Home Motivasi Apakah Cinta Harus Diperjuangkan? (Khusus 23 Tahun ke Atas)

Apakah Cinta Harus Diperjuangkan? (Khusus 23 Tahun ke Atas)

10 min read
0
0
244
Ilustrasi perjuangkan cinta | Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Asmarainjogja.id-Bicara persoalan manusia memang tidak pernah kemput, selalu menarik untuk didalami. Terlebih persoalan hati anak manusia itu sendiri. Hati yang bisa memengaruhi sikapnya hari ini dan di kemudian hari. Hati yang menjelma menjadi buah kebahagiaan atau penderitaan?

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana menjelmakan hati yang berbunga-bunga? Hati yang selalu riang, hati yang membawa kedamaian, baik untuk dirinya sendiri, juga pada orang yang dikasihinya? Tentu kita sepakat bahwa hati itu meskilah menemukan hati yang dipilihnya. Hati yang menurutnya klop untuk saling bertautan, kuat, saling menjaga, dan membeku bersama atas nama cinta.

Sampai cinta itu mencair dengan sendirinya. Dan kita tahu, bekunya cinta itu bisa pula sampai langit runtuh, terjadi hari yang mana bisa menggulung samudera antartika. Ia abadi seperti bumi itu sendiri.

Cinta pada masa muda, terkadang pula dianggap cinta main-main saja. Ya, cinta sebagai pengisi waktu luang. Penyemangat belajar, atau pula penyemangat hidup bagi yang patah semangat. Namun, di sisi lain, ada pula anak manusia mengartikan cinta dengan definisinya sendiri.

Artinya cinta itu bukan mainan, karena itu menyangkut persoalan hati manusia. Dan kita tahu, jika hati seseorang sakit bisa merambat ke sekujur organ tubuh yang lain. Ini bisa dibuktikan secara ilmiah.

Kemudian hati itu ketika sudah menemukan hati yang dipilihnya sendiri, dan merasa cocok, tapi tidak kuasa menyampaikan perasaannya. Mulut terasa kelu jika berhadapan dengan orang yang dicintainya. Banyak faktor kenapa seseorang sulit sekali mengungkapkan perasaannya kepada orang yang dicintai.

Namun yang pasti adalah cinta memang meski diungkapkan. Dibicarakan secara baik-baik, apapun yang terjadi setelahnya, entah berakhir dengan kesedihan, renggangnya hubungan, atau apapun itu. Yang jelas sebagai seorang penyimpan rasa, sudah tidak terbebani lagi oleh perasaan yang begitu berat. Sampai-sampai mengganggu aktivitasnya.

Karena jika persoalan hati ini tak pernah diselesaikan akan terbawa-bawa sampai di kemudian hari. Lebih parah lagi jika sampai ke pernikahan, ada kekhawatiran di tengah bahtera rumah tangga itu terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kita tentu sepakat bahwa pernikahan itu selain menyatukan dua insan, tetapi juga membawa kebahagiaan bersama. Harus adil pula, bahagia bagi pria, bahagia pula untuk wanitanya.

Tidak utuh pula hanya satu pihak saja yang merasa bahagia, tapi pihak lain bahagianya hanya di depan keluarga. Di hatinya yang terdalam, ada perasaan yang masih terluka. Mungkin ada persoalan pada masa lalunya yang belum diselesaikannya.

Baca juga:

Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On

Berdasarkan Studi, 14 Alasan Inilah Seseorang Menolak Menikah

Jadi jauh sebelum memilih pasangan sehidup semati untuk mengisi hari-hari di dunia fana ini, pastikan terlebih dahulu, benarkan dia cinta mati kita? Atau hanya sebatas cinta sebagai formalitas kehidupan? Karena kita tahu, banyak kasus pernikahan yang berujung perceraian, terlepas dari berbagai faktor, ya? Maksudnya yang ingin disampaikan adalah cinta yang dipilih itu memang bukan atas keinginan hati terdalam bagi kedua pasangan.

Cintamu Harus Diperjuangkan!

