Home Belajar Menulis Membudayakan Menulis demi Perubahan Pendidikan Indonesia

Membudayakan Menulis demi Perubahan Pendidikan Indonesia

9 min read
0
0
77
Pendaftaran Komunitas Menulis Bintang Inspirasi
Pendaftaran Komunitas Menulis Bintang Inspirasi

Asmarainjogja.id-Menulis salah satu modal menggapai impian. Begitu yang sering kita dengar dan baca di berbagai literatur. Terlebih lagi bagi seorang mahasiswa, aktivitas menulis menjadi kegiatan rutin. Mahasiswa tak terlepas dari tugas dosen, seperti menulis makalah, menulis jurnal, dan di pengujung akhir semester, mahasiswa wajib menulis skripsi. Biasanya dosen yang rutin menulis dan namanya tersebar di berbagai media sangat senang melihat mahasiswanya hobi menulis. Tak heran, dosen juga menguji mahasiswa agar tulisan mahasiswanya itu juga bisa dimuat di media.

Bisa dibayangkan jika mahasiswa tidak mahir menulis? Alih-alih menulis skripsi, menulis artikel saja tidak mampu. Ujung-ujungnya mahasiswa yang awam menulis biasanya saat diberi tugas oleh dosen, ya, copy-paste dari internet. Selain menghina dirinya sendiri karena membatasi kreativitasnya, mahasiswa seperti itu juga mencuri kekayaan intelektual orang lain. Jika begitu terus, maka semakin banyak kasus mahasiswa yang tidak mampu mengerjakan skripsi. Lalu dia memakai “jalan ninja”, membeli skripsi atau memakai jasa joki skripsi.

Lag-lagi mahasiswa tipe ini membohongi dirinya sendiri, juga keluarga yang membiayainya, dosen, kampus, akademisi, dan menipu dunia. Karena seolah-olah dialah yang menulis skripsi tersebut. Tanpa merasa malu, dia dengan bangga memakai toga dan diwisuda oleh kampus. Lalu genaplah si mahasiswa berubah status dan bergelar sarjana.

Mengutip data dari brilion.net (2017); 1. ada sekitar 128 penyedia jasa konsultasi skripsi, 2. bisnis ini saling menguntungkan antara mahasiswa dan penyedia jasa, 3. banyak dosen yang ikut menjadi pelaku bisnis, 4. tidak ada aturan hukum yang bisa melarang, 5. banyak kampus sudah tahu adanya praktik bisnis skripsi.

Hasil wawancara harianjogja.com (2020) melaporkan bisnis skripsi terus tumbuh subur sebab sejak 16 tahun lalu dunia skripsi mahasiswa S1 tak pernah berubah. Mahasiswa tidak menulis skripsi sendiri, karena sudah bekerja, dan merasa ijazah cuma sebagai hiasan gelar sarjana saja.

Berdasarkan data dan fakta di atas kita bisa menyimpulkan bahwa intelektual sarjana tipe seperti itu diragukan. Sebagai pemerhati dunia pendidikan, khususnya Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, kita merasa miris menyaksikan realita yang ada. Konyolnya, kita sendiri yang paling kencang menyalahkan pemerintah, menyalahkan sistem pendidikan, menyalahkan kampus, padahal kita hanya bermodalkan retorika di warung kopi dan media sosial. Saat ditanya apa yang sudah dilakukan terhadap fenomena pendidikan seperti itu? Lagi-lagi menyalahkan pihak lain, atau memilih diam karena merasa bukan di bagian kaum perubahan.

Tidak usah muluk-muluk ingin membuat perubahan pada bangsa, perubahan sistem pendidikan, jika masalah literasi saja tidak mampu. Jangan lupa, perubahan besar terjadi dari hal-hal kecil. Mencicil perubahan lebih bijak dibandingkan hanya menggerutu dan memaki-maki.

