Home Lifestyle Pria dan Wanita Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On

Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On

10 min read
4
0
518
Ilustrasi sulit move on | Photo by Elice Moore on Unsplash

Asmarainjogja.id-Kegagalan membina hubungan adalah hal yang lumrah terjadi. Namun terkadang pada beberapa kasus, seseorang sulit sekali untuk move on dari masa lalunya. Terlebih lagi orang yang dicintainya itu sudah menikah. Pupus harapan keinginan merajut tali cinta.

Hal yang demikian membuat si korban berkubang pada kehidupan nestapa. Hidup seperti ‘mati’. Kehidupannya pun stagnan, tidak punya ambisi lagi pada impiannya. Seolah-olah hidup ini tidak berguna lagi baginya. Dia sudah lupa, apa sebenarnya fungsi keberadaanya hidup di dunia ini.

Bagi orang lain yang menganggap sepele kasus seperti ini selalu merendahkan si “korban patah hati”. Tampak menyederhanakan, bahkan sampai menyindir dan mem-bully. Tipe orang seperti ini biasanya kurang memahami kasus-kasus psikologi.

Nah, berikut alasan seseorang yang ditinggal menikah sulit sekali untuk move on. Argumen ini diperkuat dengan hasil penelitian dan para pakar psikologi dari universitas ternama di dunia.

1. Kecewa yang begitu dalam

Ilustrasi kecewa yang begitu dalam | Photo by DANNY G on Unsplash

Sudah pasti kecewa jika seseorang yang dicintai akhirnya menikah dengan orang lain. Kecewa dalam hidup memang lumrah terjadi, hanya saja pada kasus tertentu ini cukup ‘berbahaya’. Soal asmara memang sulit untuk diperbaiki karena ini soal psikologis seseorang, bukan perkara materi yang bisa diganti. Oleh karena itulah kecewa seseorang yang ditinggal menikah kecewanya sangat mendalam.

Case Western Reserve University dalam Jurnal Psychological Bulletin Edisi Agustus 2016 menyebutkan banyak berharap membawa seseorang ‘ke lingkaran kesulitan abadi’. “Pada taraf ekstrem, pengharapan adalah sifat narsis yang beracun, terjadi berulang kali pada seseorang membawa risiko pada frustrasi, ketidakbahagiaan dan kekecewaan hidup,” kata Joshua Grubss dalam penelitiannya (Cnnindonesia.com, 2016).

Meski begitu tentu ada cara mengatasinya, perlahan-lahan move on dari masa kelam.

Masih penjelasan dari Cnnindonesia.com yang mengutip dari Health, “Kondisikan diri sendiri untuk berpikir orang lain apa yang mereka layak dapatkan. Dan juga bersedia mengakui kesalahan dan melihat kelemahan diri sendiri. Ini dapat menolong Anda merasa lebih terhubung dengan orang lain,” terang Julie Exline, yang juga telibat dalam penelitian tersebut.

“Mampu mengakui orang lain juga sepesial, seperti dirinya sendiri, akan menolong mengubah pola pikir jadi salah satu bentuk syukur, alih-alih berharap lebih,” tandas Exline.

2. Menyesal karena sesuatu

Ilustrasi penyesalan | Photo by Marcos Heredia on Unsplash

Mungkin ada yang tidak dilakukan pada seseorang yang dicintai, sehingga dampaknya meregangkan hubungan. Dan berlanjut pada tingkatan yang lebih serius lagi, hingga akhirnya hubungan itu pun kandas di tengah jalan. Bisa ditebak, di sini ada yang menyesal di kemudian hari. Menyesal saat si dia sudah naik ke pelaminan. Terlambat. Tak bisa lagi diperbaiki. Semua sudah berlalu.

Kumparan.com mengutip dari Guardian menuliskan pengalaman David Morgan, seorang psikonalis dari Institute of Psychoanalysis. Morgan menjelaskan banyak pasiennya yang terganggu oleh penyesalan sehingga tidak dapat hidup normal sepenuhnya.

