Home Belajar Menulis Tipe Penulis Bermental Cengeng

Tipe Penulis Bermental Cengeng

6 min read
0
0
29

Mental cengeng penulis (ilustrasi) | Foto Flickr

Asmarainjogja.id – Sering kali seorang penulis yang masih belajar mengeluh dan mengadu. Padahal sejatinya seorang penulis itu tidak boleh begitu, seorang penulis harus bermental baja. Meskipun suatu hari nanti penulis itu hanya bermain dengan kata, bahasa, dan kalimat di balik komputer, tapi sesungguhnya penulis itu juga harus berani menghadapi berbagai resiko yang menghadangnya. Mulai dari hinaan, fitnahan, dan ancaman.

Jangan kira penulis itu tidak beresiko, sebuah tulisan atas hasil buah pikirannya yang dibaca khalayak ramai terkadang menuai kontroversi. Bahkan dengan menulis pula bisa mendatangkan sesuatu yang buruk pada penulisnya sendiri. Misalnya saja penulis yang sering kontroversi di sebuah negara, yang menuai kerusuhan, tentu banyak juga segelintir orang yang ingin mencelakainya.

Kalau kita mau belajar dari sejarah, ada cukup banyak penulis tanah air akibat tulisan-tulisannya yang dibunuh oleh oknum yang tidak diketahui sampai saat ini. Dipenjara? Itu masih ringan. Nah, apalagi seorang jurnalis yang berani mewartakan kasus-kasus besar di sebuah negeri. Hilang, senyap, bahkan jasadnya sampai tak ditemukan.

Jadi lucu sekali jika yang masih belajar menulis sudah bermental cengeng, berbagai alasan dibuat-buat yang membuat dirinya sendiri berjalan di tempat untuk menjadi seorang penulis. Menulis adalah teori belajar praktik, bukan berbiacara, apalagi berbicara yang ngawur. Ketika ada cara belajara menulis yang baru didapat hendaknya langsung dipraktikkan, agar ilmu yang baru didapat langsung nempel, dan menjadi kebiasaan. Menulis itu perlu ketekenunan, kesabaran, keikhlasan, kefokusan, dan komitmen. Yang semuanya itu kembali pada mental seorang penulis. Nah, kalau mental cengeng, ya pasti tidak akan bisa jadi penulis profesional, yang diimpi-impikannya. Jadi sih penulis, tapi ya itu tadi penulis yang cuma bisa curhat.

Bertahun-tahun belajar menulis? Kok hanya bisa menulis tentang kecengengan diri sendiri saja, apa tidak malu dengan penulis lainnya yang sudah melejit cepat atas prestasinya! Lihat penulis yang di depan, jangan penulis yang di belakang (si pemalas).

Sebenarnya untuk belajar menulis itu tidak ada henti-hentinya, tidak ada habisnya ide menulis sebagai bahan praktik menulis. Kalau yang suka beralasan tidak ada ide menulis, jelas ini adalah tipe penulis pemalas. Ide menulis itu tidak ditunggu, tapi dicari. Kalau menunggu, sampai kapan menunggu ide itu muncul? Bisa jadi berhari-hari tidak menulis. Serius.

Nah, bayangkan ke depannya nanti, jika saat ini saja kita menjadi penulis yang banyak mengeluh, putus asa, dan berhenti di tengah jalan. Bagaimana mungkin jika menjadi seorang penulis besar yang dihinggapi berbagai masalah bisa bertahan untuk tetap menelurkan karya-karya? Terasa aneh, bukan? Mungkin itu sebabnya pula hanya orang-orang bermental baja saja yang bisa menjadi penulis besar.

Sekarang mulailah mengubah pola berpikir untuk beajar menulis, tanamkan di pikiran kita untuk selalu menulis, menulis, dan menulis. Tak ada waktu yang sia-sia begitu saja selain belajar menulis.

Tulislah apa saja yang mau ditulis, tulis apa yang terjadi pada diri kita saat menjalani setiap kehidupan ini setiap harinya. Jadikan sebuah tulisan yang diniatkan dari hati untuk kebaikan pembaca, agar tulisan-tulisan itu bisa menginspirasi dan memotivasi kepada orang lain. Bukankah sebagai manusia kita memang dituntut untuk berbuat kebaikan?

Nah, sebagai penulis yang memiliki suara keabadian tentu akan lebih dituntut lagi untuk menyebarkan kebaikan di permukaan bumi ini. Sebab seorang penulis pesan yang disampaikannya tak mengenal ruang dan waktu.

Maka teruslah belajar menulis, gigit kuat-kuat impian besar itu menjadi seorang penulis hebat. Seorang penulis yang bisa dibanggakan oleh keluarga, negara, dan agama.[]

Penulis:  Asmara Dewo 

Asmara DEwo

Baca juga: 

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube

 

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Belajar Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Penganiayaan terhadap Steven Menambah Kasus Rasisme Warga Papua oleh Aparat Keamanan

Asmarainjogja.id-Penganiayaan yang dilakukan oleh dua anggota Polisi Militer Angkatan Udar…