Home Travel Tujuh Momentum Ini Bikin Rindu Traveling Bersamanya

Tujuh Momentum Ini Bikin Rindu Traveling Bersamanya

10 min read
0
0
370
Ilustrasi traveling |Photo by Sebastian Voortman from Pexels

Traveling membuat kita menjadi bahagia, karena perjalanan itu mengantarkan kita pada suatu tempat yang menarik. Sehingga objek-objek yang telah dikunjungi tersebut membekas pada memori kita, dan akhirnya menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Menurut studi Klinik Marshfield di Winconsin menyatakan bahwa wanita yang berlibur hanya sekali dalam dua tahun akan beresiko mengalami depresi dan stres.

Studi lainnya dari American Psychological Association pada 2013 menyatakan bahwa liburan dan traveling akan mengurangi stres, dan menjauhkannya dari lingkungan yang memberikan tekanan .

Selanjutnya sebuah survei dari perusahaan wisata Twiddy mengungkapkan ketika melakukan perjalanan bersama pasangan, sisa-sisa “perasaan senang” akan terus bertahan hingga satu bulan ke depan (Liputan6.com).

Nah, karena sudah lama tidak traveling, tujuh momentum inilah yang membuat kita rindu traveling, silahkan disimak, ya?!

1. Pemandangan alam yang begitu indah

Ilustrasi menatap sunset di pantai | Photo by alexandre saraiva carniato from Pexels

Tentu saja pemandangan alam yang begitu indah membuat kita ingin lagi menatapnya. Seperti ada magnet yang menarik-narik agar kita lekas ke sana, sayangnya keinginan traveling tidak bisa dilakukan, mungkin karena hal-hal tertentu.

Misalnya saja bersama orang tercinta menatap sunset di tepi pantai. Uhhh, itu adalah momentum yang selalu dirindukan bersama orang terkasih. Memang ada kedamaian dan kebahagiaan ketika kita menatap si bundar oranye ditelan lautan. Ajaib! Tapi memang begitulah fenomena alam yang selalu membuat jatuh cinta anak manusia.

2. Perjalanan menuju objek yang dituju

Ilustrasi traveling pakai motor |Photo by Ajay Donga from Pexels

Hal yang begitu sulit dilupakan adalah momentum perjalanan menuju objek yang dituju. Ada cerita-cerita menarik, lucu, konyol, yang tertuang saat di perjalanan. Terlebih lagi si dia adalah sosok yang romantis, tentu momentum itu ingin diulang lagi.

Bagaimana kita mengingat rangkulannya begitu kuat, sementara motor yang kita pacu melewati jalan yang meliuk-liuk. Kanan-kiri hutan, pepohanannya menjulang tinggi, berdaut lebat. Dan berhenti sejenak menghirup udara perbukitan yang begitu segar. Hmm, dada itu terasa lapang rasanya.

3. Menghabiskan waktu bersama

Ilustrasi menghabiskan waktu | Photo by Etienne Boulanger on Unsplash

Traveling bagi kalangan tertentu adalah menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai. Jika tempat yang dikunjungi cukup jauh, bisa seharian bersama. Tentu itu sangat seru, dan memang itu yang dicari, selain menikmati keindahan alam.

Momentum bersama orang yang disayangi saat traveling, dengan momentum sehari-hari di rumah, itu bedanya jauh sekali. Boleh jadi di rumah cuek, jutek, eh, kalau di tempat wisata lebih perduli. Seakan menolak senja untuk pulang. Betah di sana berlama-lama bersamanya.

Andai boleh memohon kepada sang waktu, mungkin inilah permintaannya, “Plisss… hentikan waktu ini. Biar kami bisa selamanya di sini.”

4. Kuliner yang lezat

Ilsutrasi kuliner | Photo by Christian Siallagan on Unsplash

Kuliner lezat yang pernah disantap saat traveling, seakan rasanya tak pernah hilang dari ingatan. Kuliner dan traveling memang tak bisa dipisahkan, seperti dua sejoli.

Terlebih lagi kuliner itu haranya murah meriah, sang penjual tidak memanfaatkan pengunjung luar. Dan ditambah lagi penjual itu ramah dan memberikan informasi-informasi terkait traveling kita.

Saling mencicipi makanan yang berbeda saat dipesan juga menjadi kerinduan yang begitu kuat. Tidak malu-malu lagi, saling suap-suapan, meskipun si ibu penjual tersenyum melihatnya.

5. Lebih romantis

Ilustrasi traveler | Photo by Timo Stern on Unsplash

Alam mampu menghayutkan siap saja yang menatapnya. Terbuai dengan suasananya yang syahdu membuat seseorang menjadi lebih romantis. Tentu saja karena rasa bahagia itu menjadikannya tidak mau membuang waktu indah dengan sia-sia.

Jadi tak heran, jika seseorang medadak romantis saat traveling. Padahal boleh jadi sebelumnya ia adalah makhluk yang kaku nan dingin. Bicara seadanya, bertindak kalau dibutuhkan, dan mendengar jika diminta.

Jika ini adalah obat mujarab dari alam semesta, kenapa harus repot-repot memaksa seseorang untuk bersikap romantis? Ajak saja traveling, dan lihat hasilnya.

Kabar germbiranya adalah alam bisa melanggengkan hubungan. Ya, karena keromantisan si dia yang akan selalu menguatkan hubungan itu.

6. Pemainan objek wisata

Ilustrasi ayunan langit | Photo by Artem Beliaikin on Unsplash

Pada objek wisata tertentu ada beberapa permainan yang sangat seru. Dan itu sangat membekas pada ingatan, terlebih lagi ada momentum jantung yang rasanya mau copot, wah itu tentu lebih gokil lagi.

Misalnya saja ayunan langit. Pernah mencobanya? Sensasinya seperti dilempar ke angkasa. Takut, cemas, tapi ketagihan. Lucunya momentum seperti itu lebih teringat dibandingkan permainan yang tidak memicu adrenalin.

Permainan yang demikian bisa menunjukkan apakah si dia penakut atau punya nyali menghadapi tantangan? Karena mengurus soal hubungan juga dilandasi dengan keberanian untuk memilih, bertahan, dan menjaga.

7. Mendapat kenalan baru

Ilustrasi traveler |Photo by Tirachard Kumtanom from Pexels

Seorang traveler tak melulu tentang objek wisata saja, tapi juga orang-orang di sana. Bagaimana ia berkenalan dengan warga setempat, berkenalan dengan sesama traveler, dan perkenalan itu ternyata berlanjut di kemudian hari.

Wajar saja kenapa traveler itu banyak sekali teman-temannya. Karena selain bersilaturahmi dengan alam, ia juga menjalin silaturahmi antar manusia. Tak heran, dia senang sekali menjulurkan tangannya, dan saling bercerita pengalaman masing-masing saat traveling.

Jadi jangan cemburu dulu, ya, kalau si dia itu ramah terhadap siapa saja yang baru kenal. Karena memang sifat alamiah seorang traveler begitu. Lagi pula bersyukurlah kalau dia disukai banyak orang karena keramahan dan suka bergaul, daripada dibenci karen sifat individualis.

Nah, itulah tujuh momentum yang selalu dirindukan saat traveling bersamanya. Berhubung saat ini masih masa karantina, sabar dulu untuk melanjutkan petualangannya.

Sebagai pengobat rindu lihatlah dokumentasi kalian bersama, entah itu dokumentasi foto atau video. Atau mungkin juga catatan perjalanan yang penuh suka cita. [Asmarainjogja.id/Asmara Dewo]

Baca juga artikel wisata lainnya:

Pantai Banyu Tibo, Sensai Air Terjun dan Serunya Berenang Dihantam Ombak

Dari Pasir Berbisik, Hari Raya Kuningan, Sampai Bertaruh Nyawa di Kawah Bromo

Petualangan Kami di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Indahnya Bukit Teletubbies (Padang Sabana) di Bromo Tengger Semeru

Berjumpa dengan Putri Gimbal Dieng
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kepadamu yang Tak Merindukanku: Kini Kutahu Rindumu Bukan untukku

Ilustrasi perempuan sedih yang mendalam | Pixabay from Pexels.com Asmarainjogja.id-Berbula…