Home Belajar Menulis Semoga Mereka Kembali ke Jalan yang Benar, Jalan Literasi

Semoga Mereka Kembali ke Jalan yang Benar, Jalan Literasi

9 min read
2
0
316
Ilustrasi menulis | Photo by Bonnie Kittle on Unsplash

Asmarainjogja.id-Sejak diberlakukan Work From Home (WFH) 16 Maret lalu, saya sudah mulai gelisah. Terlebih lagi tidak bisa beraktivitas seperti biasa, yaitu jualan di Sunmor UGM, bertani lidah buaya di Gunungkidul, diskusi menulis di BI atau PLB. Saya sangat yakin, pasti bosan sekali di kos. Apalagi semua anak kos sudah pulang kampung jauh sebelum diberlakukan lockdown.

Awal mula isolasi diri, saya coba mencari informasi daerah teman-teman yang lain, ternyata di daerahnya ada yang lockdown, ada juga yang tidak. Tapi untuk berkunjung ke tempat mereka sangat sulit. Bahkan ada yang melarang warga lain masuk ke wilayahnya.

Semua itu dilakukan warga demi memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Memang hasil dari kerja keras warga membuahkan hasil. Dusun yang melakukan lockdown, warganya terhindar dari virus. Ini setahu saya.

Hari-hari pertama memang sangat membosankan. Bingung mau melakukan apa di kos. Saya juga sempat membeli buku agar menghindari rasa bosan. Ya, lumayan bisa menemani hari-hari isolasi. Namun, seiring waktu mulai lagi kebosanan itu. Seperti orang ling-lung kalau di kos. Mungkin karena cuma sendiri di kos, ya?

Nah, sampai di kemudian hari ada tagihan hosting website. Sejak itu juga saya mulai berpikir untuk kembali mengembangkan situs saya ini. Awal-awal yang saya lakukan adalah mengubah template situs yang selama ini jadul ke yang lebih modern lagi. Selain itu upgrade hosting agar lebih bagus.

Selanjutnya mengisi konten.

Sebenarnya kegiatan hari-hari seperti ini sudah saya lakukan sejak 2015 lalu. Yang mana saat itu adalah awal-awal tahun di Yogyakarta. Karena tidak cocok bekerja di perusahaan, dan jualan tidak laku, maka saya mantap untuk menulis. Dulu, impian saya waktu itu adalah menjadi penulis hebat. Tentunya hebat versi saya sendiri.

Bertahun-tahun saya menulis, dari segi materi sungguh menyedihkan. Belum juga mendapatkan penghasilan dari situs. Padahal untuk membuat situs biayanya cukup mahal, beli domain dan biaya tahunannya, juga biaya hosting. Sedih sekali. Bingung selanjutnya mau bagaimana.

Selain menulis, kegiatan saya adalah buat vlog di YouTube. Nah, beberapa tahun kemudian barulah mulai mendapatkan penghasilan dari vlog. Itu pun tidak seberapa. Tapi karena penghasilan dari hobi. Pasti senang sekali, bukan?

Dan pada September 2017, kegiatan menulis dan vlog sudah berhenti. Karena waktu itu saya melanjutkan kuliah di sini. Sibuk seperti mhasiswa pada umumnya, belajar, berdiskusi, sesekali ikut demo, dan lain sebagainya. Sedangkan setiap hari Minggu jualan di Sunmor UGM. Soal keuntungan jualan lumayan.

Sekarang di kos sehari-hari saya adalah membaca, menulis, menonton film, dan merawat kucing. Malas sekali kalau keluar kos, karena disemprot disinfektan. Baunya menyengat. Kandungan pada cairan itu membuat saya pusing. Bahkan kalau pusingnya tak tertahankan lagi, saya harus mandi meskipun sudah malam. Jadi keluar gang sehari cuma sekali.

Bagi pembaca setia saya, mungkin tak heran lagi kalau tulisan di situs ini juga diposting di Viva.co.id. Karena memang sejak 2016 sudah bermitra. Tulisan-tulisan di situs saya akan diposting juga di Viva.co.id. Tentunya ada kriteria tulisan.

Jadi saya selalu menulis untuk mengisi konten di situs. Sebenarnya siapa saja boleh menulis di sini, kok. Yang penting tulisannya bisa dipertanggungjawabkan. Dan kalau beruntung tulisannya juga bisa diposting di Viva, lho. Bagus untuk promosi gratis, toh?

Saya juga bisa maklum kepada orang yang menganggap bahwa, “Ngapain menulis kalau nggak ada uangnya.”

Andai penulis-penulis hebat negeri ini fokus utamanya uang, mungkin kita akan menjadi bangsa yang buta literasi. Karena untuk diketahui, dunia penulisan tak hanya soal materi, tapi perjuangan. Uang memang penting, tapi bukan tujuan utama, itu hanya bonus.

Saya tentu tidak akan menulis lagi, jika di benak saya hanya uang… uang.. uang… karena jujur saja saya menulis karena cinta. Ya, senang saja. Puas kalau karya itu terbit dan dibaca banyak orang. Bonus-bonus menulis itu hanya untuk biaya situs dan kopi saja. Bukan penghasilan utama. Tapi kalau menjadi pengahasilan utama, ya, bagus. Hahaha.

Soal mendapatkan uang saya lebih mengandalkan pada bidang bisnis.

Nah, ini rahasia bagaimana menaikkan branding kita secara cepat atau mengiklankan produk ke khalayak ramai. Ya, salah satunya dengan menulis. Dengan menulis kita dekat dengan pembaca. Pembaca adalah calon customer. Calon customer bisa jadi customer. Nah, kalau jadi customer itulah lubang rezeki kita.

Paham, ya, maksudnya?

Itu kalau mau memanfaatkan skil menulis untuk mendapatkan uang secara cepat. Kalau mau santai-santai saja, bangun situs, mungkin dari bloger. Butuh tahunan untuk membangun blog yang menghasilkan.

Saya juga kadang sedih melihat teman-teman yang sewaktu belajar menulis dulu sekarang sudah tidak aktif lagi. Terkadang kangen juga ingin membaca karya-karyanya. Entah apapun jenis tulisan itu, pasti akan membuat saya senang.

Tidak tahu juga alasannya kenapa sekarang tidak menulis lagi. Apakah sudah berganti profesi jadi Vlogger atau pensiun? Hmmm, atau jangan-jangan sudah mengibarkan bendera putih karena dari menulis tidak mendapatkan pemasukan. Entahlah… semoga mereka kembali ke jalan yang benar, jalan literasi.

Musim corona yang memaksa kita di rumah saja sebenarnya waktu yang tepat untuk berkarya. Karena sia-sia saja waktu jika dimanfaatkan untuk akses internet yang tidak penting. Lebih baik lagi waktu ini dimanfaatkan untuk menulis. Paling tidak dengan menulis menghindari rasa jenuh, dan gangguan mental. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Menyebalkan, 5 Hal Ini Dibenci Penulis Pemula

Tetap Berkarya di Musim Virus Corona

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Belajar Menulis

2 Comments

  1. genoldies

    April 30, 2020 at 5:38 am

    Kembalilah ke jalan yang metal, jalan menulis!

    Reply

  2. […] Semoga Mereka Kembali ke Jalan yang Benar, Jalan Literasi […]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ara dan Kota Kenangan

Asmarainjogja.id-Matahari kian ganas menunjukkan panasnya, seakan-akan berada di atas kepa…