Home Kesehatan Tanam Lidah Buaya di Rumah sebagai Obat Pengganti Betadine

Tanam Lidah Buaya di Rumah sebagai Obat Pengganti Betadine

10 min read
1
0
89
Mbah Soro, petani lidah buaya di Desa Jepitu, Gunungkidul, Yogyakarta
Mbah Soro, petani lidah buaya di Desa Jepitu, Gunungkidul, Yogyakarta | Foto dok. PLB (Proyek Lidah Buaya)

Asmarainjogja.id-“Saya sudah dari dulu menanam lidah buaya. Lumayan efektif untuk ngobatin luka. Lumayan irit karena gampang nanamnya. Dulu sering pakai betadine, tapi karena sering terpakai untuk banyak orang, betadine cepat habis, terus belikan mahal. Terpaksa akhirnya pakai lidah buaya. Solusi irit adalah menanam. Duh, sampai rela menanamnya, lho,” tulis Advokat senior Wayan Gendo Suardana di akun Instagramnya @gendovara, Jumat, 14 Agustus 2020. Kuasa hukum yang mendampangi Jerinx SID ini juga mengatakan lidah buaya (aloe vera) juga bagus untuk kesehatan rambut, kepala, dan kulit.

Sebenarnya khasiat luar biasa lidah buaya sudah dikenal sejak lama. Mesir menggunakan tanaman lidah buaya untuk pengobatan luka, luka bakar, dan infeksi pertama kalinya. Setelahnya, Yunani, Spanyol, dan bangsa Afrika menggunakan lidah buaya dengan berbagai teknik untuk beberapa tujuan. Menurut pengobatan klasik di Iran, ekstrak lidah buaya yang digunakan untuk tujuan pengobatan (Novyana dan Susanti, 2016).

Di Indonesia, lidah buaya termasuk dalam daftar tanaman obat tradisional berdasrkan buku Pemanfaatan Tanaman Obat Departemen Kesehatan Republik Indonesia Edisi ke-3 tahun 1983. Dalam buku tersebut salah satu khasiat lidah buaya adalah untuk menyembuhkan luka (Nazir dkk, 2015).

Lidah buaya semakin akrab sebagai tanaman obat, tak heran tanaman berlendir itu sering ditanam di depan rumah. Selain eksotis juga beragam manfaatnya. Belakangan lidah buaya semakin banyak peminatnya, hal tersebut bisa dilihat dari berbagai produk kecantikan dan perawatan yang terbuat dari bahan lidah buaya.

Menurut (Widodo dan Budiharti, 2006) khasiat lidah buaya untuk pembersih darah, penurun panas, obat wasir, batuk rekan dan mempercepat penyembuhan luka. Sejumlah nutrisi yang bermanfaat terkandung di dalam lidah buaya, berupa bahan organik dan anorganik, di antara vitamin, mineral, beberapa asam amino, serta enzim yang diperlukan tubuh.

Manfaat daun lidah buaya sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan regenerasi sel, untuk mengontrol tekanan darah, menstimuli kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi penderita HIV. Penggunaannya dapat berupa gel dalam bentuk segar atau dalam bentuk bahan jadi, seperti: kapsul, jus, makanan, dan minuman (Widodo dan Budiharti, 2006).

Untuk penyembuhan luka sendiri, lidah buaya bahkan lebih bagus dibandingkan povidone iodine (bahan aktif betadine). Hal itu telah dilakukan dalam penelitian (Atik dan Iwan, 2009) yang mengambil sample mencit sebagai uji coba perbandingan pengobatan luka antara topikal gel lidah buaya dengan poviden ioden. Mereka menjelaskan Efek lidah buaya terhadap penyembuhan luka juga mungkin dikarenakan oleh kandungan acemannan yang berperan sebagai agen poten yang mengaktivasi makrofag. Pada fase inflamai makrofag berperan sebagai kunci regulasi perbaikan jaringan.

Pada penelitian lain (Dewi, 2018) mengambil sample pada luka insisi marmut. Penutupan pada insisi luka marmut yang diolesi ekstra lidah buaya dengan konsentrasi 75% lebih baik dari penutupan luka dari insisi yang tidak diberi perlakukan.

Menyediakan Bibit Lidah Buaya (Aloe Vera)

Saat ini lidah buaya sudah tersebar luas di Indonesia, di Yogyakarta sendiri kesadaran warga menjadikan lidah buaya sebagai tanaman hias dan obat terlihat di halaman rumahnya. Biasanya ditanam di pot, atau ditanam langsung pada tanah. Anak-anak lidah buaya yang tumbuh di sekitar induknya itulah yang kemudian menjadi bibit yang bisa dibudidayakan.

Nah, kalau kesulitan mendapatakan bibitnya, lidah buaya banyak di jual di tanaman hias. Atau jika memang butuh banyak bibit, bisa menghubungi PLB (Proyek Lidah Buaya). PLB merupakan komunitas kerja-kerja konkret mahasiswa dan kaum buruh yang saat ini sudah bekerjasama dengan petani di Desa Jepitu, tepatnya di Parkiran 16 (Mbah Soro), Pantai Greweng, Sedahan, Jungwok, Gunungkidul, Yogyakarta.

Hasil bibit lidah buaya dari PLB sudah dibudidayakan di Riau. Jadi tidak perlu khawatir lagi jika pengiriman ke luar Pulau Jawa.

 

View this post on Instagram

 

Pengiriman bibit lidah buaya dari PLB ke Riau berhasil dengan selamat. Saat ini wilayah Sumatera, khususnya Riau cukup kesulitan memasok bibit lidah buaya. Pertama karena kesulitan soal ekspedisi yang bisa diandalkan, dan kedua, kekhawatiran kualitas bibitnya saat tiba. Mengingat jarah tempuh dari Jawa ke Riau memakan waktu yang lama. Tentu pemesan lidah buaya tidak ingin lidah buaya yang sampai di tangannya telah membusuk karena ekspedisi dan cara packing yang keliru. Tapi, sekarang tenang saja, PLB siap membantu Alover menyediakan bibit lidah buaya dari Yogyakarta 😀 Silahkan ngobrol dulu dengan kami 😀 #aloevera #lidahbuaya #lidahbuayayogyakarta #lidahbuayagunungkidul #lidahbuayajepitu #pantaijungwok #infojogja #petanilidahbuaya #petanialoevera #petanimilenial

A post shared by Proyek Lidah Buaya (@plb_proyeklidahbuaya) on

Sebagai informasi, budidaya lidah buaya yang digarap PLB dan warga tidak menggunakan pupuk kimia atau sejenisnya. Murni pupuk hasil olahan dari alam dan kotoran hewan. Tak hanya sekadar budidaya lidah buaya, PLB juga mengimbau kepada Alover (sebutan pecinta lidah buaya) untuk memanfaatkan alam dan kotoran hewan sebagai pupuk. Selain kampanye untuk mencintai lingkungan, PLB berupaya pada tahap penyadaran terhadap masyarakat untuk membangun ekonomi mandiri.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi bagian marketing PLB, Wuri (WA 082285249370).

Penanaman Lidah Buaya (Aloe Vera)

Nah, untuk penanamannya lidah buaya juga cukup mudah. Tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya, tergantung ditanam di polibag, pot, atau langsung ke tanah. Diharapkan tanahnya memang sudah siap digunakan, tanah itu sudah dicampur dengan pupuk kompos (kotoran kambing) dan arang. Rekomendasi kotoran kambing agar pelepah lidah buaya nanti besar dan kokoh.

Penyiraman secukupnya saja, tidak terlalu berlebihan atau malah tanahnya sampai kering. Dampak berlebihan bisa memicu adanya jamur dan penyakit lainnya.

Kalau ditanam langsung pada tanah, dan memang berniat untuk hasil panen yang maksimal, sebaiknya tanah itu dibuat gundukan, seperti penanaman cabai. Karena tanah gundukan itu bisa menghindari air tergenang, dan akar lidah buaya dapat berkembang lebih bagus di dalam tanah.

Agar maksimal pertumbuhannya, bibit-bibit kecil yang tumbuh di sekitar induk sebaiknya dipindahkan ke tempat lain. Biarkan induk berkembang sendiri tanpa harus membagikan kandungan tanah dan air pada anak-anaknya.

Masa panen lidah buaya pada umumnya berumur setahun, tandanya pelepah sudah menjulur ke tanah dan berbunga. Meski begitu, tidak semua lidah buaya berbunga, banyak kasus lidah buaya tetap bisa dipanen meskipun tidak berbunga terlebih dahulu.

Penulis: Asmara Dewo, Penanggung Jawab PLB (Proyek Lidah Buaya).

Baca juga: Setahun PLB, Bagaimana Perkembangannya?

 

 

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Kesehatan

One Comment

  1. […] Tanam Lidah Buaya di Rumah sebagai Obat Pengganti Betadine […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sebelum Berangkat, Ini 10 Tips Bertualang ke Curug Lawe

Asmarainjogja.id-Pesona Curug Lawe yang berada di Lereng Gunung Ungaran memang tak diraguk…