Sekarang semua pilihan di tangan kita? Apakah kita berada di kaum pasif yang hanya menerima nasib? Atau kita berada di barisan kaum aktif menuju perubahan yang lebih baik lagi. Tentu bagi kaum berpikir memilih kehidupan yang lebih baik lagi, mengingat begitu banyak persoalan di dunia pendidikan dan sistem pemerintah yang harus dibenahi. Apalagi mahasiswa adalah pelaku sejarah di zamannya. Semua itu bisa dimulai dengan menulis. Mencicil perubahan di kampus yang berbudaya copy-paste.

Pertanyaannya adalah apakah menulis itu sulit? Mudah bagi yang sudah terbiasa, sebaliknya menjadi sulit bagi yang belum terbiasa. Mungkin kita tidak asing dengan sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer, dia pernah menulis: “Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan menjadi mudah; jangan takut pada pelajaran apapun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.”

Memang setiap orang punya cara belajar yang berbeda-beda, tapi biasanya orang lebih senang belajar bersama-sama. Dengan begitu bisa saling berbagi pengetahuan dan tidak merasa kesepian saat belajar. Karena manusia memang saling membutuhkan satu sama lain. Begitu juga belajar menulis, akan lebih mudah belajar jika kita berada di atmosfir penulis lainnya.

Tak ada salahnya pula bergabung dengan komunitas, misalnya Komunitas Menulis Bintang Inspirasi di Yogyakarta. Bintang Inspirasi adalah tempat belajar menulis yang cukup efektif dan telah terbukti melahirkan penulis yang mulai unjuk gigi di berbagai media, seperti di Viva.co.id. Karya-karya penulis Bintang Inspirasi mencicil perubahan dan memicu para mahasiswa untuk belajar menulis. Tak heran setiap tahun komunitas yang lahir di Universitas Widya Mataram Yogyakarta ini terus bergenerasi.

Bintang Inspirasi juga tidak menutup pintu rumahnya untuk umum, jadi siapa saja bisa bergabung di komunitas tersebut. Apapun latar belakang calon anggota, baik itu karyawan, petani, pedagang, nelayan, karena setiap insan punya hak yang sama untuk mengakses pendidikan menulis. Dan memang itulah salah satu cita-cita luhur Bintang Inspirasi, turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bagaimana metode belajar menulis di Bintang Inspirasi? Pemateri akan menyampaikan materinya sesuai kurikulum Bintang Inspirasi, yaitu menulis berita, feature, opini, dan cerpen. Selanjutnya apa yang sudah disampaikan tadi langsung dipraktikkan oleh kawan-kawan yang tergabung di Bintang Inspirasi. Berdasarkan pengalaman Bintang Inspirasi bertahun-tahun, cara ini sangat efektif. Meski begitu tidak menutup kemungkinan jika ada tambahan metode dari anggota yang baru.

Momentum belajar menulis:

1. Menulis Cerpen

2. Menulis Feature yang Menghadirkan Robandi dari Jurnalis Aliansi (AJI) Yogyakarta 

3. Momentum Pengangkatan Anggota Bintang Inspirasi  

4. Momentum Acara Hari Lahir Bintang Inspirasi 

Nah, teman-teman yang berminat belajar menulis bisa menghubungi langsung Mingke selaku PJ Internal Bintang Inspirasi di nomor whatsapp 089515645723 dan Mario selaku PJ Eksternal Bintang Inspirasi di nomor whatsapp 082269548536.

Itulah sejumput informasi yang bisa disampaikan, baik dunia penulisan di kampus dan solusi yang telah ditawarkan bagaimana mencicil perubahan. Salam literasi! [Asmara Dewo]

Baca juga:

PJ Internal BI, Angin: Anggota Bintang Inspirasi Progres

Bintang Inspirasi, Komunitas Menulis Universitas Widya Mataram

 

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Belajar Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Berikut 7 Tips ke Wisata Nampan Sukomakmur yang Lagi Hits di Magelang

Asmarainjogja.id-Wisata Nampan Sukomakmur sedang naik daun. Membawa konsep wisata teraseri…