Home Belajar Menulis Manfaat Belajar di Komunitas Menulis Bintang Inspirasi

Manfaat Belajar di Komunitas Menulis Bintang Inspirasi

13 min read
0
0
47
PJ Internal BI
PJ Internal BI

Asmarainjogja.id-Masa muda adalah masa dimana mencari jati diri. Setiap dari kita pasti pernah melewati semua itu. Apalagi bagi kalian yang sedang atau mulai masuk ke dunia pendidikan tinggi. Kuliah adalah dimana kita hidup secara mandiri, jauh dari keluarga, saudara dan teman. Karena itulah kita mau tidak mau harus hidup mandiri.

Lalu, apa yang akan dilakukan? Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari kejenuhan selama di perantauan. Kita dituntut untuk bisa mencari teman sebanyak mungkin. Seperti pribahasa “Seribu teman terlalu sedikit, namun satu musuh sudah terlalu banyak”.

Beradaptasi di lingkungan baru bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Seperti lingkungan tempat tinggal dan kampus. Kita akan dihadapkan oleh orang-orang yang baru kita kenal dengan berbagai macam karakternya. Tentu saja tidak mudah untuk memilih teman, karena tidak semua orang yang kita kenal itu baik. Rambut sama hitam, tapi hati siapa yang tahu?

Terlebih lagi hidup sebagai anak kos bukanlah perkara yang mudah. Walau terasa mengasyikkan. Mungkin sebagian dari kalian ada yang berpikiran tentang kebebasan karena jauh dari rumah yang banyak sekali aturan dan larangan. Kamu akan merasa bebas mau pergi kemana pun dan kapan pun selama menjadi anak kos.

Tapi, tahukah kamu jika  ekspektasi tidak sesuai dengan realita.

Semua itu tidak seperti yang dibayangkan. Justru sebagai anak kos kamu ditempah untuk pandai memanajemen dirimu sendiri. Jangan sampai pengeluaran lebih tinggi daripada pemasukkan. Jika hal itu terjadi, maka kamu harus lebih banyak lagi belajar mengelola keuangan.

Baca juga artikel Angin lainnya:

PSBB Bagaikan Burung dalam Sangkar

Virus Corona Seperti Buah Simalakama

Semua hal yang kamu lakukan di rumah tidak sama dengan hidup sebagai anak kos diperantauan. Sangat berbeda seratus delapan puluh derajat. Selain memanajemen keuangan juga manajemen waktu sangat penting. Biasa bangun pagi orangtua menjadi alarm, selama di kos mimpilah yang membangunkan. Semua harus pandai-pandai mengurus diri sendiri.

Bagaimana kehidupan kamu selanjutnya? Apakah yang harus kamu lakukan? Tentu harus ada progres, kan? Jangan sampai monoton. Jika hal itu terjadi, maka sia-sia sudah semuanya. Percuma kuliah jauh-jauh jika tidak ada perubahan.

Disini saya akan berbagi sedikit pengalaman hidup kepada para pembaca. Tentunya berawal sebagai anak kos diperantauan yang jauh dari keluarga, serta dinamika kehidupan selama di bangku perkuliahan. Semoga bisa menginspirasi teman-teman.

Berangkat seorang diri via jalur udara. Take off di Bandara Sultan Syarif Kasim dan landing di Adi Sucipto Yogyakarta. Sesampainya di sana lalu seorang diri mencari tempat tinggal. Akhirnya mendapatkan teman yang banyak membantu dalam mengurus administrasi pendaftaran. Saya kuliah di salah satu kampus swasta di Yogyakarta. Yogyakarta saya pilih karena sudah terkenal dan dijuluki sebagai Kota Pelajar.

Singkat cerita, saya yang baru menyandang status mahasiswa mencoba mencari jati diri. Tidak banyak yang saya lakukan. Hanya butuh adaptasi dengan lingkungan kos tempat saya tinggal dan banyak mengenal teman baru di kelas.

Saya rasa kurang jika hanya mempunyai teman di kampus sendiri. Akhirnya saya berinisiatif untuk mencari teman lebih banyak lagi dengan teman-teman kampus lainnya. Caranya sangat mudah. Karena saya orang yang suka berorganisasi pada waktu SMA, maka kesukaan saya itu saya teruskan di bangku perkuliahan.

Ya, saya masuk di organisasi internal kampus maupun eksternal. Saya mulai masuk Badan Eksekutif Mahasiswa-Fakultas (BEM-F) dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP). Dan di waktu yang sama saya juga masuk organisasi mahasiswa yaitu Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI).

Nah, selama masuk organisasi tersebutlah saya banyak mendapat teman. Mulai dari Pulau Sumatera sampai Papua. Membuat saya lebih betah dan nyaman selama hidup diperantauan. Teman adalah orang yang banyak membantu kita selama dalam kesusahan.

Seiring berjalannya waktu, teman-teman saya yang ada dikampus, hanya beda fakultas saja, mengajak saya untuk membentuk komunitas menulis. Tanpa berpikir panjang saya ikut bergabung dan terbentuklah komunitas menulis Bintang Inspirasi (BI).

