Wanita Pengeja (Ilustrasi) | Foto Flickr

Aku terlalu letih mengeja setiap tatapanmu

Cinta

Bahagia

Kesedihan

Ataupun kebencian yang kau utarakan?

 

Aku tak pernah bisa paham

Lalu menebak-nebak dalam pesakitan yang kiat panjang

Napas tersengal

 

Nurani berbicara pada tatapan tajam yang tak bertuan

Hanya kebencian

Ya, aku pikir demikian

Bukankah aku mencintaimu?

 

Tapi, aku rasa tidak!

Kita hanya terjebak pada ilusi

Negeri dogeng pengantar tidur

Tulusku tak terbalas

 

Cintaku hanya semu

Tak bersambut

Hilang ditelan kebencian

Matamu cukup mewakili pertanyaaanku bermusim-musim

 

Tak usah di jelaskan

Aku paham matamu

Mata kita yang tak bisa pernah paham

Paham akan angan yang kian terkubur. 

 

Yogyakarta, 5 oktober 2016 [asmarainjogja.id]

Rizka Wahyuni

Baca juga:  Belenggulah Daku Tuhan 

Salahkah?



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas