Home Uncategorized Opini #BoikotTVRI dan Revolusi Tayangan, Dirut TVRI Iman Brotoseno Bisa Apa?

#BoikotTVRI dan Revolusi Tayangan, Dirut TVRI Iman Brotoseno Bisa Apa?

9 min read
4
0
978
Dirut TVRI Iman Brotoseno | Foto Tribunnews.com

Asmarainjogja.id-Sebenarnya saya sudah lama tidak menonton televisi lagi. Kalaupun ada berita atau informasi penting saya mencari di YouTube. Karena memang harus kita akui generasi milenial lebih akrab dengan YouTube daripada televisi. Misalnya saja ada diskusi-diskusi penting di Indonesia Lawyers Club (ILC), kalau tidak streaming dari YouTube, ya, tunggu videonya.

Begitulah saya menggali berita melalui audio visual. Meskipun agak terlambat dibandingkan tipe orang yang gemar menyaksikan langsung, paling tidak bisa menyusul isu-isu nasional yang sedang ramai. Seperti sekarang trending di Twitter #BoikotTVRI, saya malah tahunya di Twitter, bukan di televisi.

Saya baca-baca trending itu ternyata yang jadi permasalahannya adalah direktur TVRI yang baru, Iman Brotoseno. Bertebaran cuitan-cuitan lama Iman yang dianggap tidak senonoh. Netizen Indonesia menilai Direktur Utama (Dirut) TVRI Iman Brotoseno tidak layak menjabat posisi tersebut. Apalagi netizen membandingkan dengan Dirut TVRI yang lama, Helmy Yahya.

Ketika mendengar Helmy Yahya dicopot dari Dirut TVRI oleh Dewan Pengawas TVRI, publik kecewa dengan keputusan itu. Bahkan bisik-bisik netizen, Helmy Yahya saat menjabat Dirut TVRI cukup banyak melakukan revolusi dan inovasi program acara. Tak heran berbagai kalangan memuji kinerja Helmy saat bertugas.

Dari laman Kompas.com, Pandji Pragiwaksono menilai Helmy, “Saya sudah kenal beliau lama sekali dan tahu kapasitasnya Mas Helmy. Saya sih melihat perubahan yang positif saat dipegang sama Mas Helmy Yahya,” lanjut Pandji, “Kalau ada orang yang paham sekali industri TV, harusnya Mas Helmy Yahya.”

Pandji juga berkeyakinan jika Helmy tetap menjadi Dirut TVRI akan membawa revolusi tayangan positif untuk pemirsa Indonesia, meskipun harus secara bertahap.

“Walaupun perubahannya tidak secepat yang diharapkan banyak orang, tapi saya sudah melihat itu dan sayang saja sudah dicopot,” pungkas Komika tersebut.

Mantan Dirut TVRI helmy Yahya | Foto sourch Tribunnews.com

Setidaknya ada perubahan yang dilakukan Helmy, seperti dikutip dari Detik.com. TVRI mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan TVRI tahun 2018. Ini merupakan hal pertama kali yang didapat TVRI.

Helmy berhasil menayangkan pertandingan sepak bola di TVRI. Tidak main-main, pertandingan yang ditayangkan adalah salah satu liga nomor wahid di Eropa, yaitu Liga Primer Inggris.

TVRI mendapat lisensi penayangan gratis alias tayangan Free to air (FTA) selama dua pertandingan dalam seminggu.

Kepemimpinan Iman Brotoseno, TVRI bisa apa? 

Munculnya Iman menjadi Dirut TVRI disambut negatif oleh netizen. Bisa dilacak sendiri di tagar #BoikotTVRI di Twitter. Komentar netizen bisa bikin panas, apakah betul atau tidak, di sana ada capture twit dari Iman.

Generasi kelahiran tahun 88-an seperti, jinggle TVRI yang ini pasti masih ingat TVRI menjalin persatuan dan kesatuan. TVRI stasiun milik negeri ini memang harus menjadikan bangsa kita bersatu. Ingat milik bangsa! Bukan milik rezim yang berkuasa. Jadi memang perlu tayangan-tayangan TVRI sesuai kebutuhan dan minat rakyatnya. Sepengetahuan saya siaran milik negara acap kali sebagai lidahnya penguasa.

