Home Berita Di Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswi UWM Yogyakarta Bacakan Puisi Perlawanan

Di Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswi UWM Yogyakarta Bacakan Puisi Perlawanan

5 min read
0
0
92

Aksi long marc di Malioboro Yogyakarta | Foto Dok. Komsat SMI UWM

Asmarainjogja.id – Aliansi Mahasiswa Anti Penindasan mengkritisi masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka yang tergabung dari berbagai universitas mengadakan long march dari Parkiran Abu Bakar Ali sampai Titik Nol Yogyakarta. Pada aksi Sumpah Pemuda tersebut mereka mengangkat tema ‘Perkuat Gerakan Rakyat, Lawan Kapitalisasi Pendidikan, dan Wujudkan Demokrasi Sejati.

Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Anti Penindasan, Fajri Ramadhan alias Vicki tampak berorasi politik di atas mobil komando, “Memperingati hari Sumpah pemuda, hari ini kita mengkritisi persoalan rezim Jokowi-JK telah gagal mensejahterakan rakyat. Bahwa hari ini di rezim Jokowi-JK memulai persoalan berbagai banyak penghisapan (rep: merugikan rakyat) yang dilakukan sektor. Di persoalan sektor pendidikan begitu banyak perampasan-perampasan hak warga negara untuk mengenyam dunia pendidikan,” kata Vicki dengan nada berapi-api, Minggu, 28 Oktober 2017.

“Berapa banyak kasus drop-out yang terjadi dari Sabang sampai merauke, ketika mahasiswa ingin mengkritisi persoalan situasi kampusnya. Kita lihat kawan-kawan, Ketika mahasiswa mengkritisi persoalan rezim hari ini direpresif oleh aparat kepolisian. Berarti sudah jelas, bahwa aparat memang di-setting untuk mengamankan modal,” lanjut Vicki lagi.

Dia juga mengkritik deklarasi yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa di Lapangan Krida persoalan gerakan mahasiswa radikal, “Bahwa hari ini, kawan-kawan seluruh mahasiswa Yogyakarta telah berkumpul di Mandala Krida. Mendeklarasikan bahwa mahasiswa anti radikalisme. Radikalisme yang seperti apa? Apakah rezim hari ini tidak boleh dikritisi, kawan-kawan? Ketika semua kebijakan yang dia telurkan tidak berpihak bersama rakyat.”

“Kita lihat rezim Jokowi-JK telah menelurkan suatu peraturan pemerintah, khususnya di sektor perburuhan. Seluruh kenaikan upah buruh sudah diatur di peraturan pemerintah, bahwa upah buruh naik 5 tahun sekali,” tegas Vicki menanggapi upah buruh.

Selain di sepanjang jalan para mahasiswa itu berorasi, juga di depan gerbang Kantor DPRD dan Gubernur D.I. Yogyakarta. Arshad Arifin selaku anggota Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dari pusat menuntut langsung terhadap Gubernur Yogyakarta. Tuntutan orasi itu adalah soal mahasiswa Universitas 45 yang di-dropout karena menuntut transparansi dana kampus.

“Sebagai kepala pemerintahan DIY dan poros Kota Pendidikan harus bertanggungjawab atas tindakan atas pemberangusan budaya kritis mahasiswa,” kata Arshad lantang.

Mahasiswa akhir di Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta tersebut juga menghimbau kepada seluruh warga yang mendengarkan orasinya, “Bangun persatuan gerakan rakyat yang mandiri dan perspektif kesadaran kelas sebagai anti tesis dari partai politik borjuisi hari ini,” tutur Arshad.

Selanjutnya aksi massa long march menuju titik nol, meskipun hujan gerimis, semangat pemuda Indonesia di dada mereka terus berkobar. Tiba di titik nol, mereka membuat lingkaran, dari atas mobil komando para orator menyampaikan aspirasinya di tengah lalu lintas yang padat.

 

Tak hanya orasi, mahasiswi asal UWM Yogyakarta, Nur Cahya, membacakan puisi Widji Tukul, “Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan,
 maka hanya ada satu kata: lawan!”

Para aksi kompak menjawab, ‘lawan!’ Aksi damai itu pun ditutup dengan pembacaan tuntutan oleh Vicki, “1. Cabut UU No 20 Tahun 2003, Sisdiknas, 2. Wujudkan jaminan pendidikan nasional dengan meningkatkan alokasi anggaran pendidikan pada APBN, maupun APBD, 3. Cabut Undang-undang Pendidikan Tinggi.”  

“4. Cabut UU Ormas Nomor 2 Tahun 2017, 5. Tolak drop out sepihak oleh Rektor UP 45 Yogyakarta dan kampus lainnya, 6. Hentikan refresifitas gerakan mahasiswa dan rakyat,” pungkas Vicky.

Rep: Asmara Dewo

Baca juga:

Dosen Bolos Kuliah 

Jelang Hari Sumpah Pemuda, SMI Komisariat UWM Yogyakarta Menggelar Mimbar Bebas

6 Karakter Dosen, Nomor 5 Paling Geram Mahasiswa

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Problema Transpransi dan Akuntabilitas Penyebab Korupsi

Asmarainjogja.id-Minimnya pejabat publik yang memiliki kesadaran tranparansi dan akuntabil…