Selanjutnya ahli terapi pelaku kognitif, Windy Daren mengatakan, “Ketika kita terjebak pada siklus penyesalan yang ditandai dengan kekakuan dan ketidakflesibelan, kita hanya menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi daripada melihat perilaku kita dalam konteks yang lebih luas dan memahami mengapa kita mengambil jalan yang kita lakukan berdasarkan informasi yang kita miliki saat itu. Dalam kondisi seperti ini, penyesalan akan menjadi racun bagi kita sendiri.”

3. Sakit hati yang tak kunjung sembuh

Ilustrasi sakit hati | Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Setiap manusia punya kadar yang berbeda-beda saat mengalami rasa sakit hati. Ada yang mudah sembuh, ada pula yang menyisakan luka yang berkepanjangan. Nah, ini cukup berbahaya bagi yang mengalaminya. Karena sakit hati itu pula seseorang sulit move on karena ditinggal kekasih hati menikah.

Sakit hati nama ilmiahnya Takutsubo Cardiomyopathi atau sindrom broken heart merupakan peristiwa psikologis yang sifatnya traumatis. Grid.id mengutip Huffington Post mengabarkan dalam sebuah penelitian berhasil menemukan sindrom sakit hati lebih berpengaruh pada orang yang sensitif. Biasanya mereka akan merasa lebih sakit dan mendalam daripada yang sifatnya normal.

Mengutip dari situs alodokter.com, menghilangkan luka hati dalam perasaan seseorang membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk mempercepat masa-masa buruk itu berlalu, sebaiknya tahan diri untuk menjalin hubungan kembali dengan orang yang menjadi penyebab perasaan buruk tersebut. Selain menghindari dari dunia nyata, lakukan hal yang sama di dunia maya.

4. Trauma berkepanjangan

Ilustrasi trauma berkepanjangan | Photo by Melanie Wasser on Unsplash

Tentu saja kandasnya cinta seseorang akan membuatnya trauma. Takut menjalin hubungan baru, karena dihantui masa silam yang menyakitkan. Takut mengalami kejadian yang serupa membuat seseorang susah move on dari orang yang pernah dicintainya. Ini merupakan hal sulit untuk dihadapinya, meski begitu orang yang mengalami trauman berkepanjangan ini harus bisa menyembuhkan dirinya sendiri.

Dalam catatan Tirto.id mengutip dari laman ecmhc.org, trauma merupakan pengalaman emosional yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk melepaskan diri dari memori kejadian buruk di masa silam.

Pengalaman traumatis ini dapat bersifat objektif maupun subjektif. Penyebab trauma ini tidak dapat dilepaskan dari suatu kejadian buruk dan cara seseorang memaknai peristiwa menyakitkan tersebut.

Alodokter.com di lamannya menjelaskan pada dasarnya trauma akan menimbulkan berbagai perasaan yang tidak menyenangkan. Hal tersebut memang wajar terjadi. Meski demikian, segera lakukan berbagai cara untuk mengatasi trauma yang dialami, agar tidak dihantui oleh kejadian yang sudah lewat.

Empat alasan itulah seseorang belum bisa move on dari seseorang yang ditinggal menikah. Memang cukup rumit menyelesaikan persoalan hati, bagi yang sedang mengalaminya tidak ada salahnya untuk berlahan maju melupakan masa lalu. Tatap masa depan yang lebih cerah, di luar sana ada milyaran manusia yang menanti cintanya.  [Asmara Dewo]

Baca juga artikel lainnya:

Berdasarkan Studi, 14 Alasan Inilah Seseorang Menolak Menikah

Sekolah Adalah Penjara yang Sesungguhnya

Budaya Pop Era Postmodern: Antara Tren atau Pemuja Kapitalis

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Pria dan Wanita

4 Comments

  1. […] Baca selanjutnya: Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On […]

    Reply

  2. […] Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On […]

    Reply

  3. […] Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On […]

    Reply

  4. […] Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sebelum Berangkat, Ini 10 Tips Bertualang ke Curug Lawe

Asmarainjogja.id-Pesona Curug Lawe yang berada di Lereng Gunung Ungaran memang tak diraguk…