Home Uncategorized Jejak Manchester City Menorehkan Sejarah

Jejak Manchester City Menorehkan Sejarah

8 min read
0
0
43
Photo by Catherine Ivill/Getty Images
Manchester City | Foto Catherine Ivill/Getty Images

Asmarainjogja.id-Liga Champions 2022-2023 telah resmi berakhir pada 11 Juni 2023 di Istanbul, Turki. Kompetisi bergengsi tersebut mempertemukan final antara Manchester City VS Inter Milan, dan berakhir dengan kemenangan Manchester City dengan skor tipis 1-0.

Sebelum pertandingan dimulai banyak analis dan pecinta sepakbola mengunggulkan Manchester City. Bukan tanpa alasan, Manchester City sebelumnya sudah mengantongi dua piala. Yaitu Piala Liga Inggris dan Piala FA Cup.

Namun pada pertandingan tersebut Inter Milan tidak bisa dianggap remeh, sebab skuat asuhan Simon Inzaghi beberapa kali melakukan ancaman ke Gawang Ederson Moraes. Walaupun Inter Milan kalah namun mampu memberikan perlawanan yang alot.

Pada pertandingan tersebut juga merupakan laga hidup dan mati bagi The Blue Sky (sebutan Manchester City). Sebab asuhan Pep Guardiola belum pernah merasakan sekalipun juara Liga Champions. Puncaknya hanya sampai final dan kalah oleh Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada musim 2020-2021 melalui gol Kai Havertz.

Bukan hal yang mudah bagi Manchester City bisa sampai final. Tim besutan Pep Guardiola tersebut harus melewati beberapa tim-tim besar yang bahkan sebagian besar pernah juara Champions. Salah satunya yaitu harus mengalahkan tim King Eropa dengan raihan 14 Piala UCL di semifinal yaitu Real Madrid.

Manchester City sendiri merupakan tim yang bisa dikatakan baru bersinar di Benua Biru tersebut. Pada tahun 2010-an ke bawah tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan pada klub tersebut. Jangankan untuk juara, masuk zona UCL saja sulit.

Dan terjadilah perubahan kualitas tim setelah pada 04 Agustus 2008 Manchester City diambil alih oleh Wakil Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour. Ia menginvestasikan 2.5 miliar pounds (USD 3,5 miliar).

Namun perubahan yang terjadi tidak instan begitu saja. Bahkan pada musim 2008/2009 mereka mendatangkan Robinho dari Real Madrid. Hasilnya hanya mampu finish di peringkat 10. Mereka hanya mampu mengumpulkan 50 poin dari 38 pertandingan.

Hingga pada akhirnya musim 2011-2012 Roberto Mancini kala itu sebagai manajer tim berhasil membawa Manchester City Juara Liga Inggris. Kala itu hanya menang selisih gol. Sementara untuk poin sama yaitu 89.

Bagi penggemar Manchester biru pasti tahu tragedi 93:20. Yang mana Manchester United sudah 99 persen yang akan juara, karena sudah mengalahkan Sunderland 1-0, pada menit 93:20 Aguero datang sebagai pahlawan kemenangan City. Menang 3-2 atas QPR.

Pada tahun 2010 hingga 2023 Manchester City sudah mampu mendominasi Liga Inggris, selama 13 tahun mampu mengamankan 7 Piala Liga Inggris. Untuk piala si Kuping Besar Pasukan Pep tersebut baru memiliki satu.

Namun melihat skuat pemain yang dimiliki saat ini bukan tidak mungkin untuk terus menambah koleksi trofi. Kedalaman para pemain yang hebat secara individual serta pelatih terbaik di dunia, bukan tidak mungkin Liga Inggris layaknya seperti Bundesliga maupun Ligue 1.

Pemain yang menjadi sorotan di Manchester City yaitu Erling Braut Haaland. Penyerang kelahiran 21 Juli 2000 di Leeds, Britania Raya. Pemain muda yang masih berumur 22 tahun tersebut sudah banyak menerima berbagai penghargaan.

Baru satu musim di Manchester City, Pria berambut gondrong itu sudah menjadi top skor dengan perolehan 36 gol dalam semusim, Bahkan memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Inggris milik Andy Cole dan Alan Shearer dengan 34 gol.

Selain itu, pemain bernomor punggung 9 tersebut juga mampu membawa Manchester Biru untuk menjuarai UCL untuk pertama kalinya, dan juga menjadi top skor di Liga Champions dengan raihan 12 gol.

Musim 2022-2023 merupakan musim paling berkesan untuk Manchester Biru, sebab tim tersebut mampu treble winner. Hanya ada dua tim di Inggris yang mampu Treble Winner yaitu Manchester United tahun 1998/1999 di bawah Asuhan Sir Alex Ferguson dan Manchester City 2022/2023 di bawah asuhan Pep Guardiola.

Selain treble winner, Manchester City juga telah mampu juara Liga Inggris tiga kali berturut-turut. Sejak musim 2020/2021 sampai 2022/2023. Bahkan dalam 6 tahun terakhir Manchester Biru sudah mendapatkan 5 trofi Liga Inggris.

Dan sekarang fans Manchester City boleh menegakkan kepala. Olokan 0 UCL sudah tidak berlaku lagi. Bahkan jika ada yang menyebut fans Manchester City adalah fans ghoib tentunya fakta terbaru kini jumlah followers klub Liga Inggris di Instagram Manchester City terbanyak nomor 2 setelah MU dengan 45 juta followers.

Sekarang Manchester City merupakan salah satu tim yang kuat. Sebuah tim tidak hanya membutuhkan satu pemain yang hebat. Namun kerjasama tim yang solid menjadi kunci sukses keberhasilan Manchester Biru.

Jika dilihat dari kualitas pemain Manchester City, semua pemain berkontribusi. Pep Guardiola selalu merotasi pemainnya. Bukan hanya itu saja. Sang manajer mampu bereksperimen kepada pemainnya untuk mencoba hal-hal yang baru.

Misalnya John Stones. Dia pada awalnya posisi line up sebagai bek tengah (cb), oleh Pep di coba menjadi bek kanan (rb) dan terakhir menjadi gelandang bertahan (cm). Selain itu Manuel Akanji, sebelumnya posisi bek tengah. Namun sekarang bek kanan. Dengan formasi yang dipakai oleh Pep yaitu 3-2-4-1.

Dengan formasi dan skuat yang seperti itu. Bisa saja Manchester City akan banyak mendapatkan juara. Bukan tidak mungkin tim tersebut mampu menyalip keberhasilan tim-tim yang pernah membuat sejarah. Jika tim lain sibuk membahas sejarah, maka Manchester City sedang membuat sejarah.

Penulis: Bayu Anggari

Baca juga:

 

Pro Kontra Dicabutnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 terhadap Ekopol dan Sosial

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *