Home Travel Menyingkap Keindahan Hutan Pinus Grenden

Menyingkap Keindahan Hutan Pinus Grenden

18 min read
0
0
58

Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Asmarainjogja.id – Hutan Pinus Grenden mulai populer di kalangan wisatawan, dan para pencinta outdoor. Salah satu wisata di kaki Gunung Merbabu ini semakin menggeliat, apalagi satu  stasiun televisi swasta mulai melirik eksotisme Hutan Pinus Grenden untuk diekspos ke layar kaca.

Terlebih lagi di media sosial, foto-foto cantik mulai tersebar, dan tentu saja media-media online dan para  travel blogger berlomba-lomba mengulas pesona alam Hutan Pinus Grenden.

Hutan Pinus Grenden bisa dibilang sebagai penyempurna wisata hutan pinus di Indonesia. Bukan tanpa sebab? Di hutan Pinus Grenden tak hanya menjulang tinggi pepohonan pinus yang elok nan rindang, namun lebih dari itu, alam yang menyenangkan, keindahan hutan alami di pegunungan Merbabu, dan pucuk Merapi terlihat jelas yang menggugah siapa saja yang menatapnya.

Hutan Pinus Grenden

Taman bunga Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Dan kami sendiri, sudah berkunjung berkali-kali tanpa pernah mengucapkan bosan ke wisata yang satu ini. Begitulah keindahan yang tiada habisnya untuk dinikmati di Hutan Pinus Grenden. Kali ini kami berombongan dengan sahabat-sahabat dari Yogyakarta. Selain mengajak mereka untuk menjejali wisata yang baru populer ini, juga memenuhui undangan dari pihak panitia Hutan Pinus Grenden.

Tiba di gapura Hutan Pinus Grenden, tertulis pengumuman: Maaf Wisata Sedang Ditutup. Salah satu panitia, bagian humas sedang berdiri di tengah jalan, memerika siapa saja yang masuk ke objek wisata. Beberapa pengunjung tampak kecewa harus balik kanan, karena di objek  wisata memang ada pengambilan syuting dari stasiun televisi swasta.

Lalu bagaimana dengan kami?

Awalnya humas tersebut juga melarang kami masuk, dengan segala macam alasan. Kami juga tahu memang ada acara di Hutan Pinus Grenden. Namun karena juga diundang, tetap ngotot mau masuk, dan kami ingin langsung berhadapan dengan Ketua Pengelola Hutan Pinus Grenden.

Tidak mungkin dong, kami harus pulang dengan kekecewaan yang begitu dalam? Sementara hujan semakin deras.

“Baik, Mas, saya akan sampaikan langsung kepada ketua, tunggu sebentar,” kata panitia bagian humas tersebut, Minggu (13/11/2016).

Sekitar 15 menit ia pun datang kembali. Menyuruh perwakilan agar di antara kami menghadap Ketua Pengelola Hutan Pinus Grenden. Tanpa berlama-lama, saya dan Rizka langsung menuju ke lokasi.

Kami langsung menjumpai Purwoko. Purwoko salah satu panitia pengelola di sini, dan ia juga mendirikan warung di hutan pinus ini, melalui ia pula undangan itu disampaikan kepada kami.

“Jadi bagaimana ini, Mas?” kata Nur Rohman, Ketua Pengelola Hutan Pinus Grenden, yang didampingi Purwoko.

“Ya, saya dan teman-teman tidak mungkin balik begitu saja, sementara sekarang juga hujan deras. Dan saya bulan lalu sudah ke sini, Mas Purwoko juga langsung mengundang saya untuk ke sini. Nah, sebelumnya, saya memenuhi janji untuk bersama-sama mengenalkan wisata Hutan Pinus Grenden ke publik. Tentu saja melalusi situs kami yang diposting juga di situs Viva.co.id,” lanjut saya lagi, “Mas, tahu, kan? Viva.co.id? Nah itu Portal Berita dari anak cabang Stasiun Televisi TVOne?”

“Baik-baik, Mas, kami juga mengerti, jadi begini saja, Mas. Karena sekarang juga ada pengambilan syuting. Kami juga tidak mau acara ini terganggu, jadi Mas dan teman-teman silahkan masuk, tapi mohon jangan ke titik-titik pengambilan lokasi syuting,” kata dia.

Kami pun sepakat, sebelum syuting selesai, kami belum boleh ke sana ke mari, dan dipesankan juga kalau berjumpa dengan artis tidak mengganggu, seperti minta foto dan tandatangan. Jujur saja, saya tersenyum kecut. Seolah-olah saya tipe orang norak yang gemar minta tanda tangan, apalagi foto bersama artis. Kenapa tidak dibalikkan saja, nanti mereka yang minta tanda tangan dan berfoto dengan saya? Hahhaaha…

Saya kembali turun menjemput teman-teman yang menunggu di bawah. Setelah menceritakan kesepakan, mereka pun mengangguk setuju.

Hujan tak kunjung reda, bahkan semakin deras. Keindahan Hutan Pinus Grenden tertutup kabut, jarak pandang hanya beberapa meter saja. Sambil menunggu hujan reda, kami duduk di warung Purwoko, menceritakan kekonyolan yang baru saja terjadi. Minuman dan makanan hangat mengepul, kami seruput untuk menghangatkan tubuh kami yang akan membeku. Membeku? Sedikit berlebihan, sih.

Para crew stasiun televisi mondar-mandir tampak sibuk. Dan sempat juga melintas di hadapan kami beberapa artis yang kedinginan di bawah payung. Jujur saja, saya juga tidak kenal siapa artis tersebut. Teman saya bilang, dia juga salah satu model produk kecantikan.

Mulai dari tengah hari kami harus menunggu hujan, sampai di sekitar pukul lima belas, hujan mulai reda. Saya sudah tidak mau lagi cari informasi mengenai pergelaran tarian yang akan di syuting tersebut. Toh, untuk apa? Jika saya sempat menelan kekecewaan. Tapi pergelaran tarian itu tidak di Hutan Pinus Grenden, hanya di dusunnya saja.

Hutan Pinus Grenden

Berlatar belakang hutan pinus dan Pucuk Gunung Merapi di Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Setelah panitia dan para crew bubar, maka kami pun menuju titik-titik lokasi andalan Hutan Pinus Grenden. Benar saja, setelah diguyur hujan habis-habisan hutan ini, kabut pun tersingkap, keindahan Hutan Pinus begitu jelas dan menggoda sekali.

Teman-teman juga berdecak kagum menatapnya. Keindahan alam yang sungguh luar biasa. Jalan menuju ke Jembatan Hati juga sudah dibuat dengan bagus. Nah, di Jempatan Hati ini iconnya Hutan Pinus Grenden. Para wisatawan tak pernah luput mengabadikan foto di sini.

Jembatan Hati Hutan Pinus Grenden

Jembatan Hati di Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Jembatan Hati tersebut terbuat dari bambu, bentuknya memang seperti jembatan, dan bisa juga dibilang sebagai gardu pandang. Nah, di Jembatan Hati ini pula untuk menatap keindahan sangat bagus. Landainya Gunung Merapi terlihat sangat jelas, dan itu sungguh sangat indah, guys! Berjejer pula pepohonan pinus yang mengikuti landainya Gunung Merbabu. Sangat eksotis sekali.

Taman bunga di tengah rimbunan hutan pinus juga sudah cantik, dan tulisannya begitu jelas terbaca. Semoga saja wisatawan yang berfoto di sini tidak merusak atau terlalu liar kakinya sehingga membuat bunga-bunga itu terinjak.

Ada banyak wisata yang kami kunjungi, rusaknya dan bertambah jeleknya wisata itu karena para wisatawan sendiri. Mulai dari membuang sampah sembarang, hobi mencoret-coret, dan merusak fasilitas wisata yang ada. Dan tentu saja tidak terlepas dari abainya para petugas dari pihak pengelola.

Oh ya, mungkin selama ini untuk mendaki Gunung Merbabu dari Magelang, melalui via Chuntel, Wekas, Suwanting, atau Selo. Namun dari Jalur Grenden juga sudah dibuka jalurnya, sejak bulan Juli lalu. Jadi bagi teman-teman yang hobi mendaki gunung, tak ada salahnya melalui jalur Grenden ke Puncak Gunung Merbabu.

Hutan Pinus Grenden

Terlihat air terjun mengalir dari Sabana Gunung Merbabu di Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Dari Hutan Pinus Grenden, kami juga bisa melihat air terjun yang mengalir dari Sabana Gunung Merbabu. Gemuruhnya suara air terjun juga kami dengar dari lembah yang berada di depan Tebing Batu. Panitia pengelola Hutan Pinus Grenden menyebutnya Tebing Batu.

Baca juga:

Pesona Hutan Pinus Grenden di Kaki Gunung Merbabu

Berdamailah dengan Hati di Hutan Pinus Mangunan

Nah, apa yang menarik dari Tebing Batu? Baik, saya ingatkan kalau suatu hari nanti kamu ke sini, pastikan juga sempat berkunjung ke Tebing Batu. Letak tebing Batu berada di jembatan bambu dua, nah, dari bawah itulah akses jalan menuju Tebing Batu.

Hutan Pinus Grenden

Menuju ke Tebing Batu, Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Dan saya sarankan pula, kalau ke Hutan Pinus Grenden, apalagi khususnya ke Tebing Batu, pakailah sepatu trekking atau sandal trecking. Karena jalannya sangat licin dan ekstrem. Di sebelah kanan jalan, terdapat jurang yang begitu dalam, curam, dan berbahaya.

Memang ada pagar bambunya, namun saya rasa pagar tersebut belumlah bisa dikatakan safety. Dan pagar bambu itu juga tidak sepanjang jalan menuju ke Tebing Batu. Intinya kamu harus ekstra hati-hati saja melalui akses ini.

Kami sendiri saling mengingatkan, berjalan hati-hati, dan sesekali saling berpegangan satu sama lain. Pemandangan paling indah menurut saya di Hutan Pinus Grenden ini adalah menuju ke Tebing Batu. Hutan Pinus sangat indah tumbuh di lereng pegunungan Merbabu. Dan aliran air terjun yang deras di musim penghujan menambah keelokan panorama alam di sana.

Rerumputan hijau juga tak mau ketinggalan menampakkan wujud kecantikannya di lereng Gunung Merbabu itu. Rerumputan liar yang begitu subur tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk makanan hewan ternak mereka. Bahkan warga yang mulai gelisah sulitnya mencari rumput, mereka akan terus menyusuri lembah-lembah di Gunung Merbabu itu hanya untuk mencari rumput.

Hutan Pinus Grenden

Tebing Batu di Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Tebing Batu di sini sangat unik dan eksotis. Dinding tebing itu bentuknya terpotong-potong, seperti dibelah-belah dengan mesin super canggih. Padahal Tebing Batu itu terbentuk dengan sendirinya. Alam memang bisa mengubah segalanya, apalagi hanya cuma bentuk potongan seperti itu.

Baca juga: 

Berburu Foto di Hutan Pinus Top Selfie

Serunya Jadi Kepompong di Hutan Pinus Imogiri

Hutan Pinus Grenden

Gardu Pandang di Tebing Batu, Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Tepat di depan Tebing Batu, ada gardu pandang yang juga dibuat dari bambu. Dan sepertinya cukup kokoh untuk dimuaat sampai beberapa orang. Sangat cantik untuk berfoto di sini, atau juga bagi kamu yang suka sekali menatap alam hijau nan indah, puas-puasilah menatapnya dari gardu pandang tersebut.

Seperti yang sudah disinggung di atas, deru aliran air terjun semakin jelas terdengar dari sini. Air terjun dari beberapa mata air juga bisa kami saksikan. Sebenarnya kalau belum juga petang, kami tak ingin beranjak dari sini. Sebab keindahan alam dari Tebing Batu ini tiada habisnya untuk dinikmati. Apalagi ke sini bersama sahabat-sahabat terbaik, pastinya kalian yang datang ke sini tak mau pulang. Serius!

Hutan Pinus Grenden

Kabut mulai turun menutupi keindahan hutan pinus di kaki Gunung Merbabu, Hutan Pinus Grenden | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Nah, Hutan Pinus Grenden berada di Dusun Grenden, Desa Pogalan, Kecamatan Pakisan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk tiket masuknya hanya Rp 2.500 per orang, dan biaya parkir motor Rp. 2.000, sedangkan mobil Rp 4.000.

Rute ke Hutan Pinus Grenden juga mudah, kalau dari Yogyakarta, menujulah ke Magelang. Sampai di Muntilan, ada vihara di sebelah kanan. Lalu berbeloklah dan ikuti saja jalan tersebut sampai ke Pasar Talun dan Pasar Suko.

Dari Pasar Suko, menuju lagi ke Jln Raya Kopeng, dan ambil arah ke Ketep Pass. Lalu tinggal mengikuti saja Jln. Ketetp pass, sampai menuju Dusun Grenden. Nanti kamu bisa lihat gapura di sebelah kanan jalan, Hutan Pinus Grenden. [Asmara Dewo]

 

Baca juga di Klickberita.com:

Cantik Mana, Hutan Pinus Grenden, Hutan Pinus Top Selfie, atau Hutan Pinus Mangunan?

Tonton video Tebing Batu di Hutan Pinus Grenden

Lihat juga: 

Kaos Gunung Semeru, Persembahan dari Asmara In Jogja

Kaos Gunung Semeru

 

Clorist Florist Pesanan Bunga Terbaik di Yogyakarta

Clorist Florist Yogyakarta

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Penganiayaan terhadap Steven Menambah Kasus Rasisme Warga Papua oleh Aparat Keamanan

Asmarainjogja.id-Penganiayaan yang dilakukan oleh dua anggota Polisi Militer Angkatan Udar…