Home Travel Sidebuk-Debuk, Wisata Pemandian Air Panas yang Melegenda

Sidebuk-Debuk, Wisata Pemandian Air Panas yang Melegenda

7 min read
0
0
72
Kolase wisata pemandian wisata Sidebuk-Debuk | Foto asmarainjogja.id
Kolase wisata pemandian wisata Sidebuk-Debuk | Foto asmarainjogja.id, Rizka Wahyuni

Asmarainjogja.id-Gunung Sibayak tak hanya menjadi tempat bermain bagi pendaki saja, atau memberikan kesuburan bagi tanaman, namun juga memberikan kesehatan bagi tubuh. Kolam pemandian Lau Sidebuk-Debuk itu mengalir dari kaki Gunung Sibayak.

Para pengunjung percaya dengan mandi di sana bisa mengobati penyakit kulit karena gatal-gatal. Selain itu sebagai terapi pelepas penat. Biasanya pendaki yang turun dari Sibayak mereka berbondong-bondong mandi di sana terlebih dahulu sebelum pulang.

Kali ini kami bangun lebih awal, dari penginapan ala backpaker yang hanya Rp150.000 itu kami sudah siap menuju ke Sidebuk-Debuk. Saudari Rizka, Sari Lubis menyarankan kalau mau mandi di Sidebuk-Debuk bagusnya subuh.

“Baik untuk kesehatan kalau kita mandi setelah subuh,” katanya. Awalnya kami ingin malam hari mandi di sana, tapi karena disarankan dia lebih baik subuh akhirnya kami mengikuti.

“Malam-malam mandi di sana bukannya sehat, malah masuk angin,” sambung dia lagi sambil tertawa.

“Oh, iya-iya, berarti kami pagi saja ke sana,” balas Rizka.

Jarak dari Berastagi ke Sidebuk-Debuk sekitar 10 Kilometer, tidak begitu jauh. Sekarang angkot sudah sampai ke sana, tidak seperti beberapa tahun lalu, belum ada angkot. Jadi dulu, saya dengan teman-teman harus berjalan kaki ke simpang setelah dari pendakian Sibayak. Cukup melelahkan.

Pagi sejuk itu tetap kami tembus meskipun gigi bergemeretak, kuda besi yang kami tunggangi melaju di jalan aspal yang mulus. Di jalan menuju ke lokasi, banyak angkot yang mengangkut penumpang, terutama siswa. Jadi kalau para traveler yang ingin ke sana tidak perlu khawatir soal transportasi.

Sesampai di sana banyak pilihan kolam pemandian yang ingin dipilih, namun Rizka mau di kolam Pemandian Pariban. Rizka direkomendasikan oleh keluarganya beberapa bulan lalu yang sempat mandi di sana. Memang pemandian Pariban ini lebih ramai pengunjungnya, dan dikelola lebih profesional dibandingkan yang lainnya.  Tak kalah penting adalah pemandangan dari kolam itu berlatar Gunung Sibayak.

Tiket masuk ke pemandian Pariban Rp20.000, sebenarnya ini harga yang cukup tinggi dibandingkan pemandian lain yang mematok harga Rp10.000. Area pemandian ini sangat luas, ada gajebo yang disewakan seharga Rp50.000, kantin, mushola, tempat duduk santai, bahkan ada kamar penginapan mulai Rp500.000 sampai Rp800.000. Dengan adanya kamar penginapan pengunjung yang jauh dari luar bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum mandi pada pagi hari.

Kami juga sempat mengobrol dengan pengunjung yang datang sekeluarga dari Aceh. Mereka menginap di sana, dan mandi pada malam dan subuh. “Yang paling enak mandi itu saat subuh,” ujarnya.

Kami mandi sudah terang benderang, tapi saya pikir mandi agak telat ini pun sudah terasa enak di badan. Memang pegal-pegal di badan hilang seketika. Tentu ini tidak berlebihan.

Oh, ya, kadar panas kolam pemandian berbeda-beda 40-45°C, ada yang hangat kuku, agak hangat, dan hangat sekali. Saat memulai mandi dahulukan kaki, pelan-pelan basahi badan dengan air, hal itu dilakukan agar tubuh beradaptasi dengan air hangat. Mengingat cuaca di sekitar sangat sejuk. Jangan lupa pula melepas perhiasan, jika emas murni tidak masalah, tapi kalau emas putih, perak, dan lain sebagainya warnanya bisa memudar.

Selain pemandian air panas ada pula kolam renang berair dingin. Jadi pengunjung yang datang ke sana tidak bosan jika hanya berendam di air panas saja. Biasanya pemandian air dingin ini didominasi anak-anak, karena pengelola juga membuat perosotan yang cukup tinggi.

Tata kelola pemandian cukup rapi dan bersih. Pada saat itu kami juga melihat petugas sedang sibuk menyikat lantai. Hal itu mungkin dilakukan agar tidak licin. Karena khawatir juga banyak Bocil (bocah cilik) yang lasak lari ke sana kemari. Mereka juga membuat kolam yang dihuni ikan-ikan besar, dikelilingi pepohonan dan bunga-bunga yang indah. Suara kicauan burung bersahut-sahutan menambah ketenangan saat duduk bersantai.

Tampaknya pengelola tahu betul selera pengunjung masa kini. Pengelola memang membuat suasana sekitar begitu rapi dan indah. Pengujung pun tak menyia-nyiakan momen seperti itu, mereka berfoto dengan latar taman yang ciamik.

Wisata alam Sidebuk-Sidebuk, khususnya Pemandian Pariban ini memang top. Tak heran pengunjungnya sangat ramai yang berdatangan. Lau Debuk-Debuk ini berada di Desa Semangat Gunung, Kec. Merdeka, Kab. Karo, Sumatera Utara. Jika ke Berastagi sangat disayangkan jika tidak mampir ke sana. Karena setahu saya pemandian air panas cuma di Sidebuk-Debuk paling komplet.

Penulis: Asmara Dewo, suka bertualang yang kini mulai menapaki bumi nyiur melambai.

Baca juga:

Cerita Seru Honeymoon Boru Nasution Pertama Kali ke Danau Toba

Backpackeran saat Honeymoon dari Pulau Samosir ke Berastagi

Pemandian Wisata Alam Batu Busuak “Obat” Panasnya Kota Padang

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemuda dan Mahasiswa Musi Rawas di Yogyakarta Deklarasikan GAMPSY

Asmarainjogja.id-Sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober adalah tonggak s…