Home Kesehatan Manfaat Luar Biasa Lidah Buaya untuk Luka Bakar

Manfaat Luar Biasa Lidah Buaya untuk Luka Bakar

12 min read
0
0
58
Menanam lidah buaya
Menanam lidah buaya | Foto dok. PLB (Proyek Lidah Buaya)

Asmarainjogja.id-Saat berkegiatan sehari-hari, kita tak terlepas dari luka bakar. Meskipun luka bakar itu tergolong ringan, seperti terpapar matahari secara berlebihan, atau menelan makanan dan minuman yang masih panas. Namun dampak dari itu mengakibatkan adanya kerusakan jaringan pada kulit, sehingga mengganggu aktivitas dan merusak estetika.

Menurut WHO, sekitar 90 persen luka bakar terjadi pada sosial ekonomi rendah di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah, daerah yang umumnya memiliki infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengurangi insiden luka bakar. Data yang diperoleh WHO menyebutkan bahwa wanita di Asia Tenggar memiliki angka luka bakar yang tertinggi, 27% dari angka keseluruhan secara global meninggal dunia, dan 70% di antaranya adalah wanita (Kemkes.go.id, 2019).

Riset Kesehatan Dasar Kementerian kesehatan yang dirilis pada 2013 mencatat, luka bakar menempati urutan keenam penyebab cedera tidak disengaja (unintentional injury) setelah jatuh, sepeda motor, benda tajam/tumpul, transportasi darat lain, dan kejatuhan dengan tingkat prevalensi 0,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia (Okezone.com, 2018).

WHO mencatat, luka bakar menyebabkan sekitar 195.000 jiwa meninggal di Indonesia setiap tahun. Riset Kementeriaan Kesehatan tersebut juga menekankan anak-anak usia 1-4 tahun menjadi kelompok umur yang paling rentan terkena luka bakar dengan tingkat prevaleansi sampai 1,5 persen (Okezone.com, 2018).

Republika (2018) melaporkan Kementerian Kesehatan berkomitmen mendukung kegiatan positif di bidang kesehatan termasuk dalam hal pemanfaatan herbal asli Indonesia untuk kesehatan bangsa. Direktur pelayanan kesehatan Tradisional Kemenkes RI, Ina Rosalina mengatakan pemerintah meminta masyarakat cerdas menyikapi pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional.

Lidah buaya digunakan sebagai bahan obat sejak beberapa ribu tahun yang lalu untuk mengobati luka bakar, rambut rontok, infeksi kulit, peradangan sinus, dan rasa nyeri pada saluran cerna. Beberapa peneliti terdahulu telah membuktikan bahwa aloe vera berkhasiat sebagai anti inflamasi, antipiretik, antijamur, antioksidan, antiseptik, antimikroba, serta anti virus (Halawa, 2018: 6, sit. Anif M, 2014).

Di Indonesia, lidah buaya termasuk dalam daftar tanaman obat tradisional berdasarkan buku Pemanfaatan Tanaman Obat Departemen Kesehatan Republik Indonesia Edisi ke-3 tahun 1983 (Nazir dkk, 2015).

Lidah buaya digunakan sebagai anti septik karena adanya enam agen antiseptik, yaitu; lupeol, asam salisilat, ureanitrogen, asam sinamat, fenol dan belerang. Senyawa ini memiliki efek hambat pertumbuhan jamur, bakteri dan virus (Nugraha dan Rahayu, 2015: 77, sit. Madan dkk, 2008).

Aloe vera dapat digunakan untuk mengobati berbagai luka terutama pada luka bakar. Hal ini didukung dengan penelitian Maenthaisong dkk, 2007, menyatakan bahwa aloe vera diberikan untuk mengobati pada pasien luka bakar untuk derajat pertama dan derajat kedua, bila dibandingkan dengan perawatan luka konvensional, maka aloe vera lebih efektif untuk mempercepat proses penyembuhan dan epitalisasi jaringan kulit (Nugraha dan Rahayu, 2015: 77).

Alodokter.com (2019) menjelaskan derajat luka bakar yang terjadi pada tubuh manusia:

1. Luka bakar derajat satu, luka bakar ini hanya menyebabkan kerusakan di lapisan kulit (epedermis)

2. Luka bakar derajat dua, luka bakar ini hingga menyebabkan kerusakan di lapisan kulit yang lebih dalam (dermis)

3. Luka bakar derajat tiga, kerusakan hingga mencapai lapisan lemak, serta merusak saraf dan pembuluh darah.

Selain kedalaman kerusakan kulit, tingkat keparahan luka bakar juga bisa diukur dari luas area yang terbakar. Perhitungan presentase area permukaan kulit yang terbakar pada orang dewasa terdiri dari: area kepala 9%, dada 9%, perut 9%, punggung dan bokong 185, setiap tungkai 18%, daerah kelamin 1%.

Sebagai contoh, jika luka bakar terjadi pada kedua tungkai, area kelamin, dada dan perut, maka total luas area luka bakar tersebut 55%. Jika luas permukaan luka bakar melebihi 20%, tubuh akan mengalami kekurangan  cairan sehingga dapat menimbulkan turunnya tekanan darah hingga syok.

Lokasi luka bakar juga turut menentukan tingkat keparahannnya. Contohnya, jika mengalami luka bakar di wajah, hidung, mulut, dada, atau leher, seseorang dapat mengalami gangguan pernapasan. Hal ini terjadi karena peradangan pada saluran pernapasan, sehingga menghambat jalan napas.

