Home Bisnis Memanfaatkan TikTok sebagai Penopang Ekonomi Mandiri (Studi Kasus)

Memanfaatkan TikTok sebagai Penopang Ekonomi Mandiri (Studi Kasus)

10 min read
0
2
47
Ilustrasi TiKtok
Ilustrasi TiKtok | Olivier Bergeron on Unsplash.com

Asmarainjogja.id-Indonesia merupakan pengguna TikTok keempat terbesar di dunia. Pada Agustus 2020 lalu, perusahaan riset aplikasi Sensor Tower menobatkan TikTok sebagai aplikasi terlaris dengan total unduhan lebih dari 63,3 juta di perangkat iOS maupun android. Indonesia menyumbang 11 persen dari total unduhan tersebut, sebagaimana yang dilaporkan Kompas.com.

Jejaring sosial media yang membagikan video pendek ini memang semakin ramai digunakan. Para konten kreator berlomba-lomba mengunggah video kreatifnya demi menarik perhatian publik.

Tempo.co menuliskan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahahuddin Uno mengatakan 30,7 juta pengguna TikTok pada Juli 2020 lalu. Sandi juga menjelaskan sebanyak 34 juta rakyat Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terlebih lagi menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah setahun ini, sektor tersebut menjadi salah satu yang paling terdampak.

Yogyakarta sendiri bisa dibilang masih ketergantungan dengan sektor pariwisata dan pendidikan. “Pendidikan” yang dimaksud adalah banyaknya jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana, sehingga secara tidak langsung turut menggerakkan perekonomian warga sekitar.

Terbukti pada saat awal pandemi, mahasiswa pulang kampung halaman. Banyak warung makanan yang sepi, padahal biasanya warung itu diramaikan oleh mahasiswa. Begitu objek wisata di Yogyakarta, mahasiswa juga berperan memviralkan objek wisata yang dikunjunginya. Lewat berbagai media sosial objek wisata itu dibagikan, sehingga semakin ramai dikunjungi.

Dari catatan Ayoyogya.com, Ekonom Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Jaka Sriyana menilai mahasiswa adalah sumber utama transaksi ekonomi di Yogyakrta, selain pariwisata. Rektor UII, Prof Fathul Wahid menyebutkan dari total 357.544 mahasiswa di DIY, sebanyak 77% di antaranya (275.308 mahasiswa) merupakan mahasiswa pendatang. Saat mereka pulang kampung, keuangan yang berputar di DIY berkurang Rp833,9 miliar per bulan, atau sama dengan Rp27,8 miliar per hari.

Namun, sejak pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan perekonomian masyarakat Yogyakarta.

Mengutip ayoyogya.com, minimnya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta berdampak pula pada puluhan hotel yang terpaksa gulung tikar. Dampak terburuknya adalah para karyawan yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh perusahaan. Misalnya yang dialami oleh Nur Aisyah, pekerja Hotel Grand Quality, padahal dia sudah bekerja sejak tahun 1992 silam.

Tribunjogja.com dalam rilis beritanya, Kepala Bidang Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo merinci ada 35.252 pekerja dirumahkan dan 1710 orang kena PHK.  Dia mengatakan perusahaan di DIY sebagian besar masih kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang modalnya harus terus berputar. Dari total 4739 perusahaan yang beroperasi, sebanyak 4723 perusahaan bersektor UMKM.

Memanfaatkan TikTok  sebagai Media Promosi

Jualan apa saja tentu tidak terlepas dari promosi. Promosi ini pula yang menentukan seberap besar omzet yang didapatkan. Kabar baiknya, lewat media sosial seperti TikTok cukup membantu untuk mempromosikan produk.

Melansir liputan6.com, pemilik sekaligus CEO Es Teh Indonesia Haidhar Wurjanto, mendapatkan keuntungan miliaran rupiah dari es teh yang dijual di TikTok. Haidhar mengungkapkan video yang diunggah di TikTok itu menceritakan bisnis minuman yang dikembangkannya. Video itu mencapai 3,2 juta penonton.

Kisah lain yang sukses berjualan di TikTok adalah Olla. Perempuan yang memilih profesi berjualan perhiasan imitasi atau terbuat dari emas dan batu mulia tidak murni itu  laku keras sejak jualan di TikTok. Olla mengaku bisa mengantongi Rp150 juta saat jualan sedang sedang sepi, sebagaimana ditulis di wolipop.detik.com.

