Home Lifestyle Biarkan Saja! Ini 5 Panggilan Nggak Perlu Dijawab, karena Mungkin Berbahaya

Biarkan Saja! Ini 5 Panggilan Nggak Perlu Dijawab, karena Mungkin Berbahaya

11 min read
0
0
482
Ilustrasi panggilan telpon | Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Asmarainjogja.idSmartphone super canggih yang kamu pegang itu memang salah satu fungsinya untuk berkomunikasi. Meski begitu, tidak perlu juga setiap hari atau setiap waktu digunakan untuk telponan. Apalagi menelpon atau ditelpon untuk membicarakan hal yang nggak penting.

Harus diakui, zaman sekarang alat yang bisa menghemat waktu dan jarak adalah smartphone. Karena teknologi muktarhir itu mempermudah kehidupan manusia zaman modern. Saking dianggap paling penting, kemanapun tuannya berada, smartphone-nya selalu ikut. Di kamar, toilet, meja makan, meja kantor apalagi, selalu saja smartphone di sisi tuannya.

Seolah-olah manusia dan smartphone dua sejoli yang tak terpisahkan. Bahkan nyaris menggantikan sosok manusia. Tampak berlebihan memang, tapi itulah fakta yang terjadi. Sehari-hari tanpa smartphone, seperti ada yang kurang. Ibarat kata, bagaikan makan tanpa sayur. Kurang pas rasanya.

Nah, ketika smartphone kamu berdering, jangan buru-buru diangkat. Karena ada lima panggilan dari smartphone yang nggak perlu diangkat. Berikut uraiannya:

1. Panggilan dept collector

Ilustrasi dept collector menelpon| Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Bukan menyuruh kamu tidak membayar utang, atau kabur dari masalah. Tapi panggilan telpon dari dept collector memang nggak perlu dijawab. Karena urusan pokok kamu dengan perusahaan yang memberikanmu utang. Sementara dept collector itu hanya petugas penagih utang, atau bahasa kasarnya pemburu utang yang jatuh tempo dari perusahaannya.

Maraknya kasus dept collector yang menganiaya nasabah cukup mengkhawatirkan. Bahkan beberapa tahun lalu terjadi kasus pembunuhan nasabah kartu kredit. Kasus utang piutang yang harusnya diselesaikan secara perdata, berujung kasus pidana. Tapi nyawa nggak bisa kembali, sementara utang masih bisa dikembalikan.

Nah, untuk menghindari hal-hal yang nggak kamu inginkan, alangkah baiknya jangan angkat telpon dari debt collector. Sebaiknya kamu langsung berkomunikasi dengan perusahaan. Sebab jika terjadi penganiayaan atau sampai pembunuhan, perusahaan lepas tangan. Seperti kasus pembunuhan kartu kredit di atas.

Mengingat begitu banyaknya kasus brutalnya dept collector, lebih baik mencegah daripada mengobati. Tapi kamu harus ingat segera selesaikan utang tersebut, karena sampai kapanpun perusahaan akan selalu mengejar.

2. Panggilan telpon sales marketing

Ilustrasi sales marketing menelopon | Photo by Hassan OUAJBIR on Unsplash

Bukan seorang salesman jika dia belum mampu menjual produknya. Watak salesman itu penyabar, tidak mengenal malu, gigih, selalu mencoba, nggak mengenal kata menyerah. Nah, wataknya yang seperti itu jika dia menemukan calon customer yang kompeten, dia akan berusaha mati-matian mengejarnya.

Perlu diketahui gaji pokok salesman itu kecil, gajinya bisa besar kalau bisa menjual produk perusahaan. Jadi nggak heran ketika dia mendapatkan nomor kamu (entah dari mana) smartphone kamu terus berdering, sebelum ada penolakan tegas, bahkan sampai marah.

Jika kamu sudah tahu produk apa yang ditawarkannya, dan kamu memang tertarik, lebih baik langsung ke perusahaannya. Toh, zaman sekarang setiap perusahaan pasti ada situsnya, minimal ada akun media sosialnya.

3. Panggilan telpon dari orang yang SKSD

Ilustrasi menelpon sok kenal | Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Kamu memang nggak perlu angkat panggilan dari orang yang sok kenal sok dekat (SKSD). Tipe orang seperti itu punya niat terselubung, atau boleh jadi sedang berkonspirasi. Selain untuk menjauhi kamu dari hal-hal yang buruk, juga memaksimalkan waktu produktif. Dan memang lebih baik hindari orang yang SKSD, karena biasanya lebih banya mudaratnya, daripada manfaatnya.

Bukan memerintahkan kamu agar jadi manusia apatis, intropert, dan lain sebagainya, tapi biasanya manusia yang umum kalau ada keinginannya langsung pada pokoknya. Nggak perlu SKSD yang menimbulkan kecurigaan.