Baca juga:

Fakta Tante Ernie (Tante Pemersatu Bangsa) Memang Hot Jadi Berita

Pak Bongku Lebaran di Penjara dan Kita Senang-senang Makan Lontong Sayur

Nah, di sinilah kita mengukur apakah TVRI bisa lebih mementingkan kebutuhan rakyat dibandikang kebutuhan rezim. Karena kebutuhan rezim bisa bertentangan dengan kebutuhan rakyat. TVRI selaku kepemilikan bersama meski mementingkan rakyat, bukan rezim. Mengingat rezim terkadang lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya dan investor daripada rakyat.

Iman yang saat ini menjadi Dirut TVRI bisa apa membawa perubahan TVRI? Jika malah membuat TVRI semakin jauh dari rakyat, tentu ini harus jadi catatan kita bersama. Untuk merangkul rakyat yang semakin jauh dari TVRI harus punya terobosan baru, bukan cara-cara lama yang sudah diterapkan berpuluhan tahun. Dan itu tidak efektif. Setidaknya Helmy sudah mulai membawa perubahan revolusi tayangan.

Karena anggaran dana TVRI dari keuangan negara, maka wajar rakyat curiga pergantian Dirut TVRI. Mengingat pujian BPK atas kepemimpinan Helmy cukup baik.

Pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan soal penggunaan uang rakyat, “TVRI. Ini bola-balik disclaimer. Bertahun-tahun tidak rampung-rampung.”

Jadi rakyat atau netizen di Twitter teriak-teriak menolak Dirut TVRI yang baru. Karena ini soal keuangan bersama, soal masa depan tayangan baik untuk negeri, soal kepercayaan rakyat terhadap rezim.

Terkait tudingan-tudingan netizen ke Iman soal tulisannya di majalah Playboy Indonesia, Imam membela diri. “Tulisan ini fokus mengulas wisata bahari dan sama sekali tidak ada unsur pornografi,” kata Iman, mengutip Tribunnews.com.

“Saat 14 tahun lalu, saya sebagai pekerja seni tidak menyangka bahwa saya akan menduduki jabatan publik di TVRI. Saya bertanggung jawab atas apa yang sudah saya tulis di media sosial dan juga sikap saya sebagai warga negara,” katanya.

Terlepas dari cuitan lamanya yang dinilai tidak senonoh, bahkan dituding “otak mesum” oleh netizen, kita semua pasti berharap TVRI bisa lebih baik lagi. Atau mempunyai gebrakan revolusi tayangan yang mampu mengubah paradigma masyarakat. Karena saat ini TV swasta lebih akrab dengan pemirsa. Padahal program acaranya lebih banyak mudaratnya, daripada manfaatnya.

Dan yang paling penting tayangan TVRI tidak kaku, dan lebih mampu menyasar ke kaum milenial. Karena memang harus kita akui, milenial sekarang adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Jika tontonannya berkualitas, maka akan membentuk pola pikir dan tindakan generasi tersebut.

Selain tontonan sebagai hiburan, juga sebagai pendampingan revolusi berpikir generasi bangsa. Kita memang harus menyicil pikiran dan tindakan yang revolusioner. Jayalah TVRI milik kita bersama! [Asmara Dewo]

Baca berikutnya: Rakyat Miskin “Bodoh” yang Saling Membodohkan dan Menyalahkan

Cari tahu tentang rapid tes di sini: Yuk Kenali Apa Itu Rapid Test, Biaya, dan Lokasinya

Iklan gratis
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Opini

4 Comments

  1. […] #BoikotTVRI dan Revolusi Tayangan, Dirut TVRI Imam Brotoseno Bisa Apa? […]

    Reply

  2. […] #BoikotTVRI dan Revolusi Tayangan, Dirut TVRI Imam Brotoseno Bisa Apa? […]

    Reply

  3. […] #BoikotTVRI dan Revolusi Tayangan, Dirut TVRI Iman Brotoseno Bisa Apa? […]

    Reply

  4. […] #BoikotTVRI dan Revolusi Tayangan, Dirut TVRI Iman Brotoseno Bisa Apa? […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sebelum Berangkat, Ini 10 Tips Bertualang ke Curug Lawe

Asmarainjogja.id-Pesona Curug Lawe yang berada di Lereng Gunung Ungaran memang tak diraguk…