Lalu bagaimana cara membangun akun TikTok  untuk jualan. Berikut tipsnya:

1. Mengonsepkan akun TikTok

Akun Tiktok untuk jualan tentu berbeda dengan akun TikTok personal. Jadi untuk memulai harus menentukan secara jelas bahwa akun ini akan dibawa ke arah bisnis. Nah, pilih akun profesional untuk menentukan kategori apa yang pilih.

2. Membuat Konten Kreatif

Untuk menarik perhatian calon follower tentu harus membuat konten kreatif. Tidak cukup hanya membuat konten biasa saja. Ingat setiap konten kreator di TikTok berlomba-lomba menggunggah video yang menarik perhatian.

Mengkombinasikan antara video, musik, suara, dan teks. Teks baik pada video maupun pada caption video tersebut.

3. Memahami Algoritma TikTok

Sama halnya dengan media sosial lainnya, TikTok juga punya algoritmanya tersendiri. Memahami algoritma, sama artinya kita bisa memahami peta TikTok, agar video terjaring pada algoritma yang berjalan.

Sehingga konten yang dibuat sampai ke FYP (For You Page).

4. Tembus FYP

Setiap TikToker menginginkan videonya tembus FYP. Karena jika tembus FYP, video itu akan banyak dilihat, dikomentari, dan dibagikan. Tak heran video yang masuk FYP langsung viral. Hasilnya follower bertambah secara drastis.

Cara masuk FYP sebenarnya cukup menjalankan poin 1, 2, dan 3. Lalu unggah pada jam-jam ramai pengguna TikTok yang aktif. Bisa sekitar siang hari, antara pukul 11-13, atau sore hari, antara pukul 16-17, lalu malam hari, antara pukul 19-20.

5. Membangun Jejaring

Ini penting untuk saling mendukung akun TikTok satu sama lain. Dengan membangun jaringan, bisa saling menyukai, membagikan, dan berkomentar. Karena itu sebagai pemantik agar akun lain turut mengomentari video yang dibuat.

Selain itu juga bisa saling berbagi informasi terkait pembaharuan TikTok. Mengingat TikTok selalu berbenah diri dan kerap menghadirkan fitur-fitur baru guna menjaga eksistensi TikTok itu sendiri.

Nah, setelah akun TikTok tadi sudah mulai berjalan lancar, maka manfaatkanlah untuk mengembangkan bisnis dan menguatkan branding.

Studi Kasus Akun TikTok @asmarainjogja

Akun TikTok @asmarainjogja mulai dibangun pada 9 September 2020 yang berlokasi di D.I Yogyakarta. akun ini fokus pada konten perjalanan, termasuk juga kuliner. Dari video yang diunggah, ada satu video viral berjudul Degan Bakar Ibu Siti. Video berdurasi 58 detik tersebut dilihat 409.9 K pengunjung, disukai 24.3 K, dibagikan sampai 456 kali, dan dikomentari sebanyak 175.

Video diunggah pada pukul 11.21 WIB, pada 6 Desember 2020. Caption yang tertulis adalah “Lezat dan sehat degan bakar ibu siti”, dengan tagar #DeganBakar #KulinerMagelang #fyp #foryou #asmarainjogja #perjalanan #kuliner #tiktoktravel #lazada1212 #trip. Nah, tagar lazada itu adalah tagar yang sedang trending pada saat itu.

Bisa dilihat video itu suaranya sangat jelas, backsound musik mendukung, dan informasi yang disampaikan begitu jelas. Intinya video itu informatif. Komunikasi antara ibu pedagang degan bakar dengan Rizka Wahyuni natural sekali, tanpa dibuat-buat. Sehingga penonton menilai video itu mengalir apa adanya.

Boleh jadi itulah yang menyebabkan video degan bakar Ibu Siti itu viral di TikTok.

Penulis: Asmara Dewo, bersua di dunia maya melalui akun IG @asmaradewo

 

@asmarainjogjaLezat dan sehat degan bakar Ibu Siti 🤣 ##DeganBakar ##KulinerMagelang ##fyp ##foryou ##asmarainjogja ##perjalanan ##kuliner ##tiktoktravel ##Lazada1212 ##trip♬ original sound – Asmara in Jogja

Baca juga:

Cara Menyelamatkan dan Mengembangkan Bisnis saat Pandemi Covid-19

Jangan Terkejut! Mahasiswa Kita Adalah Calon-calon Kuli Indonesia

10 Aplikasi Ini Bantu Bisnis Online Kamu, Buktikan Sendiri!

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Berikut 7 Tips ke Wisata Nampan Sukomakmur yang Lagi Hits di Magelang

Asmarainjogja.id-Wisata Nampan Sukomakmur sedang naik daun. Membawa konsep wisata teraseri…