Home Motivasi Lima Dasar Pendidikan Finansial yang Jarang Diketahui

Lima Dasar Pendidikan Finansial yang Jarang Diketahui

9 min read
1
0
272
Ilustrasi mengatur keuangan | Photo by Piotr Adamovics from Pexels

Asmarainjogja.id-Pendidikan finansial jarang sekali diajarkan pada pendidikan formal. Sering kali pada pendidikan formal hanya mengajarkan teori tentang pendidikan secara umum dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Pernah Anda mendengarkan adanya mata pelajaran finansial ketika di bangku sekolah dulu? Tentu tidak pernah, bukan?

Ya, tepat sekali pendidikan finansial tidak pernah kita dapatkan di bangku sekolah. Mungkin dulu tidak pernah terpikirkan oleh kita apa itu pendidikan finansial? Sejak dini yang kita ketahui hanya menabung saja, tanpa paham betul apa keuntungan menabung secara keseluruhan.

Memasuki usia kerja atau usia produktif barulah kita sadar bagaimana pentingnya pendidikan finansial. Tidak jarang di antara kita setelah gajian, banyak sekali tagihan utang dimana-mana. Setelah itu pusing memikirkan untuk kebutuhan kedepannya. Pernahkah merasakan demikian? Kalau begitu berati belum paham pendidikan finansial.

Anak milenial cenderung mengikuti zaman yang semakin hari berkembang. Tak ayal, dengan tuntutan tersebut membuat mereka memutar otak bagaimana mendapatkan apa yang mereka inginkan. Salah satunya kredit di mana-mana. Yang penting gaya semakin oke, agar keberadaannya di tengah lingkungan diakui.

Benar sekali dari teori hirarki maslow yang menyebutkan lima dasar kebutuhan manusia yang salah satunya adalah aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah pengakuan orang lain atas keberadaan kita. Anak milenial tak lepas juga dari demikian. Pengakuan orang lain atas dirinya tentang apa yang diperolehnya sendiri.

Tak ada yang salah dengan teori tersebut. Secara lahiriah manusia memang memiliki sifat demikian. Tapi tentunya kita dapat mengaturnya bukan? Tindakan apa yang dapat kita lakukan untuk hidup kita. Jangan terpengaruh arus, dan bisa-bisa membuat merugikan diri sendiri

Berikut ini tips untuk mengatur finansial yang meski diterapkan:

1. Jangan biasakan membeli Kredit

Ilustrasi belanja dengan kartu kredit | Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Dengan kemudahan zaman sekarang bisa membeli apapun dengan cara berhutang dulu atau membeli dengan dicicil perbulan yang bunganya jauh lebih rendah. Siapa yang tidak tergiur dengan tawaran demikian, bukan?

Jika kamu ingin selamat secara finansial maka jangam membeli secara kredit atau berhutang. Kenapa demikian? Karena biasanya bunga lebih besar dan kalau dihitung-hitung kamu lebih rugi membeli dengan mencicil.

Jika kamu punya uang tunai, maka bayarlah secara tunai. Sebaliknya jika uangmu belum cukup untuk membeli apa yang kamu ingingkan, maka berpikir ulanglah kembali untuk membelinya secara mencicil. Sebab kebiasaan tersebut bisa menjadi kebutuhan bagimu.

Baca juga:

Gampang, Ini Lima Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan saat #DiRumahAja

Lima Cara Efektif Memulai Hidup Minimalis

2. Membeli barang dengan uang tunai

Ilustrasi pembayaran tunai | Photo by Roman Synkevych on Unsplash

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa membeli barang dengan uang tunai? Bukankah lebih simpel dengan kartu debit atau kartu kredit? Ini adalah rahasia penting kenapa demikian. Ketika kamu membelanjakan dengan membayar secara debit atau kredit, banyaknya uang yang kamu keluarkan tidak terlalu dipikirkan, bukan?

Berbeda dengan membayar secara tunai, secara psikologis kamu yang berpikir kembali untuk membayar suatu barang dengan harga yang menurut kamu lumayan mahal. Nah, biasakan membayar dengan uang tunai, sehingga kamu dapat berpikir seberapa banyak uang yang telah kamu keluarkan.

3. Catat biaya pengeluaran

Ilustrasi mencatat biaya pengeluaran | Photo by Judit Peter from Pexels

Banyak sekali diantara kita yang tidak pernah mencatat segala pengeluaran dalam membelanjakan kebutuhan sehari-hari. Terkadang kita bingung sendiri, kenapa sebelum tanggal gajian tetapi uang sudah habis. Dan kenapa harus mencatat pengeluaran?

Poin penting di sini adalah dengan mencatat pengeluaran, kamu bisa melihat uang kamu habis dibelanjakan untuk apa saja. Selain itu barangkali ada barang-barang yang perlu kamu coret dari daftar kebutuhanm atau digantikan dengan barang yang lebih ekonomis.

Atau dengan mencatat kamu bisa berpikir kembali lebih hemat untuk hari-hari berikutnya dalam mengeluarkan uang.

4. Tahu beda keinginan dan kebutuhan

Ilustrasi keinginan dan kebutuhan saat melihat diskon | Photo by Artem Beliaikin from Pexels

Sebagian dari kita kadang tidak bisa membedakan antara sebuah keinginan atau kebutuhan, bukan? Padahal Ini sangat berbeda sekali. Kebutuhan adalah sesuatu hal yang sangat mendasar, sedangkan keinginan adalah hasrat untuk hanya ingim memiliki, toh, kalau kamu tidak membelinya kamu tidak apa-apa.

Mulai sekarang belajarlah menganalisis apa itu sebuah keinginan dan kebutuhan? Sehingga uang kamu tidak habis untuk membeli hanya karena keinginan sementara, bukan kebutuhan.

5. Tabung 20% dari penghasilanmu

Ilustrasi menabung | Photo by maitree rimthong from Pexels

Pelan tapi pasti untuk kamu yang ingin menabung, maka kamu perlu pisahkan 20% saja dari penghasilan untuk ditabung. Sebanyak 20% tersebut kamu pisahkan langsung pada tabungan khusus, sehingga tidak tercampur dengan uang yang lain.

Jika kamu menerapkan ini secara terus-menerus kamu memiliki tabungan yang lama-kelamaan semakin banyak tentunya.

Itulah lima dasar pendidikan finansial yang layak kamu terapkan. Dengan begitu kamu tidak kesulitan lagi mengawali cara menggunakan uang yang benar. selain itu kamu juga punya tabungan yang bisa digunakan kapan saja saat terdesak.

Penulis: Rizka Wahyuni, mahasiswi Magister Ilmu Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada

Baca berikutnya: Tak Mau Kalah, Lima Alasan Perempuan Juga Harus Berpenghasilan

Review Obat Jerawat Medi-Klin TR setelah 2 hari pemakaian
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Motivasi

One Comment

  1. […] Baca berikutnya: Lima Dasar Pendidikan Finansial yang Jarang Diketahui […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Problema Transpransi dan Akuntabilitas Penyebab Korupsi

Asmarainjogja.id-Minimnya pejabat publik yang memiliki kesadaran tranparansi dan akuntabil…