Apakah kamu sudah menemukan tambatan hatimu? Jika sudah menemukannya, maka kamu harus berani mengungkapkannya! Jangan sampai orang yang dicintai itu berpaling ke orang lain, dan mengakhirinya dengan pernikahan. Kalau sudah sampai di jenjang pernikahan, berarti kamu tidak sempat memperjuangkannya lagi. Kan, tidak lucu kamu dicap sebagai penyebab keretakan rumah tangga orang lain. Tercela sekali kalau sempat terjadi.

Kesempatan itu pada rentang waktu kamu merasakan cinta ke dia sampai garis finish menjelang pernikahan. Maka gunakanlah waktu itu sebaik-baiknya untuk memperjuangkan cintamu. Kerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran, materi, dan apapun yang kamu miliki untuk mendapatkan cintanya. Kalau perlu kirim semua pasukan untuk menguatkan cintamu.

Ya, karena cinta butuh perngorbanan, kawan. Untuk menyakinkan seseorang bahwa kamu benar-benar mencintainya, harus dibuktikan. Tidak cukup hanya kata-kata, doa-doa, apalagi cuma berharap nasib baik menimpamu. Atau mengikuti arus hubungan itu sendiri.

Coba bayangkan jika cinta itu tak sempat diucapkan, dan dia ternyata mencintaimu juga. Eh. Karena kamu hanya manusia ‘absurd’, wajar dia mencari orang lain yang pasti. Cinta butuh kepastian. Mau dibawa kemana perasaan itu? Apakah mau dibawa ke jenjang serius (menikah) atau menyerahkan saja kepada waktu. Menyerahkanya ke waktu sama saja membiarkan anak domba di kepungan serigala.

Mau kamu menyaksikan anak domba itu cabik-cabik dagingnya oleh serigala buas? Langkah bijaknya adalah kamu harus menjadi super hero, baik bagimu sendiri, juga orang yang kamu cintai. Ini soal waktu, kawan. Gerakmu lambat seperti jompo, dia akan diterkam serigala. Kalau cepat bertindak, artinya kamu telah menyelamatkan masa depanmu.

Nah, ketika kamu menjadi manusia pengecut dengan segala idealismu itu, maka kamu akan menyaksikan orang yang dicintai di kursi pelaminan bersama orang lain. Itu pun kalau kamu diundang, ya? Kalau tidak hanya melihat tanpa sengaja foto pernikahannya berseliweran di beranda media sosialmu. Uchhh… itu seungguh menyakitkan + tidak dihargai.

Kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya? Selera makanmu hilang, malas beraktivitas, uring-uringan di kamar, bahkan terpintas dalam pikiranmu untuk mengakhiri hidup saja. Kesal, menyesal, marah, sedih yang begitu dalam, terluka, semuanya menghantammu padamu saat itu. Jangan tanyakan sakitnya, jarum panas yang sangat tajam itu ditusuk ke hulu hatimu berlahan-lahan. Kamu tidak langsung mati, tapi menderita berkepanjangan.

Ketika penderitaan berkepanjangan itu kamu alami, apakah dia tahu? Boleh jadi tidak tahu. Dan dia merasa tidak bersalah. Ya, memang tidak bersalah, karena dia merasa tidak pernah menyakiti perasaan orang lain. Dia hanya menjalankan hidupnya sebagaimana manusia seutuhnya, mencintai orang lain yang dipilihnya dan menikahinya.

Karena memang kamu sendiri yang salah. Salah dengan hatimu sendiri. Salah bersikap. Salah tidak berani berterus terang padanya. Tahu kamu penyesalan yang paling sakit di kemudian hari? Yaitu penyesalan karena belum sempat memperjuangkan cinta. Kalau kamu sempat memperjuangkan cintamu, dan hasilnya tidak sesuai harapan, mungkin itu tidak terlalu sakit. Karena setidaknya kamu sudah memperjuangkannya. [Asmara Dewo]

Baca berikutnya: Berdasarkan Penelitian, Pria Sulit Move On dari Patah Hati

Jatilan Paling Mengerikan
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Motivasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ara dan Kota Kenangan

Asmarainjogja.id-Matahari kian ganas menunjukkan panasnya, seakan-akan berada di atas kepa…