Home Uncategorized Opini PSBB Bagaikan Burung dalam Sangkar

PSBB Bagaikan Burung dalam Sangkar

10 min read
0
0
197

Ilustrasi menerapkan PSBB di wilayah Jakarta Selatan | Viva.co.id

Asmarainjogja.id–Virus Corona telah membuat seluruh masyarakat dunia mengalami kesulitan untuk beraktifitas. Bahkan diberbagai negara telah memberlakukan kebijakan  lockdown. Berbagai cara   telah dilakukan oleh setiap negara. Tak terlepas juga bagi Indonesia.

Walau Indonesia tidak memberlakukan  lockdown, namun pemerintah telah mengeluarkan anjuran bagi masyarakatnya untuk membatasi kegiatan sosial atau physical distancing.  Tapi, itu hanya sebatas anjuran saja.   Yang sifatnya mau ikut instruksi bagus, bersikap bodoh amat juga tak masalah. Tidak memberlakukan hukum yang tegas!

Seiring berjalannya waktu, dengan dikeluarkannya Permenkes  No.  9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 adalah kelanjutan dari Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) boleh dilakukan bagi tiap daerah. Namun harus lewat izin dari pemerintah pusat. Tidak semua daerah yang ada di Indonesia memberlakukan kebijakan PSBB. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dilewati jika ingin menerapkan kebijakan tersebut.

Hingga saat ini, daerah yang diizinkan oleh pemerintah pusat untuk memberlakukan PSBB yaitu DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Tanggerang, Kabupaten Tanggerang, Kota Tanggaerang Selatan, dan Kota Pekanbaru.

PSBB sebagian besar diberlakukan di daerah yang dekat dengan DKI Jakarta, yakni BoDeTaBek. Karena wabah ini paling banyak menyerang di DKI Jakarta, sehingga rentang menyebar ke daerah di sekitarnya. Sehingga daerah tersebut berhak untuk memberlakukan PSBB.

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui PSBB, sehingga ditemukan masyarakat melanggar ketentuan yang sudah diberlakukan. Pemerintah harus rajin mensosialisasikan kebijakan yang diberlakukan di daerahnya masing-masing, agar masyarakat mengikuti aturan.

PSBB ini tidak mudah dilakukan oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang masih terbiasa dengan aktivitas sehari-hari. Sehingga masih banyak ditemukan perkumpulan manusia. Butuh edukasi lebih intens kepada masyarakat tentang bahaya wabah ini dan cara melawannya.

Sejatinya manusia adalah makhluk sosial, sehingga untuk membatasi kodrat manusia ini butuh waktu yang tidak sebentar, memaksa manusia untuk diam di rumah hingga saat ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Yang ada di pikiran mereka adalah bekerja dan mendapatkan uang sehingga bisa makan.

Bagi daerah yang memberlakukan PSBB, maka aparat harus bekerja ekstra keras. Menindak bagi siapa saja yang melanggar ketentuan. Masih banyak ditemukan warung yang buka. Sehingga Satpol PP menutup paksa warung tersebut dan mengangkut kursi dan meja agar tidak membuka warung.

Bagi pengendara mobil maupun motor yang melintas tidak mengenakan masker. Maka aparat setempat menghukum mereka. Sejatinya kebijakan ini harus memang benar-benar harus menindak secara tegas bagi mereka yang masih melanggar kebijakan yang dibuat pemerintah.

Selain itu, bagi pengendara sepeda motor yang berboncengan sebaiknya perjalanan satu arah dan satu alamat. Ini dilakukan agar pengendara motor tidak mengantar penumpang ke daerah lain. Ditakutkan nanti akan membawa virus ke tempat lain sehingga dapat menyebar secara massif.

Jika ada pabrik yang masih buka dan karyawan masih bekerja. Maka pemerintah daerah secara paksa akan menutup dan menyegelnya. Serta bagi masyarakat yang kedapatan sedang berkumpul maka secara paksa akan dibubarkan.

Sebuah kebijakan yang dibuat dapat diimplementasikan apabila si pembuat tersebut melaksanakannya dan mengeksekusinya. Disini yang menjadi sosok vital dalam menjalankan kebijakan PSBB adalah aparat penegak hukum, serta dibantu oleh TNI.

Apakah dengan diberlakukannya kebijakan tersebut dapat menekan angka orang yang mengidap Virus Corona?  Tentu ini adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Presiden Joko  Widodo pernah mengatakan bahwa tidak semua negara bisa menerapkan kebijakan lockdown, karena setiap negara mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda.

Jika berkaca pada negara India yang memberlakukan lockdown. Masih banyak beberapa hal yang harus diperhatikan. Sebab  di India terjadi kericuhan. Banyak warga yang mengeluhkan pemerintah karena tidak dapat bekerja seperti biasanya,  sehingg terjadi kelaparan. India juga merupakan salah satu ketimpangan sosial ekonomi yang tinggi. Dengan berlakunya sistem kasta.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk lebih kurang 270 juta jiwa. Disebut juga negara kepulauan. Penyebaran virus dapat dilakukam dengan menutup akses orang-orang dari pulau A ke  pulau B. Dengan dilarangnya orang-orang yang berdatangan antar pulau ini dapat mencegah penularan wabah corona.

PSBB  saya rasa masih kurang efektif, jika transportasi umum masih beroperasi. Bukankah masyarakat yang bekerja menggunakan transportasi umum dan akan rentan terkena virus corona. Sebaiknya kebijakan PSBB  ini dikaji ulang. Dan menemukan win-win solution  antara pemerintah dan masyarakat.

Dan jangan lupa, pemerintah harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Selain banyak warga negara Indonesia yang membuka donasi serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang berdampak. Namun, pemerintah di sini juga harus mencukupi kebutuhan warganya sehari-hari. Harus dihitung berapa jumlah per kepala keluarga serta di jamin kesehatannya.

Jika diibaratkan masyarakat ini tak bedanya seperti burung dalam sangkar. Dikurung, disuruh jemur dan mandi. Namun tak diberi makan. Lebih baik lagi seekor burung dalam sangkar yang diberi makan. Pembayaran pajak serta uang negara yang digunakan hanya untuk keperluan yang tidak penting seperti ASN yang rapat-rapat keluar, Perjalanan dinas yang tidak penting-penting amat lebih baik dialokasikan untuk masyarakat kecil yang terdampak.

Serta PSBB ini janganlah semata-mata untuk menunjukkan arogansi pemerintah kepada rakyatnya. Rakyat hanya manusia lemah. Hanya akan tunduk pada peraturan yang dibuat, mereka tidak dibekali senjata untuk melawan aparat. Ketegasan ini janganlah disalahgunakan menjadi tindakan yang represif.

PSBB harus benar-benar diperhitungkan lagi secara matang. Walau tujuannya baik untuk melawan wabah. Namun harus diperhatikan lagi perekonomian warga. Semoga wabah ini segera berakhir dan kita semua dapat beraktifitas seperti biasa lagi.

Penulis: Angin, PJ Internal komunitas menulis Bintang Inspirasi

Baca juga artikel Angin lainnya:

Pilunya Dampak Covid-19 dari Segi Ekonomi dan Sosial

Virus Corona Seperti Buah Simalakama

Setelah Putusan MK, Apa Kabar Cebong dan Kampret?

Pentingnya bagi Mahasiswa dalam Berorganisasi di Kampus 


  • Tetap Berkarya di Musim Virus Corona

    Asmarainjogja.id–Lockdown, karantina wilayah, darurat sipil, isolasi diri, dan apapu…
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Opini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sebelum Berangkat, Ini 10 Tips Bertualang ke Curug Lawe

Asmarainjogja.id-Pesona Curug Lawe yang berada di Lereng Gunung Ungaran memang tak diraguk…