Komunitas ini tidak hanya berlaku bagi mahasiswa saja, tapi terbuka untuk umum. Bahkan, jika dosen ingin bergabung pun kami terima. Dan tujuan dari komunitas menulis ini yaitu agar lebih mengenal lebih dalam lagi dunia literasi. Serta menciptakan insan yang kritis serta imajinatif.

Saya pribadi pun juga bingung awalnya. Ragu-ragu ingin bergabung. Karena saya tidak mengerti apa itu literasi dan bagaimana menulis yang baik dan benar. Karena saya tidak pernah menulis sebelumnya. Tapi, dalam hati saya berpikir, “Kalau memang saya tidak bisa menulis, lalu ragu masuk komunitas menulis terus kapan saya bisa?”

Baca juga artikel Angin lainnya:

Setelah Putusan MK, Apa Kabar Cebong dan Kampret?

Mengupas Tuntas Kondisi Pantai Jungwok dan Sekitarnya, Infrastruktur untuk Siapa?

Ternyata betul, awalnya saya sangat bingung harus dari mana mulai menulis? Kebingungan dan kebodohan yang tampak dalam raut wajah. Oke, tulis saja apa yang kamu bisa. Selesai nanti akan dibacakan dan dikoreksi.

Seiring berjalannya waktu, komunitas menulis Bintang Inspirasi terus bertambah keanggotaannya. Dan terus melakukan kegiatan serta kerja-kerja komunitas. Selama saya bergabung di komunitas menulis BI, ada beberapa manfaat yang saya dapatkan.

1. Banyak teman

Tujuan saya kuliah selain menuntut ilmu melalui pendidikan secara formal juga ingin mencari teman. Maka, saya mengikuti berbagai organisasi selain mendapat ilmu juga mendapatkan teman yang banyak. Komunitas menulis inilah salah satunya.

2. Menambah pengalaman

Masa muda adalah masa kesempatan untuk mencari wawasan yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Di komunitas menulis saya mendapatkan itu. Bagaimana tidak? Selama berdinamika di dunia literasi lewat komunitas menulis BI ini banyak agenda yang saya dan teman-teman lakukan. Seperti menulis berita, feature, artikel opini serta cerpen.

Menulis langsung di lapangan dan diskusi tentang kepenulisan bersama salah satu anggota Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Bung Robandi. Dan yang terakhir saya bersama teman komunitas menulis mengadakan camping ke pantai dan di kaki gunung. Seru bukan?

3. Menjadi lebih kritis

Bukan mahasiswa namanya jika kita tidak mempunyai sikap kritis. Sebagai mahasiswa sudah pastinya mengucapkan ikrar sumpah dan mengangakat tangan kiri kita sebagai lambang perlawanan ketidakadilan. Lewat dunia literasi sudah selayaknya kita sebagai yang diamanatkan kepada rakyat untuk membela mereka. Lewat tulisan itulah kita bisa sampaikan ke publik, jika rakyat mendapatkan ketidakadilan. Jangan jauh-jauh, mengkritisi kebijakan kampus yang tidak pro mahasiswa juga sudah sangat baik.

4. Berpikir secara imajinatif

Sering membaca cerpen atau novel? Itu adalah sebuah cerita, yang mana dibuat oleh seseorang dengan kemampuan imajinasinya. Dan kita sebagai pembaca dibawa dalam cerita imajisinya. Selama di komunitas menulis Bintang Inspirasi ini secara perlahan kita belajar menulis cerpen dan mulai berpikir secara liar dan imajinatif.

5. Peka terhadap kondisi sosial masyarakat

Sebagai seorang yang sedang belajar menulis. Tentunya mengikuti perkembangan pemberitaan yang sedang hangat. Nah, dari berita-berita yang masih hangat dan update tersebut tergugah dari diri kita untuk mengeluarkan pendapat dan argumen kita lewat artikel opini. Tentunya dengan data dan fakta yang ada, serta bisa dipertanggungjawabkan.

6. Mengangkat berita lebih luas

Yang terakhir ini tak kalah pentingnya. Media meanstream saat ini tidak semuanya banyak menyiarkan penindasan terhadap rakyat kecil. Kebanyakan media meanstream hanya meliput berita-berita yang sedang viral dan trending. Tentunya dengan dalih view yang banyak. Dari tulisan sederhana yang kita buat tentu dapat viral dan trending. Mudah-mudahan dapat diliput di media meanstream dan banyak dibaca  orang.

Itulah manfaat yang  saya rasakan selama masuk di komunitas menulis. Semoga teman-teman juga tertarik untuk menulis dan dari tulisan tersebut dapat bermanfaat untuk khalayak ramai serta menjadi amal ibadah untuk diri kita sendiri.

Salam Literasi! Salam Bintang Inspirasi!

Penulis: Angin, PJ Internal Bintang Inspirasi

Baca berikutnya: Apakah Media Mainstream Tidak Mau Angkat Kasus Pak Bongku karena Sibuk Berita Corona?

 

 

  • Merpati, Satu Tahun Perjalanan Sang Pembawa Inspirasi

    Menulis di Perpustakaan Kota Yogyakarta | Doc. Bintang Inspirasi Asmarainjogja.id–Di…
Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Belajar Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ara dan Kota Kenangan

Asmarainjogja.id-Matahari kian ganas menunjukkan panasnya, seakan-akan berada di atas kepa…