Aktivitas terapi lidah buaya dapat digunakan untuk mengobati lesi kulit, seperti luka bakar, kerusakan iradiasi, dan ulkus iskemik. Gel ini memiliki aktivitas penyembuhan, analgesik, dan anti inflamasi, selain sebagai zat penghidrasi dan pelindung kulit yang kuat, mengandung vitamin C dan E, asam amino esensial, dan polisakarida, yang merangsang pertumbuhan jaringan dan regenerasi sel (Wardani, 2020, sit. Azevedo dkk, 2019).

Aloe vera yang digunakan untuk mengobati luka bakar, yaitu dengan aloe vera olahan atau murni yang mengandung 10-70% gel, terutama pada bagian dalam aloe vera. Kemudian dipasteurisasi pada suhu 75-800 C selama kurang dari tiga menit dan setelah itu dioleskan pada area luka bakar sebanyak tiga kali dalam sehari (Nugraha dan Rahayu, 2015: 78, sit. Ramachandra dan Rao, 2008).

Meski begiru, Aloe vera memiliki kontraindikasi dalam mengobati luka bakar, yaitu tidak boleh digunakan pada orang yang mengalami alergi terhadap aloe vera kare menyebabkan iritasi pada kulit sehingga memperberat penyakit pasien, dan disarankan tidak boleh digunakan pada pasien yang sedang hamil atau ibu menyusui. Namun harus dilakukan penelitian lebih lanjut (Nugrahat dan Rahayu, 2015: 78, sit. Grundmann, 2012).

Di dunia ada tiga jenis lidah buaya yang dibudidayakan secara komersial, yaitu; alo vera (aloevera barbadensis miller), (aloe ferox miller), aloe very barker. Dari ketiga tersebut yang paling banyak dimanfaatkan adalah spesies aloevera barbadensis miller, karena memiliki beberapa keunggulan di antaranya; tahan hama, ukuran lebih panjang bisa mencapai 121 cm, berat per batang bisa mencapai 4 kg, mengandung 75 kg, dan aman dikonsumsi. Sementara itu, di Asia, termasuk Indonesia yang paling banyak dikembangkan lidah buaya jenis aloe chinesis baker. (Halawa, 2018: 7, sit. Suryowidodo, 2015).

Alover, kalau kamu tertarik menanam lidah buaya bisa dicoba di rumah, lho. Cara penananamannya juga tidak sulit. Dan kalau memang butuh informasi lebih lanjut, bisa mengobrol langsung dengan Unit Informasi dan Pendidikan PLB (Proyek Lidah Buaya) +6288233857592 (Almo) atau marketingnya +6282285249370 (Wuri). Tak hanya sebagai konsultan penanaman lidah buaya, PLB juga menyediakan bibit lidah buaya yang siap dikirim ke seluruh Indonesia. [Asmara Dewo]

 

View this post on Instagram

 

Pengiriman bibit lidah buaya dari PLB ke Riau berhasil dengan selamat. Saat ini wilayah Sumatera, khususnya Riau cukup kesulitan memasok bibit lidah buaya. Pertama karena kesulitan soal ekspedisi yang bisa diandalkan, dan kedua, kekhawatiran kualitas bibitnya saat tiba. Mengingat jarah tempuh dari Jawa ke Riau memakan waktu yang lama. Tentu pemesan lidah buaya tidak ingin lidah buaya yang sampai di tangannya telah membusuk karena ekspedisi dan cara packing yang keliru. Tapi, sekarang tenang saja, PLB siap membantu Alover menyediakan bibit lidah buaya dari Yogyakarta 😀 Silahkan ngobrol dulu dengan kami 😀 #aloevera #lidahbuaya #lidahbuayayogyakarta #lidahbuayagunungkidul #lidahbuayajepitu #pantaijungwok #infojogja #petanilidahbuaya #petanialoevera #petanimilenial

A post shared by Proyek Lidah Buaya (@plb_proyeklidahbuaya) on

Baca juga:

Tanam Lidah Buaya di Rumah sebagai Obat Pengganti Betadine

Setahun PLB, Bagaimana Perkembangannya?

Pustaka

Alodokter.com, 2019. Pengertian Luka Bakar. Diakses 28 Agustus 2020

Darma, Halawa. Uji Gel dari Lidah Buaya (Aloe Vera (L)) untuk Luka Bakar pada Kelinci. Diss. Intitut Kesehatan Helvetia, 2018.

Kemkes.go.id. Diakses 28 Agustus 2020.

Nazir, Farhan, Asril Zahari, dan Eliza Anas. “Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Jarak Pinggir Luka pada Tikus Wistar.” Jurnal Kesehatan Andalas 4.3 (2015).

Nugraha, Andri, dan Urip Rahayu. “Pengaruh Pemberian Aloe Vera pada Pasien Luka Bakar “Studi Literatur”. Jurnal Medika Cendekia, Vol.2, No. 2.

Okezone.com, 2018. Luka Bakar Sebabkan 195.000 Orang di Indonesia MeninggaI Dunia. Diakses 28 Agustus 2020.

Republika.co.id, 2018. Pemerintah Dorong Pemanfaatan Obat Herbal di Dunia Kesehatan. Diakses 28 Agustus 2020.

Wardani, H. K, 2020. Manfaat aloe vera sebagai terapi topikal luka bakar. Wellness And Healthy Magazine, 2 (1), 141-146.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sebelum Berangkat, Ini 10 Tips Bertualang ke Curug Lawe

Asmarainjogja.id-Pesona Curug Lawe yang berada di Lereng Gunung Ungaran memang tak diraguk…