Ingat banyak kasus hipnotis, penipuan, pencurian, perampokan, pelecehan seksual, penganiayaan, yang awal mulanya dari SKSD. Sedia payung sebelum hujan, nggak perlu meladeni orang yang suka SKSD.

Jadi kalau ada seseorang yang menelpon kamu dengan sok kenal sok dekat, abaikan saja. Nggak perlu dijawab, atau terlanjur terjawab jangan mengobrol panjang lebar dari smartphone. Kalau memang ada urusan penting, suruh datang di kediamanmu.

4. Panggilan dari nomor nggak dikenal

Ilustrasi panggilang nggak dikenal | Photo by Osama Saeed on Unsplash

Ini lebih misterius lagi. Mungkin bagi tipe orang yang kurang waspada, panggilan nomor yang nggak dikenal itu hal yang biasa. Tapi bagi yang terbiasa dengan kewaspadaan nggak akan mengangkat telpon dari orang asing.

Ingat seperti yang sudah diuraikan di atas, pintu masuk kejahatan bisa bermula dari panggilan smartphone.

Karena jika penelpon misterius itu mengenal kamu, saat ditelpon berkali-kali nggak diangkat. Dia akan berinisiatif untuk mengenalkan diri, bukan memaksa harus dari panggilan. Maka timbul pertanyaan, kenapa menelpon berulang-ulang, tapi tidak mau mengirim pesan? Kan, itu menimbulkan kecurigaan.

Baca juga:

Berdasarkan Penelitian, Pria Sulit Move On dari Patah Hati

Inilah Alasan Seseorang yang Ditinggal Menikah Sulit Move On

Jadi langkah yang bijak adalah mengabaikan panggilan dari nomor yang nggak dikenal. Mungkin juga dia berniat jahat atau seperti ingin meneror kamu. Karena teror melalui teks bisa jadi barang bukti. Sedangkan teror dari telpon, kamu bisa lupa merekam percakapan teror tersebut.

Selain untuk menjaga psikis kamu dari pelaku teror dan intimidasi melalui smartphone, jadi nggak perlu dijawab penelpon seperti itu.

5. Panggilan dari teman yang suka bicara cabul

Ilustrasi pria menggunakan smartphone | Photo by Eddy Billard on Unsplash

Entah kurang kerjaan atau sedang bosan, mungkin di antara teman kamu ada yang telponan yang ujung-ujungnya bicara seks. Smartphone super canggih itu memang bisa video call beramai-ramai. Nah, jika ada salah satu teman kamu yang cewek, biasanya akan jadi objek bahan obrolan seks.

Selain tidak pantas, dan kurangnya etika, juga tidak menghargai orang lain. Dia pikir setiap orang otaknya “ngeres”. Jadi sesuka bacotnya saja bicara seks dengan teman-temannya. Apakah kamu punya teman seperti itu? Jika ada lebih baik jangan ikutan mengobrol atau lebih baik lagi mengabaikan panggilan grup mereka.

Atau juga model teman yang suka mencandai kamu dengan seks. Awalnya ngobrolnya biasa saja, seperti: menanyakan kabar, seharian ngapain saja, sedang melakukan apa, dan lain-lain. Tapi ujung-ujungnya malah bicara seks. Sungguh bahaya teman yang otaknya mesum seperti itu.

Terkadang ada tipe orang sok terhormat, sok wibawa, sok baik di depan umum, menjaga citra baik, tapi kalau telponan dengan cewek atau targetnya cowok, ujung-ujungnya bicara seks.

Hal itu selain merendahkan harga diri kamu, juga menghindari hal-hal yang lebih tidak manusiawi lagi, seperti jadi bahan konten seks yang bisa dikomersilkan. Ini berbahaya sekali, ingat kasus-kasus konten pornografi!

Nah, itulah lima panggilan dari smartphone kamu yang memang tidak perlu dijawab. Agar kamu terhindar dari kejahatan atau sebatas buang waktu, tenaga, dan materi, jadi acuhkan saja panggilang semacam itu.

Waktu kamu terlalu berharga untuk meladeni orang-orang nggak jelas melalui smartphone. [Asmara Dewo]

Baca berikutnya: Berdasarkan Studi, 14 Alasan Inilah Seseorang Menolak Menikah

Cari tahu tentang rapid tes di sini: Yuk Kenali Apa Itu Rapid Test, Biaya, dan Lokasinya

Iklan gratis
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sebelum Berangkat, Ini 10 Tips Bertualang ke Curug Lawe

Asmarainjogja.id-Pesona Curug Lawe yang berada di Lereng Gunung Ungaran memang tak diraguk…