Home Travel Berikut 7 Tips ke Wisata Nampan Sukomakmur yang Lagi Hits di Magelang

Berikut 7 Tips ke Wisata Nampan Sukomakmur yang Lagi Hits di Magelang

8 min read
0
0
42
Wisata Nampan Sukomakmur | Foto Asmara Dewo, asmarainjogja.id
Wisata Nampan Sukomakmur | Foto Asmara Dewo, asmarainjogja.id

Asmarainjogja.id-Wisata Nampan Sukomakmur sedang naik daun. Membawa konsep wisata terasering di lereng Gunung Sumbing memang menjadi inovasi baru di sektor pariwisata di Jawa Tengah. Hal itu pula yang diterapkan oleh warga Dusun Nampan, Desa Sukomakmur, Kec. Kajoran, Kab. Magelang.

Loncang atau daun bawang tumbuh subur menghijau di tanah yang miring dan bertingkat. Perkebunan itu berhadapan langsung dengan Gunung Sumbing yang begitu anggun. Kreatifitas warga yang mampu menaikkan pamor daerah mereka menjadi “buruan” para traveler. Wisata yang sudah enam bulan ini dibuka memang semakin ramai dikunjungi. Tentu saja hal itu karena keindahan alam yang begitu sempurna.

Nah, jika tertarik berkunjung ke sana, berikut tips yang perlu jadi refrensi sebelum traveling:

1. Datanglah saat Pagi Hari

Agar tidak kecewa datang jauh-jauh ke Wisata Nampan, sebaiknya atur waktu agar sampai di sana saat pagi hari. Bahkan berdasarkan keterangan dari warga, banyak para traveler yang datang ke sana sebelum mentari terbit.

Memang pada pagi hari biasanya Gunung Sumbing terlihat jelas. Sehingga saat mengabadikan momentum traveling dengan foto atau video akan terlihat begitu sempurna.

2. Memastikan Kendaraan untuk Traveling

Sebagaimana sudah disampaikan di atas tadi, Wisata Nampan yang berada di lereng gunung tentu saja mobil tidak bisa sampai ke sana. Jika terpaksa membawa mobil maka diparkir di perumahan warga. Selanjutnya harus berjalan kaki atau memakai jasa ojek.

Nah, kalau dengan motor bisa langsung ke area parkir yang telah disediakan oleh pengelola wisata. Jadi lebih gampang pakai motor dibandikan dengan mobil. Selain itu dengan motor bisa melanjutkan ke objek wisata Watu Susu yang jaraknya cukup jauh dari tempat parkir tadi.

Pastikan juga kendaraan mampu saat berada di jalan tanjakan yang tinggi. Jika memakai matic, pastikan benar-benar safety saat menghadapi jalan turunan yang curam.

3. Membawa Perlengkapan Pribadi

Tidak usah memaksa diri jika stamina kurang baik. Apalagi jika sedang sakit. Wisata alam yang satu ini memang tidak begitu ekstrem, tapi selalu membujuk kaki untuk terus melangkah sejauh mata memandang. Jadi harus betul-betul dalam keadaan sehat walafiat.

Karena udara di sana cukup dingin pakailah jaket atau baju tebal lainnya. Tak ada salahnya juga membawa selimut jika sampai menjelang maghrib traveling di sana. Karena transisi hari pada waktu seperti itu udara semakin dingin.

Bagi yang mengidap asma, silahkan bawa oksigen. Untuk jaga-jaga saja jika udara semakin ekstrem, dan asmanya sedang kumat.

4. Perlengakapan Dokumentasi

Jika punya drone sebaiknya dibawa saja, karena mengabadikan traveling di Wisata Nampan pasti lebih keren. Dengan drone tentu bisa menjangkau landskape secara lebih utuh keeksotisan terasering kebun loncang berlatar Gunung Sumbing.

Meski begitu, jika punya kamera DSLR atau smartphone itu sebenarnya sudah cukup. Karena jika memang sama sekali tidak membawa alat dokumentasi, toh dokumentasi terbaik ada pada pikiran kita hasil tangkapan panca indera.

5. Berpakaian Berwarna Kontras dengan Hijau

Untuk menghasilkan foto atau video yang keren, cobalah memakai pakaian yang berwarna kontras dengan hijau. Misalnya memakai baju merah, agar terlihat jelas hasil foto dan video. Tapi itu bagi yang pede memakai warna yang mencolok. Selain itu warna oranye juga cukup keren dengan latar belakang pemandangan hijau.

Jika memilih warna yang gelap, seperti hitam atau abu-abu, tidak begitu seimbang. Karena warna alam yang hijau berkesan seperti menutupi warna lainnya.

Jadi carilah warna pakaian di sana yang bisa menyeimbangi warna hijau, agar dokumentasi lebih epik lagi.

6. Jangan Merusak Perkebunan Warga

Pastikan setiap langkah saat berjalan di antara tanaman loncang dengan hati-hati. Karena perkebunan adalah sumber penghasilan warga sekitar. Jangan hanya gara-gara mengabadikan traveling tapi merusak tanaman warga.

Pihak pengelola wisata sebenarnya juga sudah menyediakan spot-spot untuk berfoto, seperti membuat gardu pandang dari bambu. Jadi sebaiknya bijaklah dan berhati-hati jika berkunjung ke sana.

7. Berkomunikasilah dengan Warga

Sebagai tamu yang berkunjung ke sana sebaiknya tidak sombong, cobalah berkomunikasi dengan warga di sana. Tentu banyak hal yang selama ini tidak diketahui, dengan berkomunikasi dengan warga, kita akan banyak tahu desa mereka. Walaupun apa yang disampaikan warga mungkin bertentangan dengan nalar kita, tetaplah menghargai ucapannya. Dengarkan dan tetaplah selalu antusias menyerap apa yang bisa jadi pembelajaran dari mereka.

Nah, itulah tujuh tips yang perlu jadi refrensi saat berkunjung ke Wisata Nampan yang lagi hits di Magelang ini. Kabar baiknya wisata yang tidak jauh dari sana juga tak kalah kerennya, seperti Nepal van Java yang berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kec. Kaliangkrik. Selanjutnya Silancur Higland dan Mangli Sky Views, kedua wisata itu berada di Desa Mangli, Kec. Kaliangkrik. [Asmara Dewo]

Tonton juga videonya:

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Asmara in Jogja (@asmarainjogja)

Baca artikel lainnya:

Ini Fenomena Wisata Nampan Sukomakmur di Magelang, Ngab!

Nepal Van Java Magelang, Wisata Baru yang Viral di Gunung Sumbing 

Petualangan Berkesan ke Curug Lawe di Lereng Gunung Ungaran

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kolonialisme Israel dan Dana Militernya

Asmarainjogja.id-Pada hari pertama lebaran warga Palestina dibombardir oleh pasukan Israel…