Home Uncategorized Opini Polri Kita Mantap karena Terinspirasi dari Pak Hoegeng

Polri Kita Mantap karena Terinspirasi dari Pak Hoegeng

9 min read
0
0
172
Pak Polisi
Pak Polisi sedang bertugas | Foto Antara/Sigid Kurniawan

Asmarainjogja.id-Menurut catatatan sejarah, bangsa ini pernah bangga memiliki Kapolri Hoegeng. Pak Hoegeng konon adalah polisi yang jujur, tegas, berani, bertanggungjawab, sederhana, dicintai, disegani, dan ditakuti. Tampaknya pula Pak Hoegeng seperti “simbol” dari Polri itu sendiri.

Mungkin sebab itu pula anak-anak bangsa kita berbondong-bondong menjadi anggota Polri ingin mengikuti jejak beliau. Bagaimana tidak bangga jika mendapat tugas untuk memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Sungguh tugas yang sangat berat dilakukan, tapi anggota Polri mampu melakukannya. Salut.

Karena ada Polri masyarakat yang cerewet diamankan. Karena ada Polri demonstrasi yang dianggap membuat kerusuhan diamankan. Karena ada Polri rakyat tidak banyak bicara dan bertingkah. Karena ada Polri konspirasi kejahatan terungkap. Karena ada Polri hidup masyarakat semakin sejahtera. Karena ada Polri pula kesejahteraan anggota Polri dan keluarga meningkat. Rejeki anak soleh.

Anggota Polri sekarang jujur seperti Pak Hoegeng. Tak heran hidupnya juga sederhana, jauh dari kesan mewah dan glamour. Pun begitu, sikapnya yang rendah hati membuat masyarakat tak sungkan melaporkan kasusnya ke Polsek atau Polres terdekat. Masyarakat dan Polri saling bekerjasama menjaga hak-hak setiap individu. Mengedepankan kemanusiaan daripada hukuman. Ya, Polri begitu dekat dengan masyarakat. Saking dekatnya, Polri makan, tidur, dan bekerja bersama masyarakat. Membaur tumpah ruah, tanpa merasa punya status sosial yang tinggi.

Baca juga:

Hukum Indonesia Mempermainkan Kasus Novel Baswedan?

Menilai Curhat Covid-19 yang Disebut Ajang Bisnis oleh Pemilik Akun Ini!

Jika dulu almarhum Gusdur sempat berguyon mengatakan, “Hanya ada tiga Polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.” Karena itu memang candaan saja jangan dianggap serius, apalagi sampai dibawa ke hati. Toh, apa yang disampaikan almarhum Gusdur sekarang berbeda. Anggota Polri zaman now jujur.

Lihat saja mantan pensiunan Polri Novel Baswedan, kini beliau bertugas menjadi Penyidik KPK. Kinerjanya tak perlu diragukan lagi. Para penjahat korupsi, kolusi, dan nepotisme, ketar-ketir menghadang ganasnya singa KPK tersebut. Meskipun sekarang beliau matanya cidera, tapi masih semangat memburu para KKN. Lagi-lagi karena kinerja anggota Polri pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tertangkap. Hebat.

Jadi mohon kepada pihak-pihak terkait yang suudzon terhadap institusi Polri untuk segera melenyapkan pikiran itu di benak masing-masing. Tidak kasihan apa, kepada bapak-bapak polisi yang sudah tiga tahun bekerja keras mencari pelaku penyiraman air keras. Nah, terbukti, toh, kinerja mantap Pak Polisi berhasil membekuk pelaku. Meskipun pelaku dari anggota polisi sendiri. Ini sebagai bukti bahwa Insitusi Polri menegakkan hukum dengan baik, tanpa pandang bulu. Siapa bersalah, harus diberi hukuman sesuai undang-undang berlaku.

Tak mengapa nama institusi agak tercoreng, karena sesungguhnya institusi Polri terlalu suci untuk dicemari oleh kedua anggota Brimob tersebut. Bravo, Pak Pol! Kalau bisa tangkap juga anggota-anggota lain yang terlibat kasus-kasus besar lainnya.

Sudah dibuktikan apa yang dibenak masyarakat bahwa Polri ingin menggembos KPK terbantahkan. Polri dan KPK bergandeng tangan membersikan para penjahat di Indonesia.

Nah, karena punya latar belakang dan jejak rekam yang baik, mantan para Jendral Polri pun sangat dibutuhkan pada pemerintahan Jokowi. Sebut saja Pak Budi Gunawan yang kini menjadi Ketua Badan Intelijen Negara (BIN), atau Pak Tito Karnavian yang diminta Jokowi menjadi Menteri dalam Negeri. Kedua putra bangsa itu bahu-membahu turut membawa perubahan bangsa kita lebih baik lagi. Applaus!

Belakangan ada kasus ditangkapnya netizen oleh anggota Polri karena membuat caption guyonan Gusdur terkait polisi jujur. Publik sempat marah karena menganggap itu bentuk intimidasi terhadap warga. Sebenarnya publik ataupun lembaga-lembaga yang mengkritik sikap Polri itu keliru. Padahal maksud penangkapan tersebut hanya untuk pendidikan saja, agar tidak sembarangan menyebut nama institusi dan lebih bijak memanfaatkan media sosial.

Baca juga:

Apa Perlu Anggota Ormas Diberikan Pendidikan Ilmiah?

Bergaul dan Komunikasi Lintas Kasta

Coba pikir institusi mana yang sangat perduli terhadap warga sampai segitunya? Tidak ada! Hanya Polri. Teguran itu sebagai tanda kasih sayang Polri terhadap warga, sebagaimana motto Polri: “Pelayan Terbaik Bangsa”. Tak hanya melayani, tapi juga memberikan contoh demokrasi yang baik dan benar. Karena di zaman demokrasi hal menegur atau saling mengingatkan itu sangat dibutuhkan.

Mengutip dari laman Tirto.id, Pak Tito juga pernah menyebutkan guyonan polisi jujur itu di acara Haul Gusdur. Pak Tito mengatakan sebagai cambukan bagi Polri sebagai institusi lebih baik lagi. Dan mantan Kapolri Sutarman juga sempat mengutip jokes itu di acara Haul Gusdur. Kedua Mantan Kapolri tersebut secara tidak langsung mengingatkan para anggota Polri lain untuk mencontoh Kapolri Hoegeng dulu. Syukurnya, apa yang dicita-citakan para Jendral Polri tersebut membuahkan hasil.

Reformasi yang membuat terobosan baru, yakni pemisahan Polri dari TNI sesuai harapan. Polri punya pendekatan yang lebih humanis, tidak asal tuduh, tidak memakai kekerasan dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. Bahkan anggota Polri sekarang tak malu-malu lagi membaca literasi yang diangap berbahaya bagi pemerintah. Seperti buku-buku yang dianggap berbau kiri, atau juga novel-novel Tereliye.

Mungkin karena itu juga anggota Polri jadi idaman calon mertua. Dan tentu saja incaran setiap cewek yang ingin menjadi Ibu Bayangkara. Cowok mana yang bisa kokang senjata selain Abang Polisi?! Tidak ada, kan?! Cuma Abang Polisi.

Perlu diketahui kalau punya suami atau keluarga polisi bisa aman dari orang-orang nakal. Hal itu bukan tanpa sebab, karena anggota Polri memang disegani dan ditakuti. Biasanya Abang Polisi cukup bilang, “Hati-hati, ya, saya anggota!”. [Asmara Dewo]

Baca juga: Kasus Kematian Bayi karena Ribetnya Rapid Test saat Persalinan?

 

 

  • Paranoid Polri ke HTI

    Ormas HTI dalam aksi bela Islam | Foto antara Oleh: Asmara Dewo Ormas Islam Hizbut Tahrir …
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Opini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ara dan Kota Kenangan

Asmarainjogja.id-Matahari kian ganas menunjukkan panasnya, seakan-akan berada di atas kepa…