali juga motor kami hampir temperosok ke jurang. Tanah kuning sepanjang jalan itu memang sangat menguras tenaga kami. Perlahan tapi pasti akhirnya kami sampai juga di Pantai Timang yang baru beroperasi  “tol lautnya”.

Saran saya, guys, kalau di musim penghujan sebaiknya naik ojek saja. Di sana ada pangkalan ojek khusus wisatawan Pantai Timang. Ongkosnya 25 ribu per orang, jarak tempuhnya sampai pantai seitar 3 KM. Kemarin itu saya tidak tahu bahwa jalannya sangat licin, sebab sebelumnya saya juga pernah ke pantai Timang. Hanya saja ketika itu meskipun gerimis, tidak banyak kendaraan yang lewat, jadi jalan tidak licin. Nah, ke Pantai Timang yang ke-3 kalinya  ini banyak kendaraan yang lewat, jalan sangat licin seperti disabuni.  

Wisatawan Malaysia melintas di Tol Laut

Wisatawan Malaysia melintas di Tol Laut | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Seperti sudah saya sampaikan di awal, Pantai Timang adalah pantai idolanya wisatawan Malaysia. Ketika sampai di sana beberapa pengunjung bercakap-cakap bahasa Malaysia, dan tampak sedang bersiap-siap menaiki tol laut. Wisatawan berjilbab itu sudah siap menjalani tol laut dengan tali tergantung pula di pinggang. Dua orang pemandu ada di belakang dan depan menjaga wisatawan itu sampai di Pulau Panjang. Dentuman ombak di kanan kiri, dan bawah ternyata tidak membuat ciut nyalinya. Kakinya semakin mantap menyebrang di atas “tol laut”.

Perempuan berjilbab dari negeri Jiran tersebut merupakan pengunjung terakhir operasinya “tol laut”, sebab hari sudah menjelang maghrib. Ah, untung saja kami sampai sebelum maghrib, kalau tiba di sana sampai maghrib apa yang bisa kami lakukan?

Saat itu warna air Pantai Timang agak kelabu, ini disebabkan karena hujan. Jika tidak di musim hujan, warna air pantainya biru, saya sendiri juga pernah datang ke sini di musim kemarau. Saat itu airnya tampak biru seperti langit. Indah dan keren sekali. Soal ombak juga jangan ditanyakan lagi di Pantai Timang, karena ombak di sini sangat dahsyat. Suara gemuruhnya buat merinding bulu kuduk, guys. Ngeri sekali jika melihat hantaman ombak ke tebing-tebing pantai.

Ombak di Pantai Timang

Ganasnya  Ombak di pantai Timang | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Untuk spot fotograpy atau selfie juga banyak di sini, kalau pengunjung ingin berfoto di spot-spot tertentu yang dibuat pengelola dikenakan biaya Rp 5.000. Ini pula salah satu daya tarik utama wisatawan yang sering berkunjung di Pulau Timang, berfoto cantik atau berfoto ganteng di pulau yang ada "tol lautnya" itu.

Wisatawan berjilbab asal Malaysia di Pantai Timang

Wisatawan berjilbab asal Malaysia di "tol laut" Pantai Timang tampak diapit pemandu | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Meskipun kami tampak buru-buru di sana karena hari semakin gelap, setidaknya kami sudah menikmati betapa kerennya Pantai Timang. Terlebih lagi teman kami yang pertama kali berkunjung ke sini. Kalau si Rizka Wahyuni, sudah 3 kali ke Pantai Timang. Itu pun dia tidak pernah bosan ke sini, selalu ingin dan ingin lagi. Sama halnya dengan saya, Pantai Timang itu memang pantai yang selalu dirindukan.

Hari sudah benar-benar gelap, satu persatu pengunjung pulang, tak terkecuali pihak pengelola yang tampak keletihan di wajahnya. Kami duduk sebentar di warung yang sudah tutup, mengobrol hangat dengan salah satu bapak-bapak di sana. Entah pengelola atau tukang ojek, tidak begitu jelas karena hari sudah gelap.

Pantai Timang

Pose Afni dan Veren terakhir menjelang pulang | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

“Wisatawan Malaysia senang ke Pantai Timang ingin coba naik gondola, Mas. Apalagi sekarang sudah ada jembatan gantungnya. Selain itu mereka juga suka wisata kulinernya, lobster,” kata bapak  itu pada saya.

“Oh, ya, Pak, kapan, ya, jembatan ini selesainya?”

“Baru 2 minggu jembatan ini selesai,” jawabanya.

Bapak  itu juga menjelaskan kenapa aliran listrik di sini belum ada. Karena saya melihat hanya ada 2 lampu yang menyala di warung sekitar Pantai Timang.

“Di sini listrik belum masuk, Mas, tapi pantai ini menggunakan listrik tenaga surya.”

Oh, pantesan saja gelap di sekitar pantai.

Obrolan hangat kami tak melupakan waktu yang sempurna gelap. Katanya, “Jadi gimana, Mas, mau pakai jasa ojek nggak? Soal harga diturunilah.”

Saya melirik ke arah teman-teman, “Gimana mau naik ojek, nggak? Motornya nanti juga sekalian dibawa?”

“30 Ribu, ya, pak untuk berdua, maklum, Pak, kami anak kos,” tawar Afni dengan wajah memelas.

“Ya, udah. Ayoklah!” sahut bapak itu langsung memanggail temannya.

Sungguh, guys, ini perjalanan yang sangat dramatis. Kami di pantai sekitar satu jam hanya menikmatinya, tapi perjalanan ke sini, aduh… duh berjam-jam. Nyaris 3 jam perjalanan baru sampai ke Pantai Timang dari Kota Yogyakarta. Meski begitu, berwisata ke Pantai Timang sangat seru, menegangkan, menyenangkan, meskipun jalan menuju ke sana buat encok kumat lagi, hahaha. [Asmara Dewo]

Liputan wisata ini didukung oleh  Padusi Hijab   

Lihat juga video kereta gantungnya, video dokumen asmarainjogja

Baca juga wisata baru di Yogyakarta:

The Lost World Castle, Sensasinya Seperti Tembok Cina

Hutan Pinus Pengger, Wisata Malam yang Lagi Populer di Yogyakarta

Petualangan Seru ke Jembatan Ekstrem Pulau Kalong

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas