Jalan ke Pantai Jungwok | PLB

Asmarainjogja.id--Hari itu  bersama kawan-kawan berkunjung  dengan mengendarai motor menuju salah satu tempat yang menjadi target kami. Dengan  tiga unit motor yang dikendarai berjumlah lima orang,  yaitu Bung Dewo, Bung Almo, Bung Defri, Bung Bayu,  dan aku sendiri.

Tempat yang menjadi tujuan destinasi kami kali ini adalah Pantai Jungwok yang berada di Desa Jepitu,  Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.    Menikmati suasana  pantai,  sekaligus  refreshing  untuk melepaskan penat dari kehidupan kota.  Terutama rasa bosan kami dengan kehidupan,  cara belajar di kampus yang terlalu monoton dengan tugas,  dan berbagai macam aktivitas borjuasi perkotaan.

Pantai Jungwok   masih terhitung salah satu tempat destinasi alam yang masih alami, karena keberadaan pantai ini memang berada di Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan jarak dari Kota Yogyakarta kurang lebih 77 KM. Sehingga belum terlalu ramai untuk dikunjungi oleh para turis, baik lokal maupun asing.

Keindahan pantai tidak bisa diragukan lagi naturalitasnya, berhubung tempat ini dikelola oleh masyarakat lokal di sana.  Dan belum ada keterlibatan swastanisasi coorporate  oleh pihak swasta sendiri. Destinasi wisata ini juga belum seramai pantai-pantai wisata lainnya, misalnya Pantai Parangritis, Pantai Depok dan pantai-pantai lainnya.

Pantai Jungwok ini   unik karena keberadaanya yang cukup strategis untuk para pecinta pantai,  camping,  dan snorkeling. Sebab kondisi pantainya  masih asri dan terbilang nyaman untuk menginap,  juga  berpiknik. Yang lebih menarik pantai ini adalah berdekatan dengan beberapa pantai lainnya, yaitu Pantai Sedahan, Greweng, Wediombo, Nampu dan beberapa destinasi pantai lainnya yang tak kalah cantik.

Salah satu yang juga menarik adalah Pantai   Greweng, yang terletak di sebelah timur Pantai Jungwok.  Konon   ceritanya Pantai Greweng menjadi tempat bertapa Bapak proklamator   Ir. Soekarno ketika berkunjung ke Gunungkidul. Sultan Hamengku Buwono IX juga pernah melakukan semedi di sana.

Tentunya tempat wisata ini menjadi potensi untuk wisata alam di daerah Kabupaten Gunungkidul. Karena  wisata pantai yang masih menawan dan cukup memberikan ruang ekonomi tambahan warga  Desa Jepitu.

Apalagi Kabupaten Gunungkidul sedang mengarah kepada daerah yang mementingkan tempat destinasi wisata, yang akan digarap untuk menambah ekonomi khususnya pendapatan daerahnya. Seharusnya potensi Pantai Jungwok dan sekitarnya juga perlu diperhatikan.

Namun ini menjadi tantangan juga bagi pemerintah daerah Gunungkidul, sebab infrastruktur dan akses untuk kesana masih belum telalu diperhatikan. Fasilitas infrastruktur yang memadai belum dimasifkan semaksimal mungkin.

Misalnya fasilitas jalan yang belum memadai ini bisa disaksikan ketika kami berkungjung ke Pantai Jungwok, perjalanan dari pusat Kota Mataram Islam cukup menyita tenaga karena jarak kesana yang cukup jauh.  Apalagi dengan kondisi jalan yang masih berlubang dan berbatu sehingga semakin menguras tenaga ketika sampai di daerah Desa Jepitu.  Perjalanan dari Yogyakarta saja kita dihadapi dengan jalan yang tidak terlalu luas dan medannya cekungan.

Medan jalan menuju Pantai Jungwok kalau dari desa Jepitu cukup menyita tenaga pengunjung.  Jalan yang berlubang, curam, dan  juga berbatu yang tentunya rawan kecelakaan bagi para pengunjung. Jalan yang penuh liku-liku bebatuan, pastinya  membuat wisatawan  kurang berminat mengunjungi pantai selatan Gunungkidul tersebut.

 

Pantai Jungwok | doc. asmarainjoja.id

Belum lagi akses air bersih yang cenderung tidak tersedia, akhirnya dengan segala keberatan membuat pantai ini tidak terlalu diminati pengunjung. Seharusnya pantai yang indah semacam ini harus diberikan perhatian lebih agar dapat membantu membuka peluang ekonomi,  khususnya warga Desa Jepitu

Belum lagi pengunjung dihadapkan dengan retribusi untuk masuk ke wilayah pantai tersebut. Retribusi untuk masuk ke wilayah beberapa pantai di Jepitu yaitu Rp. 5.000 per orang. Seharusnya dengan biaya retribusi itu sesuai dengan fasilitas yang memadai terutama fasilitas umum,  salah satunya adalah jalan yang seharusnya diaspal.

Dalam rangka menyukseskan pendapatan daerah dengan sarana wisata sebagai   salah satu bagian yang akan meningkatkan pendapatan pemerintah daerah Gunungkidul, seharusnya memerhatikan berbagai fasilitas yang  disiapkan dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebaiknya  lebih peka lagi dengan potensi pariwisata alam di daerahnya. Maka PEMDA Gunungkidul dengan dinas PU berkonsultasi untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya,  demi infrastruktur yang memadai. Terutama mengaspal jalan dari area  masuk Pantai Jungwok yang masih bebatuan dan rawan kecelakaan. 

Agar membuat para wisatawan tertarik untuk berekreasi ke Pantai Jungwok dan sekitarnya. Dan  ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah sebagai pelayan yang memberikan pelayanan publik terutama pemerataan pembangunan.

Pemerintah juga harus memerhatikan rakyatnya.  Agar pariswisata pantai tersebut tidak merugikan masyarakat dengan cara membiarkan swastanisasi untuk masuk mendirikan penginapan-penginapan mewah atau hotel di sana.  Karena hanya akan memberikan dampak buruk,  terutama menggeser masyarakat lokal di sana.  Terutama masalah tanah.

Maka pemerintah memberikan sistem kelola  tempat wisata tersebut kepada masyarakat lokal sebagai pemegang otoritas kolektif menjaga dan merawat. Yang tentunya lebih memberikan efek terhadap ekonomi yang ramah lingkungan,  contohnya dengan wisata agro tani salah satunya agro lidah buaya dan tanaman lainnya. Juga mendukungg penuh  pedagang-pedagang lokal untuk berjualan di sana.

Penulis: Paisal PS, anggota komunitas menulis Bintang Inspirasi 

Baca juga artikel Faisal PS lainnya: 

Angklung, Seni Mahal yang Direcehkan 

Super Daster di Pasar Beringharjo

Sisi Gelap Keindahan Nol Kilometer Yogyakarta 

Kampusku Kampusmu Kampus Kita

Mati-Hidup Gerakan Mahasiswa



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas